Kuncinya Adalah 2,5%

Dalam lingkungan keluarga, saya cukup akrab dengan janda. Almarhumah ibu saya sempat men-janda 4 tahun setelah ditinggal almarhum ayah. Kakak kandung saya pun men-janda, setelah sang mantan suami – dengan kedangkalan otaknya- tiba-tiba saja menceraikan kakakku tiga tahun silam (semoga Allah menguatkan hati kakak). Dan sekarang, tambah satu JANDA lagi yang hadir dalam kehidupan saya. Tapi janda yang satu lain daripada janda-janda yang selama ini  saya kenal. Janda yang ini malah banyak penggemarnya, sampai saya pun harus mengantri untuk menemui (dan  menikmatinya).

Si Janda ini saya kenal sekira 6 bulan lalu dalam suatu perjumpaan kopi darat dalam komunitas blogger yang saya akrabi. Saya dikenalkan dengan si janda lewat sahabat saya, kang Achoey. Didorong rasa penasaran, sejak itu saya bertekad untuk mengunjungi rumah si Janda.

Akhirnya, baru Selasa (16/03) saya diberi nikmat waktu untuk dapat menemui si Janda. Saya mengajak istri dan anak saya.  Ketika melongok ke dalam kedai, saya melihat sunggingan senyum penuh makna dari sang empunya rumah. Reflek, sesaat setelah saya melambaikan tangan, saya mengacungkan jempol tanda untuk dia agar acuhkan saja saya, lanjutkan aktivitasmu, kawan. Tapi tidak, ia tak begitu saja mengacuhkan saya. Sambutan hangatnya tetap ia tunjukkan di sela-sela kesibukannya menerima tamu penggemar si Janda yang lain.

“Silahkan, mau pilih janda yang mana?”, sang empunya rumah menawarkan setelah melewati obrolan hangat di awal perjumpaan. Di tembok tampak jelas terpampang tulisan “Men-JANDA”. Tak lain dan tak bukan adalah singkatan dari Menu Mie Janda. Benar kawan, Si Janda yang sedari tadi saya ceritakan itu adalah nama unik jenis mie ayam yang dikelola oleh sahabat saya itu. “Wah, banyak sekali stok jandanya ya kang?”, saya berguyon. Varian Mie Janda yang lucu dan unik membuat saya penasaran. Ini dia jenis menu di Mie Janda (MJ): Mie Janda Kembang, Janda PR, Janda Bombom, Janda Kaya, Janda Tajir, atau Janda KT, Janda Komplit. Referensi utamanya adalah Mie Janda KT. Eit, ada Janda, tak lengkap tanpa Duda. Ternyata Duda disini adalah sejenis es kelapa muda, namun uniknya, rasa manis diperoleh dari madu segar yang memberikan rasa unik.


Mie Janda KT

Es Duda

Sumber gambar dari sini, saya tidak sempat foto karena tak sabar menyantapnya 😀

Mie Janda KT (singkatan Kuah Telur) disajikan dengan penampakan layaknya mie ayam pada umunya. Tapi saya melihat ada baluran telur dalam helaian mie yang terlihat kenyal, disajikan dengan kaldu plus orak-arik telor dan telor puyuh (aduh.. ulasan kuliner saya sangat buruk nih, maap kalo maksudnya tak tersampaikan, tapi intinya adalah dua kata: “Enak Banget”).  Lalu Es DuDa itu singkatan dari Madu dan Kelapa Muda (bisa.. saja) ini menghadirkan rasa manis khas madu yang menyegarkan ditambahkan butiran-butiran nangka. Hmm, dua jenis menu yang berjodoh dalam lidah saya :D.

Kedai Sahaja

Banyak hal yang kami obrolkan dalam silaturahim di sore hari menjelang magrib itu. Perjalanan hidup yang penuh inspiratif dari sahabat saya itu. Dari mulai perjalanan hidupnya setelah lulus kuliah yang sempat berjualan ketoprak di kaki lima, menggagas lembaga pendidikan SSC di Bogor, hingga pada usahanya di kedai mie yang ia sebut Kedai Sahaja ini. Bersama sahabat-sahabatnya ia membangun usaha ini dari nol, dari semula hanya menggelar usahanya pada gerobak di depan ia bekerja di SSC, hingga sekarang telah pindah dalam kedai dan membuka satu cabang di Depok (terakhir, ia berencana akan ekspansi ke Bogor kota). Tak salah dengan ungkapan sahaja yang ia sematkan pada kedainya. Karena saya melihat mereka yang berada pada kedai itu penuh dengan kesahajaan. Senyum tak pernah terlepas dari wajah mereka. Setiap pelanggan yang masuk, tanpa membeda-bedakan akan mereka layani dengan senyuman.

