Jangan Gampang Menilai

Tentu sangat tidak nyaman dirasakan ketika kita dihakimi oleh orang lain tanpa bisa membela diri sedikit pun. Hal semacam ini tentu pernah kita rasakan, karena di suatu kesempatan, hukum keseimbangan pasti berlaku. Ada yang kuat dan ada yang lemah. Sebagai pihak yang kuat, seseorang dapat berbuat sekehendak hatinya terhadap yang lemah. Dan sebaliknya, yang lemah dengan segala keterpaksaannya menerima begitu saja perlakuan si kuat.

Perasaan sakit hati tidak akan dialami si lemah jika saja si kuat bisa memahami keadaan si lemah. Bahkan jika si kuat mampu memposisikan dirinya dan mebayangkan jika ia berada di posisi si lemah, tentu ia akan dengan mudah mengerti kondisi si lemah.

(ini dari tadi ngomongin kuat… Lemah… Ngga ada hubungannya sama kedewasaan… 🙂 )

Jika saja kita bisa memahami betapa beratnya tugas seorang istri sekaligus ibu aak-anak kita, tentu kita akan bisa menghargai posisi istri. Begitu juga sebaliknya, jika sang istri bisa membayangkan berada pada posisi sang kepala keluarga, tentu ia akan dengan mudah menghormati sang suami yang dengan segenap tenaganya mencurahkan segala daya untuk membahagiakan keluarganya.

Jangan seenaknya menilai atau menghakimi orang lain sebelum kita benar-benar mengerti dan memahami posisi orang tersebut. Bayangkan jika kita berada di posisi orang tersebut. Jika ia bisa sakit hati, tentu kita pun dapat mengalaminya jika berada di posisinya.

Ah… Betapa damai kehidupan ini jika kita bisa saling memahami kodrat dan posisi masing-masing…

Advertisements

16 thoughts on “Jangan Gampang Menilai

  1. Ia kang, hal ini juga mencerminkan betapa ciut sekali pola pikiran masyarakat, gampang banget maen kroyok jika terjadi sesuatu, begitu lepas emosi. Saya heran ama hal semacam ini

  2. termasuk jangan cepat menilai seseorang bakal jadi apa nantinya…hanya berdasarkan dari pengamatan perilaku yg ada sekarang…mengapa?…karena hukum perubahan akan terjadi pada setiap insan…kita belum bahkan tidak bakal tahu persis potensi dia yang sesungguhnya….yg ada hanya indikasi sementara saja…bisa berubah baik dan bisa sebaliknya….

  3. klo saya juga belajar, jika ngeliat orang lain..apalagi yg lum kenal ingin selalu positiv thingking, kayakapapun org itu..karna harga diri orang itu sesungguhnya hanya dia sendiri dan Yang Di Atas yg paling tahu…:D,….org lian hanya penilai kenampakan luar

  4. kebebasan menilai (kapanpun waktunya) adalah keragaman kehidupan dan yang membuat kita lebih bijak dalam melangkah…
    saling menghormati adalah keindahan tersendiri…
    thx tulisannya kang, mengingatkan.
    : )

  5. ya kang asep… setuju, intinya saling memahami n jangan gampang curiga mencurigai gtu yaa.. baik sangka is the best…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s