Tutur Tak Terucap

8 Februari 2010 1 comment

Tutur tak terucap umpama bisu
Tengok tak terlihat umpama buta
Menapak angin berpijak debu
Berputar seiring lambaian daun

Mata terpejam berkelana menembus ruang
Bisikan menggumam laksana kilau
Meresap kalbu menghujam jiwa

Angan terlepas menuntun takdir
Menuntun asa lengkapi niat
Pada titik terpijak penuh ikhlas
Kabulkan doa nan setia terpanjat

Categories: Refleksi Tag:

Film-film Serial Favorit

3 Februari 2010 17 komentar

Setelah lelah bergelut dengan urusan kantor, hiburan utama saya saat sampai di rumah adalah bercengkrama dengan keluarga kecil saya yang selalu menghadirkan senyum termanis mereka. Selain itu, hiburan lainnya adalah nonton film. Kebetulan saya berlangganan tv kabel. Tapi film-fim Hollywood yang ditampilkan di paket kanal movie agaknya selalu berulang. Dalam satu hari bisa tayang sampai tiga kali. Jadilah saya putuskan untuk tidak berlangganan paket kanal movie tersebut. Karena di kanal yang masuk dalam paket standar pun saya mendapatkan hiburan film serial yang tidak kalah bagusnya. Dua kanal yang sering saya tonton film serialnya yaitu AXN dan Star World. Beberapa film serial favorit saya antara lain:
1. Heroes (Star World)
Siapa tak kenal film ini. Film tentang manusia-manusia dengan kekuatan super akibat keunikan genetika mereka. Dilansir, serial ini merupakan serial yang paling banyak dibajak. Saat ini sedang tayang ulang seri ke-4 nya.
2. 24 (AXN)
Jagoan utamanya adalah Jack Bauer. Serial aksi yang menceritakan seorang agen CTU yang tidak segan2 bertindak melewati batas ketika dibutuhkan demi negaranya. Plot film yang runtun menit per menit persis selama satu jam. Sedang tayang seri barunya (seri yang awal tidak saya ikuti).
3. CSI (AXN)
Ada 3 seri: CSI, CSI Miami, dan CSI Newyork. Yang menarik dari seri CSI adalah begitu canggihnya teknologi investigasi kejahatan dalam film itu. Tapi semuanya disajikan secara logis dan ilmiah, that’s the point!
4. Kings (Star World)
5. Leverage (Star World)
6. Supernatural (AXN)
7. Terminator, Chronicles (AXN)

Sedih rasanya ketika saya bandingkan dengan sinetron-sinetron lokal. Satu hari, pernah seorang teman menulis dalam update status FB-nya: "Lihat Avatar generik di xxx", setelah saya tengok, ngakak saya dibuatnya. Sinetron dengan judul yang saya lupa menampilkan bentuk2 binatang aneh yang meniru rekaan di film Avatar, set ceritanya juga, tapi asli saya dibuat ngakak melihatnya…

Mau gimana lagi, di sini, asalkan laku dan ratingnya tinggi, tak peduli meskipun jadi tontonan penuh pembodohan tetap jalan terus.. Seolah tanpa kontrol. LSF kemana ya?!

Categories: Ngeblog Tag:,

10 Malware Ganas

2 Februari 2010 5 komentar

Pergantian tahun bukan berarti penguasa ranahmalware(program jahat) di Indonesia ikut berganti. Kido masih menjadimalwareterbanyak yang beredar di Indonesia pada awal 2010 ini. Diikuti dengan Win31.Generic di posisi kedua.
Demikian hasil riset Kaspersky Lab yang digelar untuk periode 21 Januari 2010 – 28 Januari 2010. Daftar malware ini dihitung berdasarkan jumlah serangan kepada koleksi server Kaspersky yang berjumlah lebih dari 7.000 unit.
Berikut adalah daftar 10 besarnya:
1. Net-Worm.Win32.Kido.ih 24.7525%
2. HEUR:Trojan.Win32.Generic 14.3564%
3. Packed.Win32.Krap.ag 6.4356%
4. Virus.Win32.Sality.aa 3.9604%
5. Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.wxse 2.9703%
6. Trojan.Win32.Agent.delo 2.9703%
7. Backdoor.Win32.Bifrose.cbrp 2.4752%
8. Backdoor.Win32.Hupigon.jrpd 2.4752%
9. not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz 2.4752%
10. Backdoor.Win32.IRCBot.niz 1.9802%

[detik.com]

Categories: Ngeblog Tag:,

Pedestrian Only

19 Januari 2010 22 komentar


@Gambir. Pemandangan ini nih yang bikin sedap dipandang mata. Spesial buat para pejalan kaki. Yang kaya gini ini nih yang patut dicontoh… Pihak pengelola parkir menyediakan jalur khusus buat pejalan kaki. Di beberapa tempat parkiran, kadang tidak tersedia jalur khusus buat pedestrian. Akibatnya, kita harus ekstra hati-hati saat melewati gardu parkir. Resiko terserempet motor atau mobil, bahkan benjol terkena palang pintu otomatis. Sayang, trotoar yang tersebar di penjuru kota sudah tidak lagi berfungsi sebagai sarana buat pejalan kaki. Kebanyakan sudah berganti fungsi sebagai area pencari rizki.

