Selamat Kembali dan Menang

Kawan, kali ini saya hanya ingin berbagi hikmah Idul Fitri saat saya membaca sebuah artikel yang dibuat oleh seorang blogger yang juga tetangga saya. Mengenai kesalahan persepsi tentang pengucapan “Minal aidzin wal faidzin” yang sudah menjadi tradisi pada setiap lebaran, mendampingi ucapan “Mohon maaf lahir dan bathin”. Semoga kita dapat mengambil manfaat dari artikel ini :

Jika ada sahabat mengucapkan “Minal aidin wal faizin”, apa jawab anda?
Mungkin sebagian ada yang menjawab: “Sama-sama”, ada juga yang menjawab “Kosong-kosong”. Wah wah…, rupanya mereka menganggap bahwa Minal Aidin itu semacam permohonan maaf. Keliru besar!

Minal aidin wal faizin secara bahasa artinya “Dari orang-orang yang kembali dan menang”. Nah, menurut anda, ini jenis ucapan apa? Apakah ucapan selamat, doa atau permohonan maaf?

Ucapan  “Dari orang-orang yang kembali dan menang” kurang tepat jika dianggap sebagai ucapan selamat atau doa. Apalagi bila dianggap sebagai permohonan maaf…

Jadi….kalimat apakah itu?

Ternyata, minal aidin wal faizin adalah sebuah penggalan doa, yang selengkapnya berbunyi “Ja’alanallahu wa iyyakum minal a’idina wal faizin” (Semoga Allah menjadikan kami dan anda sekalian dari orang-orang yang kembali dan menang). Kalau diucapkan secara lengkap, maka sangat layak dianggap sebagai doa. Dengan demikian, jika mendengar ucapan doa tersebut, anda jawab dengan ucapan “Amin”.

Bagi mereka yang telah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari dengan baik, keadaan mereka akan KEMBALI suci (Idul fitri), kembali tanpa dosa seperti bayi yang baru lahir. Mereka juga sebagai orang yang MENANG, karena berhasil mengalahkan hawa nafsu dan mendapatkan curahan rahmat yang tak terhingga dari Allah SWT. Maka, amat tepat jika di bulan Syawal ini kita sempurnakan dengan doa “Semoga Allah menjadikan kami dan anda sekalian dari orang-orang yang KEMBALI dan MENANG (Ja’alanallahu waiyyakum minal a’idin wal faizin)“.

Masalahnya adalah, bagaimana jika diucapkan hanya sepenggal, karena kebanyakan orang hanya mengucapkan “Minal aidin wal faizin (dari orang yang kembali dan menang)”?

Mensiasati masalah di atas – agar lebih afdhol – jika anda hanya mendapat ucapan “Minal aidin wal faizin” maka anda dalam hati (atau dikeraskan) menambahkan kalimat “Ja’alanallahu wa iyyakum”, kemudian mengucapkan “Amin”.

Selamat kembali dan menang… ***

Sumber tulisan : akhmadtefur.com

Oya, saya pribadi dan keluarga tentunya, mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon dibukakan pintu maaf atas kekhilafan yang disengaja ataupun tidak, baik melalui tulisan di blog maupun di keseharian. Semoga kita semua bisa “kembali dan menang”. Kembali fitri setalah melewati tempaan selama satu bulan. Menang hingga menjadi insan dengan ketaqwaan sempurna. Amin…

About these ads

11 thoughts on “Selamat Kembali dan Menang

  1. “Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Taqabbalallahu yaa kariim”

    triiz a.k.a Catatan SederhaNa mengucapkan

    Selamat Idul Fitri 1431H, Mohon Maaf Lahir Batin

    maaf jika selama perjalanan blog ini goresan Catatan SederhaNa pernah melukai hati para sahabat sekalian

  2. Yap, saya udah tahu hal ini sejak dulu, terima kasih untuk Om saya. :D
    Makanya, setiap kali saya SMS lebaran dan tiap kali bertemu, saya langsung ngomong “maap lahir batin” aja, ga pake embel2 minal aidzin. :lol: (begitupun di blog saya, gak ada embel2 minal aidzin)

    Maap lahir batin ya, Mas Asep.

  3. hihi awal kesalahan translate ini darimana ya?
    Mungkin inilah kenapa orang Indonesia kalau lagi minta maaf suka dijawab ‘Minta maap mah pas lebaran ajaa..’ ckck .. Semoga ga berlanjut demikian..

    Anw, mohon maaf lahir bathin ya kang.. Dan semoga mau maafin sayanya ga cuma pas Idul Fitri saja :D

  4. saya juga sempet heran dengan jawaban sama-sama kalau ada yang bilang minal aidin wal paizin, saya yakin itu kurang tepat, karena berkunjung kesini, saya jadi tahu yang sebenarnya. makasih telah di share

  5. Pingback: Cerita Mudik #1 « Blog Asepsaiba

  6. Saya juga mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Kang. walau maafnya telat,…

    oo,.. baru tau saya kalau Minal Aidzin wal faidzin itu ada rangkaian yang lain,… dan saya termasuk orang yang suka menjawab “sama-sama” kalau ada yang mengucapkan minal aidzin wal faidzin,..

    makasaih kang pencerahanya

  7. Pingback: Cerita Mudik #1 | asepsaiba.web.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s