Bangku Ini Untuk 8 Orang, loh…

Bagi sahabat Anker (Anak Kereta) atau banyak juga yang menyebut Roker (Rombongan Kereta) yang tidak mendapat ‘jatah’ duduk di gerbong kereta akibat terlambat datang adalah hal yang lumrah. Apalagi yang menjadikan ini sebagai ‘hobi’, mereka sudah mempersenjatai dirinya dengan kursi lipat yang bisa dibeli seharga Rp 25.000 (saya termasuk yang hobi ini). Atau membeli koran diskon-an, yang bisa digelar sebagi alas duduk. Eit, jangan protes dulu. Koran baru kok ngga dibaca? Ini koran ibu kota yang memuat iklan-iklan pengadaan instansi-instansi pemerintah di halaman tengahnya. Nah, bagi kebanyakan sahabat Roker, bagian inilah yang dipakai sebagai alas ‘ngampar’.

Tapi, kalau saya amati dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ternyata ada yang unik patut diperhatikan pada pola kuota bangku yang tersedia di tiap gerbong. Perhatikan foto berikut :

Nomer TD (Tanda Duduk) ini terpampang jelas persis ditengah-tengah posisi bangku. Coba perhatikan angka 9 s/d 16 tersebut. Kalau diurutkan, terdapat 8 angka yaitu : 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, dan 16. Artinya, kuota bangku itu untuk 8 orang bukan? Nah, kebanyakan bangku yang memiliki pola kuota semacam ini hanya diduduki 7 orang saja (saya tidak memperhitungkan ‘ukuran’ tubuh masing-masing penumpang). Maka, jika saya terlambat dan menemui gerbong-gerbong sudah terisi penuh, saya perhatikan setiap deretan bangku yang terlihat terisi penuh tersebut. Dengan niat untuk memperjuangkan hak yang sama dengan pembeli tiket lainnya, saya beranikan diri untuk memohon kepada para penumpang yang sudah duduk dan PeWe (Posisi Wuenak) untuk bergeser sejenak. Biasanya sih bagi yang ‘faham’ akan langsung bergerak, tapi bagi yang rada-rada, tampaknya harus dikeluarkan rumus argumentasi tersebut di atas :). Pasti rumus ini berhasil, dijamin! Dan anda akan dapat tidur kembali dengan nyaman  melajutkan tidur anda yang terpotong :D.

Sekian laporan dari KRL Pakuan. Semoga bermanfaat. Maaf bagi sahabat yang tidak berhubungan dengan moda transportasi massal favorit di Jabodetabek ini. Saya hanya ingin memaparkan temuan saya saja (halah.. temuan apa lagi…? ).

Advertisements

11 thoughts on “Bangku Ini Untuk 8 Orang, loh…

    • Makanya saya nulis : “(saya tidak memperhitungkan ‘ukuran’ tubuh masing-masing penumpang)”

      Kalo seperti yang mas david bilang sih ya… Kita juga mikir2 buat ‘nggesernya.. 🙂

  1. Eh gw baru sadar kalo ternyata untuk 8 orang yah? Soalnya kalo ngeliat mereka-mereka yang duduk PW itu enaknya untuk ber-7. Kalo ber-8 udah gak pewe lagi hehehe

    Salam Roker!

  2. betuuulll… palinging sebel lagi kalo naek kereta ekspres siang2, kang…
    saya pernah naek siang2 jam 1an gitu dari Gondangdia ke Bogor… mba2 sebelah saya naruh tas bawaanya di bangku dengan seenaknya, padahal didepan dia ada ibu2 yg ga kebagian duduk. pas saya tegur, eh dia malah ngomel, saya angkat aja tasnya terus ngasihin ke pangkuan itu mba2, saya pepet deh, sambil pura2 ga denger omoelan dia.
    ga salah dong, secara dia kan ga mungkin bayar tiket juga buat tas bawaanya dia itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s