Bogor Tidak Dingin Lagi

Untuk hal ini, kawan pasti setuju. Dimanapun kalian berada pasti merasakan hal yang sama dengan saya. Pagi di Bogor sudah tidak sedingin saat saya pertama kali datang ke kota ini.

Medio 1996 saya tiba di kota hujan ini untuk menjumput secuil ilmu. Layaknya anak-anak kos yang lain, ritual di pagi hari adalah mencari sesuau yang bisa mengganjal perut. Kami biasanya mencari sarapan (baca: nasi uduk) sekira jam 6 pagi. Entah karena saya memng baru beradaptasi, atau memang udara pagi memang terasa menusuk, saat itu kami menggigil terpapar udara dingin di pagi hari. Sedangkan saat ini, setiap pagi saya melakukan rutinitas -menjemukan- berangkat ke tempat kerja. Jam 5 pagi sudah tidak sedingin ketika pertama saya datang ke kota tugu kujang ini. Ada apa ini? Apakah ancama pemanasan globa yang sedang gencar-gencarnya didengungkan sudah melanda kota kedua saya (setelah Indramayu) ini?

Jika melihat perkembangan Bogor. Tampaknya hal itu mau tidak mau harus kita setujui. Coba lihat, pertumbuhan jumlah kendaraan (baca: angkot) di kota ini. Sampai muncul idiom sebutan kota Bogor yang tadinya Kota Hujan menjadi Kota Sejuta Angkot. Atau, bermunculannya pusat-pusat perbelanjaan yang mengurangi pepohonan hijau khas Bogor, mau tidak mau mengurangi kesejukan udara.

Bahkan, sengatan matahari yang menusuk kulit akan kawan rasakan ketika jarum jam ‘baru’ di angka 9 pagi. Yang waktu dulu saya rasakan cukup sejuk di jam-jam tersebut. Tapi beruntung, di Bogor masih banyak ditemui pepohonan rindang yang dapat berfungsi sebagai paru-paru kota. Bayangkan jika pepohonan itu ditebang hanya untuk tujuan pembangunan, bakal semakin panas saja kota ini.

Saya yang bukan warga asli Bogor saja mengeluhkan hal ini, pasti kawan yang aseli Bogor lebih merasakan perbedaannya dibanding saya.

Yuk, berbuat sesuatu untuk kota tercinta kita. Dimanpun kawan tinggal. Mulai dari diri sendiri, meski dari hal kecil sekalipun.

Advertisements

35 thoughts on “Bogor Tidak Dingin Lagi

  1. Sama yg saya rasakan mas….di wonogiri ja-teng, dulu semasa thn 70 hingga80an jka malam pakai selimut juga msh kedinginan, tapi sekarang pada beli kipas, krna kepanasan.

  2. Salam Takzim
    Selamat pagi kang, walaupun tidak dingin lagi di bogor tetap sehat kan, semoga demikian harapan saya kang, tetap sehat dan semangat dalam mengarungi hidup ini kang
    Salam Takzim Batavusqu

  3. ..sangat signifikan bedanya…ketika saya baru datang ke bogor untuk mulai kuliah di ipb (1963)hingga sekarang…dari sangat dingiiin sampai puanaas banget sejak 10 tahun yg lalu…sejalan dengan banyaknya area hijau menjadi area beton…delman dan beca diganti beribu angkot…dst….sangat dianjurkan (1)pemda harus tegas dalam mengembangkan tataruang kota yg ramah lingkungan,(2)disediakannya taman (di tengah kota) bahkan hutan kota (di pinggiran kota),(3)tiap rumah dianjurkan memiliki paling tidak dua pohon, (2) dan (3) sebagai AC alami,(4)tiap proyek pembangunan perumahan wajib menyediakan ruang terbuka, dan (5)pendidikan lingkungan hidup di kalangan sekolah…

  4. dulu di rumah, di daerah cibeureum ketika saya masih kecil, kabut pagi bukan sesuatu yang aneh, solokan di depan rumah bisa dipake bermain, sekarang…oh tidaak…siang hari bercucuran keringat, kabut malu2 sekali menyapa, dan air kali sudah tidak bersahabat.

    kangen bogor yang dulu.

  5. semakin padat penduduk dan semakin ramai suatu daerah dikunjungi banyak orang maka suasananya pun berubah. Sama dengan rumah saya beberapa tahun yang lampau terasa sejuk karena baru beberapa rumah saja yang berdiri. Tapi sekarang rasanya berubah karena sudah padat penduduknya, meski masih menyisakan satu atau dua lahan kosong.

  6. ayuk berbuat sesuatu yuk…….
    dijakarta juga….. seinget saya pas lagi kecil tidur adem adem aje… kalo sekarang boro boro….. buka baju euy…. jendela dibuka gede2 banyak nyamuk.. aduh aduh….. lama lama makanan mateng ndiri kali yee sangking panasnnye… hehehhe

  7. masih mending lah… Bogor tetap terpelihara hijau, daripada jakarta yang gak nyaman… bogor gak dingin lagi, gakpapa om, lha wong puncak himalaya saja sudah mulai panas… hehehe… salam sukses…

    sedj

  8. mmm seperti tidak jauh berbeda dengan saya kang, dulu pas baru nyampai di bandung duinginnya minta ampun, bayangin saja tiap hari tidak lepas dari jaket saking dinginnya. eh sekarang kok aneh malah gak kerasa dingin lagi bahkan sekarang sering buka-buka baju saking panasnya perasaan. Soal bogor, kalo saya maen ke bogor perasaan masih dingin kang mungkin karena kalo ke bogor saya tinggal di daerah kampungnya kali, so masih sedikit alami dibandingkan kotanya.

  9. Mampir lagi mas. Berkunjung ke sini Sekedar silaturahmi. Sekalian blogwalking. Siapa tahu kunjungan saya ini dapat membuat hati senang. Oke deh salam dingin2 hangat panas

  10. Semoga tetap mampu berbuat yang lebih baik untuk alam.
    Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia :mrgreen:
    Salam …

  11. wah kebeneran saya orang bogor,
    memang bener bogor udah ga sedingin dulu, terutama di wilayah kotamadya jalanannya aja udah padet banget, tapi kalo malem terutama di kawasan pajajaran masih terasa adem kok, apalagi kalo abis ujan 🙂

    salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s