Achoey dan Saya

Namun, satu topik obrolan yang sangat apresiasi adalah ketika ia menceritakan bahwa kesuksesan yang ia capai saat ini tidak terlepas dari amanah janji yang ia pegang teguh. Yaitu tentang 2,5%. Mereka akan menyisihkan 2,5% dari pendapatannya -untung maupun rugi- dialokasikan untuk membantu sesama yang menjalani kesulitan hidup. 2,5% itulah yang memberikan kekuatan pada usaha mereka.

Maka tak heran saat sahabat kami, Mataharitimoer memasukan kang Achoey dalam bukunya “Guru Kehidupan – Belajar Kaya dari Si Miskin”. Perjalanan hidup dalam mengembangkan usahanya dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Petikan dalam weblognya, “Alasan kenapa Mie Janda dimuat dalam buku Guru Kehidupan ini adalah karena Mie Janda merupakan satu unit usaha yang memiliki kesadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan, atau yang biasa dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR)”. Ya, MJ selalu peduli terhadap lingkungan sekitar. Setiap milad-nya MJ selalu menghadirkan acara sosial bersama yatim-piatu dan warga sekitar.

2,5% itu seolah menjadi kunci kekuatan usaha yang dijalankannya. Saya sangat terinspirasi akan hal itu. Nikmat dan rezeki yang kita peroleh, sebagian adalah hak saudara-saudara kita yang tak mampu.

Berbagilah, maka engkau akan mendapatkan lebih banyak lagi

Sukses buat kita semua!

Alamat Kedai Mie Janda :

1. Mie Janda Cibinong | Jl. Raya Mayor Oking Jayaatmaja, Ciriung, Cibinong. Seberang SMPN/ SMAN 1 Cibinong

2.  Mie Janda Cilodong | l. Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong. Sekitar 500 m masuk dari Jl. Raya Jakarta-Bogor

Advertisements

82 thoughts on “Kuncinya Adalah 2,5%

  1. (maaf) izin mengamankan KELIMAAAXXXZ dulu. Boleh kan?!
    Belum pernah menikmati satu Janda-pun. Termasuk Janda yang terakhir. Biaya transportnya terlalu mahal. Masa mau makan mie aja kudu naik pesawat dulu, hehehe

  2. Ada sebuah nasehat yang saya terima ketika akan membuka warung Mie Ayam SEHATI.

    “Sebelum bertransaksi dengan manusia, cobalah bertransaksi dulu dengan Allah”, begitu katanya

    “Caranya?”

    “Buat mie barang beberapa mangkok, satu juga boleh dan coba kasihkan mie itu secara gratis untuk orang yang membutuhkan atau orang yang kamu anggap pantas untuk menerimanya”

    “Siap …”

    Begitulah ceritanya.
    mau nengok dimana warung itu dibuka?

    Silahkan klik disini
    http://tinyurl.com/yaknp8k

    Salam

  3. aduuuh ……. lagi kepengen makan mie dini hari gini … malah postingannya tentang mie ….. disini susah nyari bakmi …. 😦 kebanyakan mienya mie ramen ala jepang ….
    sok lah mie janda buka cabang disini ….. 😀

  4. Dengan janda beneran mingsih enakan nyang ini ya mas? Ada lho nyang lebih hot, nyaitu “menjanda ngekor milik Sonia” 😆

  5. Sahabatku, saya terharu membaca tulisanmu. Kau menyentuh sisi dimana aku merasa tulisanmu begitu memotivasi agar Mie Janda terus tumbuh dan berkembang. Tentunya dengan banyak alasan, salah satunya agar kami lebih mampu untuk terus berbagi.

    Sahabatku, salam ta’jim untukmu dan keluarga yang sudah menyempatkan. Beberapa jam sebelumnya juga sahabat BLOGOR kita, PeGe bersama ayah dan ibunya.

    Sala dahsyat.