Categories: Fotoblog Tag:, , ,

Kirim E-Mail Ya!

14 Januari 2010 11 komentar

"Nanti saya kirim lewat email", kata rekan kerja seruangan saya dalam satu perbincangan lewat telepon. Berkirim pesan lewat email (selanjutnya akan saya sebut menjadi surel alias sural eletronik). Menarik sekali mencermati perkembangan media berkirim pesan ini di kumpeni saya. Saya masih ingat ketika saya menginjakkan kaki di kumpeni ini pada awal 2005, surel masih belum begitu populer dibandingkan dengan faksimili. Meskipun kumpeni sudah menyediakan akun perusahaan, namun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Terutama di kalangan bapak-ibu pejabat yang ‘agak telat’ berkenalan dengan dunia internet.

Surel, menurut saya sampai kapanpun tidak akan tergantikan meskipun saat ini dunia internet sedang dikuasai oleh jejaring sosial macak facebook (buku muka?), plurk, twitter. Surel masih tetap merajai. Saya memanfaatkan surel gratis untuk milis dan keperluan yang sifatnya personal. Sedangkan sur perusahaan hanya saya gunakan untk kepeuan kantor.

Apalagi, demam Blackberry yang sedang mewabah yang memanjakan pengguna dalam hal push mail dimanfaatkan oleh beberapa kumpeni untuk urusan pekerjaan. Salah satu ‘korbannya’ kumpeni tempat saya kerja. Akibatnya, sudah sangat lazim ketika surel begitu cepat populer. Ada kejadian lucu ketika direksi menyentil karyawan untuk membiasalan menggunakan surek, "Kalian seharusnya malu sama Pak A, beliau itu tinggal pensiunnya saya, tapi beliau sudah terbiasa dengan surel".

Kelemahan surel perusahaan hanya satu: kuotanya dibatasi. Ini juga yang membuat beberapa rekan saya lebih memilih tetap berkirim surel dengan yang gratisan macam yahoo atau gmail. Karena, mau tidak mau harus rajin untuk menghapus inbox agar tidak terjadi penolakan surel akibat inbox penuh. Tapi, ini sebetulnya bisa disiasati dengan rajin-rajin mem-back up inbox di fasilitas outlook.

Saya yakin 1000%, bahwa semua orang yang pernah bersentuhan dengan internet pasti memiliki minimal sebuah akun surel. Untuk mendaftar di jejaring sosial, pasti butuh akum surel, bukan?

Jadi, kirim surel ya…

*Dikirim dari hape lewat fasilitas posting blog lewat surel yang disedialan wordpress. Duduk ‘ngampar’ beralas koran di KRL Pakuan, menuju pulang…

Categories: Ngeblog

Try to Pass

12 Januari 2010 10 komentar


Butuh perhitungan yang tepat ketika ban depan mulai menapaki titian yang kami bangun seadanya. Setiap injakan gas sungguh berarti. Dan, alhamdulillah… Mobil pun selamat hingga ke ujung jembatan.

Malu-maluin Aja!

12 Januari 2010 10 komentar

Kembali, contoh moral bangsa ini dipertunjukkan jelas di depan mata. Kembali, kita harus belajar akan kedisiplinan dari salah satu bangsa penjajah negeri ini, Jepang. Kawan pasti mengetahui kabar di hari kemarin, bukan? Tatkala seorang menteri negeri ini mempermalukan jati diri bangsa kita dengan datang terlambat. Padahal ialah sang tuan rumah. Dengan alasan macet, ia ingkar akan janji pertemuannya dengan seorang menteri Jepang (Senin, 11/01).

Berita-berita tersaji dengan satu tema: "kelakuan sang menteri mempermalukan bangsa". Kita semua pasti mafhum, jika Jepang sangat menjaga nilai kedisiplinannya. Benar kawan, D-I-S-I-P-L-I-N. Dalam segala aspek, mereka menjag betul hakikat kata ini.

Sudahlah, saya tidak ingin bersikap menghakimi tingkah sang menteri. Sudah cukup berita di media meyesalkan kejadian itu. Sampai-sampai ada yang membandingkannya dengan keputusan RI-1 ketika ‘terpaksa’ naik motor ketika terjebak macet. Maka, jangan tersinggung ketika sang meteri Jepang itu sedikit menyindir bahwa sistem transportasi di Indonesia harus dibenahi.

Namun sekali lagi, untuk yang kesekian kalinya, tulisan inipun juga ditujukan untuk diri saya pribadi. Karena, seringkali saya menjanjikan bertemu atau melakukan suatu kegiatan dengan saya yang mengaukan waktunya, namun saya juga yang datang terlambat. Sering, sering sekali saya melakukannya. Lucu ya, mengkritik orang, padahal diri sendiri pun melakukannya. Malu-maluin aja!

