Antara AsGar dan Bakat Alam


Tiga orang yang seumuran denganku itu dengan lihainya menyisir dan memotong rambut pelanggannya. Sangat cekatan dan bekerja layaknya seorang profesional. Hair styler tulen yang lahir dari bakat alam. Itulah para punggawa ‘klinik’ Pangkas Rambut Asgar dekat rumahku. Asgar, bagi sebagian orang mungkin sudah akrab dengan kata ini. Asgar alias Asli Garut, adalah idiom yang sudah kadung melekat bagi usaha pangkas rambut yang dikelola oleh orang yang asli garut. Benar-benar asli garut memang. Informasi itu kudapat ketika terjadi obrolan singkat saat aku memangkas rambutku, kemarin. Kemampuan yang mereka miliki murni bakat alam. Entah, apakah karena secara genetika orang Garut memang dilahirkan dengan kemampuan itu, entahlah aku tidak faham. Yang pasti, di setiap sudut kota (khususnya di Jawa Barat), tempat pangkas rambut identik dengan Garut. Mungkin identik dengan Padang dengan rumah makannya. Sungguh, bakat alami mereka membuatku kagum. Tempaan pengalamanlah yang menjadikan kreasi mereka bak seorang hair styler kelas dunia. Kekagumanku kutunjukkan dengan menjadi pelanggan setia mereka. Terima kasih Asgar, berkat kalian penampilanku jadi semakin keren! (untuk kalimat terakhir ini, dimohon jangan protes 🙂 )

Advertisements

41 thoughts on “Antara AsGar dan Bakat Alam

  1. hahahahahah emang saya akuin juga mas kalau potong rambut ga ke ASGAR rasanya ga pas gitu maklumd ah cocok ….

    dan yang jelas murah plus bonus pijitannya lumayan enak heheheheh

    (inget ya yg mijit cowok bukan cewek) wakakakkaka

    • @ alambiru & alamhijau : Maap baru bales peratamxnya…
      @webmaster : ajiib.. blogku dikunjungi webmaster coy.. 🙂
      @omiyan : pangkas rambut plus plus dong om…

  2. Terima kasih Asgar, berkat kalian penampilanku jadi semakin keren! (untuk kalimat terakhir ini, dimohon jangan protes 🙂 )
    yakin banget, saya gak protes… dah percaya banget…

    sedj

    • @hellga: sayangnya ngga mas…
      @sedjatee : jadi tersipu nih.. *_*
      @andy: potong rambut sana…
      @sunflo : senang liat ketrampilannya, apa seneng liat tukang cukurnya mbak? 🙂

  3. wah berhubung ada kata2 gak boleh protes jadi smkin pingin protes tuch kalimat terkhirna 😀

    iya dech keren wes

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya lagi heh maksih 😀

  4. Dulu saya punya teman kost orang parakan temanggung ada 6 orang. Mereka semua bisa motong rambut. Ketika saya tanya dimana mereka belajar, jawabnya “dah dari sononya bisa mencukur”.

  5. Patut mengucap puji syukur atas anugrah-Nya yang telah menurunkan bakat-bakat alami sehingga dapat digunakan untuk kelangsungan hidup manusia… 🙂
    Salam kenal!

  6. Wah kalau begitu mungkin pria asal Kebumen sudah dari sononya ganteng ya Mas? Kita biasa dipanggil “cakeb” cah kebumen (mekso)
    maaf jarang berkunjung karena jarang update akhir2 ini

  7. Saya selalu potong rambut di tempat orang Sunda, bukan dari Garut sih tapi dari Tasik..dari mulai harga Rp 4000,- sampe sekarang sdh 2x lipatnya. Potong rambut emang cocok2an..kalo udah cocok pasti balik lagi ke situ 🙂

  8. kata katanya… kalo didaerah jawa tengah khusunya karisednan surakarta pangkas yang terkenal pangkas madura…katanya loh…..

    selama ini mah asgar ngak ada lawannya……

  9. salam kenal kang.
    Saya jg keturunan garut yg ga bs mencukur, tp hebatnya klo mau cukur harus ke tukang cukur org garut lg. Bahkan dalam 5 thn terkahir ini motong di tempat cukur yg sama diBDG. pindah keJKT, tp sebulan skali keBDG nyukur rambutnya..
    Jd tukang cukur itu cocok2an dan jasa yg menimbulkan loyalitas jg he2..
    Klo masalah knp org garut pd gape(jago) nyukur, hmm mungkin krn terbiasa nyukur bulu domba garut tuh!! ini bukan joke loh,tp sok aja klo mau dijadiin penelitian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s