Merendah untuk Jadi Tinggi

Dalam pergaulan sehari-hari, terkadang kita berhadapan pada kondisi dimana kita harus mengakui kelebihan orang lain. Itu adalah hal yang sportif. Memberikan apresiasi kepada orang yang memang pada kenyataannya memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Itu adalah sikap seseorang yang berjiwa besar.

Namun di lain waktu, terkadang kita pun tanpa sadar memberikan sanjungan berlebihan terhadap keberhasilan orang. Sanjungan itu berlebihan tatkala orang lain tahu bahwa kita pun sanggup melakukannya. Ya, di saat itulah kita melakukan apa yang banyak orang bilang "merendah untuk jadi tinggi". Secara tidak sadar, kita seolah-olah mengabarkan pada dunia bahwa yang dilakukan orang itu tidak ada apa-apany dibandingkan kemampuan kita.

Rendah hati adalah perbuatan sangat terpuji. Rendah hati tidak selalu diartikan dengan menyembunyikan atau menutupi kelebihan-kelebihan kita. Tapi bukan juga dengan berlaku sombong. Kabarkan pada orang dengan porsi yang sesuai, bahwa kita mampu akan sesuatu. Siapa tahu, di saat itu ada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Jangan lantas memuji orang, terus kemudian dengan cepat mengkritik ketika orang itu melakukan kesalahan. Merendah, untuk kemudian seketika menjadi tinggi…

Pelajaran moral yang kesekian kali yang saya tulis di blog ini. Yang saya tujukan khusus buat diri saya sendiri. Semoga mengingatkan diri pribadi untuk tidak termasuk di dalamnya. Just be honest!

Advertisements

16 thoughts on “Merendah untuk Jadi Tinggi

  1. kalau orang tinggi hati ibarat raja kejam yg dibenci orang2..
    sedangkan rendah hati adalah raja yg dekat dengan rakyatnya..
    tinggal pilih mau yg mana 😉

  2. @k’donny: maksud teredukasi apa ya kang? maksudnya jadi kebiasaan kali ya…
    @k’alam: itulah salah satu manpaat blog ya kang.. saling mengingatkan.. 🙂
    @k’mursyid: kesombongan adalah hak mutlak Sang Pencipta
    @k’morsail: saat diri jadi ‘kosong’, mak akan mudah ‘mendengar’ ya kang…
    @k’wahyu: saya milih jadi rakyat aja ah… 🙂
    @sugeng: semoga kita bisa menjadi seperti ‘padi’…

  3. betul kang asep.. semua harus proporsional dan wajar bin seimbang biar harmonis nie hidup yaa… nice dech… b^^

    • Amin ya mbak.. Saya tuh emang kalo nulis mah tentang hal-hal baik mulu, padahala belum tentu sayanya bisa kaya gitu mbak… 🙂 Yah, itung2 introspeksi diri kali ya…

  4. rendah hati,sukur sabar sopan menurut saya harus di praktekkan dalam kontek ,situasi yang menuntut itu. ada orang yang terlalu merendah kan hati ,sehingga jika ia bertemu dengan setiaporang terlalu merunduk2..ada juga orang yang sabar sampai jatuhnya malah pasrah,ada juga orang terlalu bersyukur sehingga tidak mau berupaya lagi,,jatuhnya malah merasa cukup terus dan tidak berusaha lagi.
    jadi semuanya mesti memakai akal yang sehat ,, saya pernah mendengar sebuah hadist(tolong cek lagi) yangmengatakan kurang lebih dmikian’ SOMBONG HANYA DIPERUNTUKKAN TERHADAP ORANG YANG SOMBONG. MENYOMBONGI ORANG YANG SOMBONG ADALAH SEDEKAH BAGINYA!”bahkan saya mendengar kterangan lagi bahwa menyombongi orang yang sombong itulah TAWADLU”bgitu….silahkan di komentari…trimakasih ,sblum dan sesudahnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s