Adakah Anak Jenius di Indonesia?

little_scientistJudul posting kali ini saya sadur dari artikel yang dimuat di situs yohanessurya.com. Sahabat, negeri kita ternyata memiliki potensi di bidang SDM yang menjanjikan. Berbagai olimpiade yang diikuti sering kita menangi. Kita patut memberikan apresiasi kepada Pak Yohanes Surya atas kegigihannya membantu memaksimalkan kemampuan yang dimiliki para anak didiknya. Kita tentu sering mendengar berita mengenai berbagai prestasi yang telah dicapai oleh tim yang dibentuk oleh Pak YS ini. Tak jarang kita ikut bangga atas medali-medali yang mereka menangkan. Emas, perak, perunggu atau ‘hanya’ favorit, turut membuat kita ikut bangga.

Atau, tengoklah berita mengenai antivirus yang telah diciptakan seorang bocah muda, siswa SMP berusia ‘hanya’ 14 tahun dari Surabaya, Alvin Leonardo. Program antivirus buatannya, Bue Atom Antivirus berhasil mendapat sertifikasi dari softpedia.com. Antivirus yang hanya sebesar 2,5 MB tersebut mampu menjaring 4000 virus dalam dan luar negeri. Bocah tersebut hanya membutuhkan waktu tiga tahun untuk menguasai beberapa bahasa pemrograman seperti visual basic, c#, dan asmbler (ASMX 86).

Lain cerita lagi, banyak penemu-penemu kecil yang mempresentasikan kreasi-kreasi unik mereka pada lomba-lomba kreatifitas yang diadakan oleh berbagai institusi. Contohnya lomba National Young Inovation Aworld (NYIA) yang diadakan oleh LIPI pada medio Oktober 2009 ini. Peserta –yang kebanyakan adalah pelajar- diminta mempresentasikan karya inovasi mereka, tentang apapun, yang aneh dan unik, serta yang tidak terfikir sekalipun saling bermunculan. Kali ini, pemenang diraih oleh dua orang siswa SMA, Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Agus Arif Rahman, dan Edwin Aditya Herbanu. Kreasi mereka berupa helm ‘cerdas’, mampu membuat juri terpengarah.

Namun, sampai sejauh mana kepedulian pemerintah terhadapa para ilmuwan cerdas tersebut. Saya, pernah membaca bahwa sebanyak 1000 ilmuwan Indonesia lebih memilih hijrah ke luar negeri untuk menerapkan ilmu yang mereka miliki. Materi dan perhatian pemerintah lah yang jadi alasan utama mereka melakukan itu. Nah, apa jadinya jika ilmuwan-ilmuwan kecil yang saya contohkan di atas melakukan hal yang sama seperti 1000 ilmuwan itu di masa mendatang? Sungguh, bangsa ini akan sangat merugi!

Advertisements

7 thoughts on “Adakah Anak Jenius di Indonesia?

  1. Coba bayangin, jika para jenius itu diberi kesempatan untuk turut memberi sumbangsih, akan hadir berbagai ide kreatif yang bisa membantu memajukan bangsa. Alih2 demikian, malah sebelum mereka lulus kuliah, sudah dibajak oleh negara2 pemberi beasiswa, seperti Jepang dll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s