Gunung Bunder via KOI
Rencana jalur gowes biasanya akan final malam menjelang paginya. Ya, baru Jumat malam disepakati untuk gowes ke Gunung Bunder via Koi. Bersama Mang Eko, Mang Yoki, Mang Okky, dan Mang Kikin. Niatan kami berlima memang untuk menemani Mang Eko yang katanya sudah dua kali gowes ke Koi gak pernah ketemu alias nyasar. Ternyata bergabung juga Mang Tutun, Mang Nurdin, dan satu goweser dari Ciper (saya lupa namanya). Dengan RC (Road Capten) kondang mang Tutun, kami dihantarkan melewati jalur -katanya- wisata untuk ke arah Gn. Bunder. Mereka bertiga sendiri tidak sampai ikut ke Koi.
Gowes Katulampa
Minggu, 7 Oktober 2012. Gowes ‘ngecaprak’ berdua saja bareng goweser yang juga tetangga komplek.. Tujuan Bendungan Katulampa saja.. Dan, target balik lagi sampai rumah sebelum jam 9 pun tercapai
Cukuplah melahap 30an km dengan variasi tanjakan halus dan beberapa ‘bonus’ turunan untuk kaki yang sudah lama tak mengayuh pedal
Di titik peristirahatan, sempat berpapasan dengan rombongan kecil goweser lain yang ‘menggoda’ untuk meneruskan gowes sampai Kampung Awan di Megamendung.. Dan langsung dibalas oleh kami dengan senyuman tanpa dosa.. Hehe.. Lain kali saja deh
Tidak di Episode Kehidupan Kali Ini
Kebisuan membenamkanku sesaat dalam lintasan kenangan kehidupan yang telah terlalui dalam wujudan sabar. Aku tidak kalah, bahkan tidak untuk hari ini. Aku tidak akan pernah mengizinkan kerapuhan menghabisi mimpi-mimpi yang telah mengiringi takdirku. Aku pasti akan berteriak lantang pada dunia, “Kau boleh lihat caraku bertahan hidup, dan sedikitpun kau tidak boleh merendahkan keteguhanku”.
Hidup yang memang telah tergerus karena vonis kehidupan yang menyudutkanku pada titik ikhlas. Mengakui semua keterbatasanku, dan berusaha mengalir seperti air. Tenang dan tetap menyejukkan. Aku telah berdamai dengan takdirku jauh sebelum aku bisa menemukan jawaban atas pertanyaan, “Mengapa harus aku?”, dan di sinilah sebuah cerita tentang penghargaan pada kehidupan dimulai. Penghargaan pada mereka semua yang senantiasa peduli dan mengerti. Aku tidak pernah sendirian.
Nafasku hari ini adalah peduli itu. Masih lekat di ingatanku, malam-malam yang harus dilewati dengan kantongan transfusi darah. Orang tua yang tidak pernah lelah menghapus air mataku, dan meyakinkanku bahwa aku akan baik-baik saja. Dokter yang tidak pernah lelah menuliskan resep, dan mengatur dosis pengobatanku. Yang rela dihubungi kapan saja, jika aku merasakan sakit. Dan sekarang, suami yang selalu mengulurkan tangannya, di saat aku berbisik ‘letih’. Yang senantiasa mengingatkanku bahwa Allah itu ada, dan selalu ada di nadi perjuangan ini. Semua sahabat yang menyertai langkahku sampai hari ini. Yang memberiku kekuatan dengan cara yang luar biasa.
Ya, aku memang tidak pernah sendirian. Bahkan ada banyak orang dengan cerita yang serupa, dan mereka justru hidup karena vonis itu. Ya Allah, maafkan jika aku terlalu banyak mengeluh.
Tapi sungguh, aku ingin terus bisa berkarya di bumi indahMu. Menjadi hamba yang bisa memberi manfaat. Jangan biarkan aku menjadi tidak berdaya. Aku percaya, aku dilahirkan bukanlah untuk sebuah kesia-siaan. Izinkan Ya Rabb. Aku tidak ingin kalah, tidak ingin menyerah. Bahkan tidak untuk hari ini, tidak di episode kehidupan kali ini…
Dhanni Rossari, 2012
—
Tulisan seorang sahabat yang tengah diuji oleh Sang Pemilik Takdir. Seorang wanita yang saya kenal begitu tegar menghadapi vonis penyakit yang ‘menemaninya’ belakangan ini. Allah sayang kamu Dhan, begitu juga kami, saudara dan kerabat yang tiada henti memanjatkan doa untuk kesembuhanmu. Tetap semangat, jangan pernah kalah oleh vonis itu.
Innalillahi wa innailaihi raji’un…
Selamat jalan sahabatku, Allah pasti menyambutmu di surgaNya… (Selasa, 9 Oktober 2012 Pkl. 14.40 WIB)
#Bogor530
Beberapa harapan saya sampaikan pada kicauan saya untuk Bogor yang merayakan hari jadinya yang ke-530 :
“Dirgahayu 530 buat Bogorku tercinta … Beuki cinta…”
“Semoga Bogor kembali ‘hijau’ oleh pepohonan..Bukan oleh makin banyaknya angkot..
“
“Membayangkan Bogor disematkan dengan sebutan “Kota Sejuta Sepeda”… Bukan “Kota Sejuta Angkot”
“Orang Bogor pasti tahu Tugu Kujang? Tapi, berapa banyak yang pernah lihat alat tersebut digunakan di keseharian?”
“Smg Bogor smkn dewasa menyikapi perbedaan yg kadang sering disusupi oknum tak bertanggungjwb (spt kasus yg di perumahan itu tuh..)”
Dirgahayu Bogor!
Terakhir, semoga warga Bogor selalu bisa tersenyum dalam menjalani kesehariannya, dimanapun, profesi apapun, kapanpun itu.. Seperti senyuman-senyuman wanita cantik ini… ^_^
Pesta Rakyat Taman Topi Bogor 2012

Datang yuk! Masih ada sisa-sisa acara yang lainnya. Pasti lebih seru. Event ini digelar sebagai rangkaian HUT Bogor ke-530.
Selain di Taman Topi, di berbagai sudut Bogor juga banyak digelar kegiatan-kegiatan seru lainnya. Ada karnaval, wayang golek, festival jajanan Bogor, dll.
Selamat ulang tahun Bogor! Semoga tetap hijau oleh pohon (bukan angkot)
.
Ibu Penjual Ketoprak

Seorang ibu penjual ketoprak dengan pandangan penuh arti memperhatikan sekumpulan peminta-minta yang seumuran (bahkan ada yang lebih muda) dengannya. Read more…