Tapi, biarlah malu-maluin, jika ini memang baik buat jadi bahan refleksi saya.

Categories: Refleksi Tag:, , ,

Unsafe Condistion #2

12 Januari 2010 5 komentar


Jembatan menuju stasiun kompresor di Pagardewa, Sumatera Selatan. Dengan menahan nafas, kami terpaksa melaluinya. Meskipun kami tahu, ini sangat berbahaya.

Categories: Tak Berkategori Tag:

Sudah 17 Tahun Belum?

10 Januari 2010 15 komentar

Seneg banget akhirnya saya bisa juga nobar alias nonton bareng istri dan putri saya. Sudah lama niat ini kependem, karena kami khawatir kalo dipaksain nonton, ntar putriku nangis-nangis minta pulang. Bisa rugi bandar nih, tiket dah dibeli, nonton nggak sampe kelar… (perhitungan amat ya…hehe…).

Eit, ane disini kagak mau ceritain tentang keberhasilan ane nobar bareng anak-bini. Ane cuman mao cerita kejadian lucu pas ane lagi anyri tiket…

Jadi ceritanye gini, ane ama bibi nih rencana mo nonton Sang Pemimpi, nah, di saat yang sama diputer juga pelem "Suster Keramas" (dari judulnya aja udah ngaco begini ya). Ane pikir, nih pilem pasti disponsorin am prduk sampo. Ternyata ni pilem adalah pilem horor. T)i dari penampakan posternya, ajib… Udah bikin jantung mpot-mpotan cing… Sapa tuh yang maen? Ane lupa. Tapi yang jas, pas ane lagi ngantri, terpampng jelas tulisan di depan mbak-mbak petugas tiketnya:

"Filem Suster Keramas adalah Film Khusus Dewasa!!!" (lurang lebihnya gitu cing, ane lupa). Kalo tiga buah tanda serunya sih ane inget bener, itu ada.

Dewasa, kalo di negri ini udah sah kalo dewasa ntu yang umurnye lebih dari 17 taun ‘kan? Nah, disini nih yang bikin gw ngakak (dalem ati), para calon penonton yang mo beli tiket ini harus bin wajib nunjukin KTP. Ya! Bener cing! KTP alias Kartu Tanda Penduduk. Buat bahan cek petugas kalo si calon penonton ini udah lebih dari 17 taon. Weleh-weleh…

Pas banget ane ngantri, ada sepasang muda-mudi ditegor ama petugasnya, "Wah, mas belum bisa nonton pile ini nih, dari KTP mas, mas belom genap 17 taun… Maap ya..". Bujug, sumpeh, ane ngaka ngeliatnya. Muka tuh anak langsung merah nahan malu…

Mantap! Ane salut ama pengelola bioskop itu. Mestinya emang kaya gitu tuh. Yah.. Meskipun nggak ngepek-ngepek amat, minimal ada perhatian lah dari mereka. Jangan ampe mental para muda-mudi kita rusak gara-gara pilem kaya gituan. (lah kalo emang niat mah, ngapain juga nayangingin pile kaya gitu ya…).

Cuman ane masih bingung, emang kedewasaan itu mutlak diukur dari batasan usia ya???

Catetan kaki: ini postingan pertama ane pake bahasa seadanya… Ternyata asik juga ya… :D

Categories: Ngeblog Tag:, , ,

Merendah untuk Jadi Tinggi

8 Januari 2010 13 komentar

Dalam pergaulan sehari-hari, terkadang kita berhadapan pada kondisi dimana kita harus mengakui kelebihan orang lain. Itu adalah hal yang sportif. Memberikan apresiasi kepada orang yang memang pada kenyataannya memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Itu adalah sikap seseorang yang berjiwa besar.

Namun di lain waktu, terkadang kita pun tanpa sadar memberikan sanjungan berlebihan terhadap keberhasilan orang. Sanjungan itu berlebihan tatkala orang lain tahu bahwa kita pun sanggup melakukannya. Ya, di saat itulah kita melakukan apa yang banyak orang bilang "merendah untuk jadi tinggi". Secara tidak sadar, kita seolah-olah mengabarkan pada dunia bahwa yang dilakukan orang itu tidak ada apa-apany dibandingkan kemampuan kita.

Rendah hati adalah perbuatan sangat terpuji. Rendah hati tidak selalu diartikan dengan menyembunyikan atau menutupi kelebihan-kelebihan kita. Tapi bukan juga dengan berlaku sombong. Kabarkan pada orang dengan porsi yang sesuai, bahwa kita mampu akan sesuatu. Siapa tahu, di saat itu ada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Jangan lantas memuji orang, terus kemudian dengan cepat mengkritik ketika orang itu melakukan kesalahan. Merendah, untuk kemudian seketika menjadi tinggi…

Pelajaran moral yang kesekian kali yang saya tulis di blog ini. Yang saya tujukan khusus buat diri saya sendiri. Semoga mengingatkan diri pribadi untuk tidak termasuk di dalamnya. Just be honest!