Pakai Produk Indonesia Saja, Yuk!

Ketika nafsu konsumtif menguasai seseorang yang haus akan gaya yang sedang in, maka apapun akan dilakukan untuk mendapatkannya. hati saya sangat miris ketika di Selasa siang kemarin (16/03) secara tak sengaja melihat berita di Liputan 6 SCTV dengan judul “Demam Sepatu Impor”. Satu pusat perbelanjaan di pusat jakarta mengadakan program diskon hingga 70% pada produk-produk alas kaki impor. Kenapa? Ada apa dengan sepatu impor? Begini kawan, ada satu kalimat yang begitu menohok dibawakan oleh presenter berita, “Di saat sebagian rakyat Indonesia menjerit kelaparan, sebagian lain di jakarta malah berjuang dalam antrian untuk membeli sepatu-sepatu impor”. Blas! Sungguh menohok.

Bagaimana tidak, antrian yang panjang, bahkan sebelum pusat perbelanjaan itu buka. Para ‘pemburu diskon’ itu rela bercapek diri untuk menghilangkan dahaga akan sepatu berlabel impor. Ada dua hal yang jadi alasan kenapa hati saya miris, yaitu:

Pertama, membandingkan dengan penderitaan banyak saudara kita se-Indonesia yang untuk makan sehari sekali saja harus membanting tulang memeras keringat. Pengemis, pengangguran, korban bencana, yatim-piatu, anak-anak jalanan, dan banyak lagi. Para ‘pemburu diskon’ itu dengan gampangnya menghamburkan uang untuk membeli sesuatu yang -mungkin- di rumahnya pun masih banyak tergeletak sepatu yang lain.

Kedua, slogan “Aku Cinta Produk Indonesia” seolah sirna begitu saja. Mana kebagnggan mereka akan produk Indonesia. Setelah pulang dari antrian itu, dengan bangganya mereka berjalan lenggang kangkung dengan sepatu impor terbarunya. Arrgghh! Mana jiwa nasionalismemu kawan? Tak perlulah kita menjadi seorang pahlawan dan mengharumkan bangsa untuk dapat disebut nasionalis. Hal kecil semacam ‘mencintai produk Indonesia’ pun dapat menghadirkan predikat itu. Produk Cibaduyut tak kalah dengan produk Italia! Atau, masih ingat kabar yang mengatakan bahwa produk-produk kaos resmi PialaDunia 2010 sebenarnya adalah produksi saudara-saudara kita di Tangerang? Yang dihargai dengan upah sangat-sangat kecil dibanding harga jual kaos-kaos itu di luar negeri. Itu salah satu bukti, bahwa produk bangsa kita jauh lebih bermutu dibandingkan produk luar!

Para ‘pemburu diskon’ itu memang tak bisa disalahkan, itu hak mereka. Tapi lupakah mereka dengan hak-hak saudara kita yang juga membutuhkan kehidupan yang layak? Lupakah bahwa merkapun adalah bagian dari bangsa ini? Bangsa yang katanya mengayomi seluruh warga negaranya? Andai, nilai uang seharga satu sepatu yang mereka beli itu dikumpulkan lalu disumbangkan pada sudara-saudara kita itu. Amboi.., pasti akan terasa indah.

Sekarang, coba tanyakan pada diri anda masing-masing? Seberapa peduli dan banggakah kita akan produk-produk bangsa kita? Ayo CINTAI PRODUK INDONESIA!

*Gambar dicatut dari sini.

Advertisements

40 thoughts on “Pakai Produk Indonesia Saja, Yuk!

  1. ok, kalau aq sih emang pingin mencintai produk dalam negeri, dulu sewaktu di indon, aq selalu utamakan produk dalam negeri… namun, saat di saudi, kok yg membanjiri malah produk2 dari china yaa?? padahal kupikir, indon pun tak kan kalah ma china..

  2. Bunda nungguin ya? Hehe..

    Iya Bun, apalagi produk dari negri tirai bambu itu tuh.. Duh.. Miris banget. Sekarang susah nemui Jeruk asli sini, yang ada jeruk Ponkam dimana-mana…

  3. ** aku cinta produk indonesia … 😛
    tiap hari Jum’at .. wajib pakai baju ‘batik – keris … (hehehe iklan ni ye?) 😦

    • Itu dia mas… Kadang, kalo mepet pun saya ‘terjerumus’.. Di semua lini, produk china menyerbu tak terbendung.. Dari barang kecil kek peniti sampe buldoser..

  4. Mungkin lantaran terpaksa atau gimana tapi mayoritas barang yang saya punyai buatan dalam negeri. Baju, celana, tas, sepatu, kecuali beberapa barang elektronik…

  5. sampu rasun..

    punten kang asep. sebenernya malu euy komen di sini. banyak sekali pengunjungnya.

    tentang cinta produk indonesia, setuju banget. dan miris sekali memang melihat berita televisi tentang masyarakat yang ngantri berebut produk impor. padahal produk cibaduyut-pun gak kalah bagus. juga produk ciomas..

    mantap artikelnya boss, kenceng bener updatenya. hehe…

    lanjut maaaangg…..!!

  6. klo dinilai person, memang bergantung kesadaran masg2, tp klo ditarik ke pandangan holistik yg lebih besar kang, banyak variabelnya, ekonomi negara, ekspor impor, kemiskinan, dll
    saya mbantu doa aja dulu deh 😀

    • Hmm.. Saya kurang begitu faham dengan teori ekonomi makro semacam itu bang.. Tapi yang saya fahami adalah, ketika bangsa ini mandiri (memenuhi dominasi kebutuhannya dari negri sendiri) maka saya yakin bangsa ini bisa bangkit!

  7. Aku juga cinta Indonesia, meski kadang-kadang kecewa juga karena terlalu cinta Indonesia.

    Saat beli motor, aku milih merk Burung dibanding merk Jepang, karena di iklannya motor Burung adalah motor buatan anak Indonesia.

    Ternyata keawetannya tidak bisa menyaingi produk Jepang. Padahal aku sudah promosi ke mana-mana untuk beli motor merk Burung itu.

    Semoga produk sekarang sudah berbeda dari produk 6 tahun lalu. Amin.

    Salam

  8. oooooohhh… ga boleh pake kata indon yaaa… hihihi ga tau n ga ngeh kang… sualnya sunflo ga ikut2an ma konflik dua negara itu… sunflo ga mau terlarut dalam konflik yang diciptakan oleh pihak2 yg ga seneng ma hub dua negara tersebut… bukan maksud utk membuat panas suasana dg kata indon… maap, sunflo org yg free.. lepas dr kepentingan apapun…piss dah

    • Gpp bun.. Sayah juga biasa ajah kok.. Cuman menimpali Bang David ajah.. Maklum beliau ‘kan tinggal di deket2 negri itu, beliau di Riau.. 🙂

  9. saya rasa, selama pola pikir produk indonesia itu jelek.. ajakan pakai produk indonesia ini sulit terlaksana.

    dan selama orang indo lebih menyukai kerja di luar negeri karena dibayar pakai dolar, ini sama saja karena dia lebih menyumbangkan tenaganya untuk orang luar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s