Terdampar…

Chubby Man Stranded on an Island With a Palm Tree ClipartMestinya nih, hari ini dan kemarin saya bisa bermain-main puas dengan putri saya. Tapi apalah dikata, beginilah nasib seorang ‘kroco mumet’. Dapet mumetnya aja. Mumet karena mesti tinggal lebih lama di Palembang. Rencana awal pulang Jum’at kemarin. Eh.. Karena mesti ada pekerjaan di hari Senin, dengan ‘terpaksa’ harus tetap tinggal di sini, di Palembang, kota yang tidak jauh beda dengan Jakarta. Panasnya, macetnya.. Palembang memang cukup pesat kemajuannya.

Terdampar? ya, terdampar di kamar hotel yang pengap. Mana badan ini ‘ngga bisa diajak kompromi lagi.. AC dinyalain kedinginian  kena kepala. Dimatiin, napasnya pengap.. Hueh… Badan yang aneh..

Loh, kenapa nggak maen ke temen aja? Mau maen keman coba.. Temen2 saya di sini ada yang masuk kerja (katanya pabriknya lagi overhaul , jadi disuruh piket.. Sekali lagi, katanya..), yang lainnya memohon maaf tidak bisa menemani saya di Palembang, karena merekapun pasti lebih memilih bermain dengan putra-putrinya di saat libur. Ya sudahlah teman, saya mengerti kok..

Akhirnya pada satu kesimpulan, saya terdampar… Beruntung saya ditemani laptop saya, tak bisa mengunjungi sahabat di dunia nyata, sahabat maya pun jadilah.. Blogwalking, cari2 sahabat blogger baru, sesekali menghias dan merubah tampilan blog, belajar, sharing, de el el… Beruntung pula, hotel ini menyediakan fasilitas Wi-fi di setiap lantainya. Cukup kencang pula…

Ya sudahlah, saat ini ide menulis saya sedang mentok, entah kenapa? Tapi spontanitas dalam menulis di blog itu suatu hal yang wajar, dan amalh disarankan. Artinya begini, jangan terlalu terkungkung dengan skema tulisan yang ingin kita angkat, jangan memasang target (misalnya, setiap hari saya harus posting nih), ini malah akan memberikan kesan ‘dipaksa untuk menulis’.  Seprti di salah satu petuah Bang Adnan, : janagn terlalu memikirkan kualitas tulisan. Namun, diiringi niatan ‘nggak asal nulis’ juga. Artinya, suatu saat kita bisa meng-edit tulisan kita jika menemukan bagian yang kurang sreg.

Nah, tulisan inilah contoh tulisan saya yang spontan… Apa yang dirasakan ketika mengakhiri tulisan ini?  Puas! Semoga bisa kembali membangkitkan semangat menulis yang dirasa mulai berkurang ini…

Advertisements

15 thoughts on “Terdampar…

  1. wah.. itu mah ke-terdampar-an yang melegakan..

    emang kalo posting didampangi dengan keterpaksaan itu ngga da rasa puasnya..

    lam kenal..

  2. Laporan dulu…

    link telah saya tambahkan dalam halaman link sahabat. Silahkan dicek kembali. Jika ada yang kurang berkenan, silahkan tinggalkan pesan di halaman kontak saya

    (Maaf agak telat masang tautannya)

  3. Laporan dulu…

    link telah saya tambahkan dalam halaman link sahabat. Silahkan dicek kembali. Jika ada yang kurang berkenan, silahkan tinggalkan pesan di halaman kontak saya (satpam kamu galak banget, ya?)

    (Maaf agak telat masang tautannya)

  4. Pingback: Bola, oh Bola « Asepsaiba's Blog

  5. Pingback: Empal Gentong Pelepas Rindu « Blog Asepsaiba

  6. Pingback: Terima Kasih Jakartaku « Blog Asepsaiba

  7. spontan euy,,
    wah udah jarang di ajak kang Asep ke Palembang nih,,
    tapi oleh-oleh Pem Pek Mei mei nya jangan lupa dunk 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s