Antara Roker dan Blogger

krlekspressBagi saya, kedua istilah itu sangat terkait erat. Roker dan Blogger, selain memiliki bunyi akhir yang sama (er), kedua kata tersebut melekat pada diri saya. Tapi belum begitu pantas untuk yang kedua (blogger).

Roker, bukan roker istilah musik. Tapiroker dalam dunia per-keretaapi-an. Istilah ini tentu tidak asing bagi sahabat yang tinggal di pinggiran Jakarta, seperti Depok, Citayam, Bekasi, dan Bogor. Roker sudah lazim dikenal sebagai singkatan dari rombongan kereta. Ya, saya termasuk diantara sahabat dalam komunitas roker itu. Karena kendaraan dinas saya setiap hari pergi ‘ngantor’ adalah KRL (Kereta Rel Listrik) Pakuan Ekspres. Bangun di subuh hari, memaksakan diguyur dinginnya air di pagi hari, saya berjibaku menerobos dinginnya udara pagi menuju stasiun Bogor tercinta.

Blogger, istilah ‘keren’ yang belum pantas tersemat dalam diri saya. Karena saya merasa, eksistensi saya di ranah ini belum ada apa-apanya. Saya mengenal blog memang dari 2005, tapi baru 2008-an saya mulai tertarik pada media ini.  Awal yang sangat-sangat berat untuk memulai sebuah blog. Penyakit ‘Copas‘ itu selalu membisik setiap kali saya buka dashboard blog saya. Sungguh, cara yang gampang dan simpel bukan? Hanya klik kanan, terus klik kiri copy, lalu tempatkan di ruang posting, lalu klik kanan lagi, dan terakhir klik paste, kita sudah bisa mem-posting sebuah tulisan. Simpel! Tapi dampaknya sungguh serius untuk seorang yang ingin disebut blogger, dampaknya adalah MEMATIKAN KREATIFITAS dalam menulis. Padahal kampanye Jangan Asal Copy Paste  (JACP) sudah cukup lama disebarkan.

Sudahlah, jangan terlalu panjang berkisah tentang blogger (‘kan tadi saya sudah bilang bahwa saya belum pantas disebut blogger, eh.. ini malah berkoar tentang blogger.. hehe..). Kali ini saya hanya ingin menautkan dua kata tadi, roker dan blogger. Dengan menjadi roker, saya juga bisa bilajar menjadi blogger. Kenapa? Karena di atas rangkaian KRL inilah saya dengan leluasa bisa mencurahkan isi pikiran saya dalam blog. Apapun yang terlintas, akan saya posting (janji seorang blogger yang masih ‘ijo’). Karena sungguh berat mem-posting sebuah tulisan yang berbobot. saya belum memiliki kapasitas untuk itu. Pergi dan pulang, ditemani laptop dan modem (koneksi yang murah dan mantap dari mobi, thanks to mobile-8), saya belajar banyak untuk menjadi seorang blogger.

Hidup roker! Jayalah blogger! :)

About these ads

17 thoughts on “Antara Roker dan Blogger

  1. Wah wah…saya kira anda sudah pantaslah di sebut seorang blogger.
    kalo saya mungkin belum pantas hehehehe.
    soalnya masih umuran hari dalam hal nge blog.
    salam kenal ya bro.
    ini kunjungan pertama. mampirlah ke rumah kalo ada waktu luang.
    salam.

  2. tanks bang tawaran tukar linknya. nanti punya situ tek masukan linkku.

    wah kalau aku ngeblog di pertengahan 2009 bang, padahal aku tahu dari tahun 2003. aku masih nggak nyambung dulu melihat temanku tiap hari di depan laptop untuk online.

  3. Pingback: Teknologi Mubazir « Blog Asepsaiba

  4. Pingback: Dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas | Novel Andrea Hirata « Blog Asepsaiba

  5. Pingback: Jadi Legislator Harus Bekerja Penuh Waktu « Blog Asepsaiba

  6. Pingback: Teknologi Mubazir | asepsaiba.web.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s