  6. Pingback: Membiasakan Bahagia « Tulisan Sang Sahaja

  7. wakwkakwka kreatif banget tuch yang ngasih nama mie janda dan ice duda cucok dunt hehhe

    blogwalking berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    maksih
    😀

  8. wew.. kisah yg mengispirasi sekali.. ma=emank betul 2,5 % itu wajib buat yg berhak, pasti ada balasan yg setimpal.. moga maju dan berkembang terus dah mie jandannya..

    ngomong2 mie jandannya unik jg yah. memberikan kesan tersendiri.. apalagi ada es dudanya.. hehe.. 😀

  9. Kan yang 2.5% itu sudah bukan milik kita Kang, cuma kitanya saja yang nggak tahu diri ;), sudah menjadi jatah orang lain tetapi ngakunya milik sendiri.

  10. udah dengar lama ttg mie ini
    niat pingin nyobain, tp lokasi markas nya itu dua2 nya jauh dari tempat saya heheee.. ga terbiasa keluyuran di jakarta jauh2, soalnya tukang nyasar :-p

    kl suatu saat saya mampir sana, mie Janda KT itu bukan pilihan krn sy ga suka telur & ga suka mie berkuah 😀 tp pst ada menu lain yg cocok

    dan si duda ber nangka itu spt nya bakalan jd favorit saya
    soalnya suka bgt nangka, biarpun dicampur kelapa 😀
    okelah, sampe in ama juragan nya, semoga sukses & ga pernah lupa 2,5% nya itu

  11. Aku juga mau mas kalo ‘Janda’nya kayak gitu…

    2,5 % sebenarnya sesuatu yang sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Tapi karena sederhana, banyak yang melupakan itu.
    Insya Allah kalo punya rezeki, 2,5 % akan selalu aku sisihkan untuk yang berhak.
    Doakan ya mas semoga itu terlaksana

  12. Wah aku belum sempat kopdar sama Mas Achoey…melihat gambar makanannya dan minumannya kayaknya EB (enak bangeeeeettt)

    CSRnya bagus tuh, kalau ditiru oleh warung-warung sejenis sampai perusahaan besar pasti g ada orang yang meminta-minta di perempatan jalan atau rumah-rumah

  13. Assalamualaikum Kang Asep…… Salam kenal, saya blogger Indramayu. Walaupun tinggal di Jatiwangi Kab. Majalengka, tapi saya tugas di Kec. Kroya. Kang Asep, bisa tidak kita bertukar link?? Ditunggu jawabannya. Terima Kasih 🙂

    • Wa’alaikum salam… Alhamdulillah akhirnya blogger indramayu mulai bermunculan.. 🙂

      Pati kang, pasti akan saya tempatkan lonk blog kakang di blogroll sayah (tentunya di bagian Blogger Indramayu dong… 🙂 )

      Sering-sering saling berkunjung ya kang….

  14. Duh, di Bandung lagi hujan nih, jadi aja pengen makan mie ‘janda’ …kayaknya sejenis mie rebus Jawa ya, pake telur dan suwiran daging ayam, irisan kol dan tomat…hmmm, yummy 🙂

    • Hehe.. Ada yang lupa saya tuliskan, sebenernya kata “Janda” itu merupakan penggabungan Jawa-Sunda, para punggawa kedai berasal dari dua daerah itu (ini kata si empunya kedai loh… )

  15. Selamat menikmati janda2mu mas…
    Saya setuju bahwa 2,5% milik kita ada hak orang lain di dalamnya. Kalaupun belum mencapai nisab, setidaknya kita bisa belajar untuk berbagi.

  16. Nah kan bener kata saya: Dynamite Duo hehehehe… Jadi kepengen kenal dan belajar sama Kang Achoey 😀

    P.S. Mie Sehati itu salah satu usaha yang dikembangkan oleh Pak Eko Eshape 😀

    • Dynamite Duo nempel juga di sini.. 🙂

      Wuah.. Berarti saya punya dua sahabat blogger pengusahan mie ayam dong.. 🙂 Berarti harus ‘nyerbu ke Mie Sehati juga nih… Tunggu saya Pak eko.. 🙂

  17. doohhh kang asep… saya tuh kepingiiiin banget mencicipi kek apa sih rasanya mie janda tuuh, barusan ngrayu si achoey tuk tampilin kek apa rupa si mie tersebut… alhamdulillaah emang jodohnya di sini, saya jadi bisa liat tuh mie.. makasih yaaa… ntar aq pelototin tuh mie… n bersiap2 mo praktekin di dapur laga kalau bisa… hehehe…

  18. Kunjungan kedua, bareng istri karena penasaran seperti apa mie janda itu..

    Satu kata yang terucap dari istriku waktu makan.. “subhanallah.. rame banget!”

    yup, memang ada something di mie janda ini yang bikin ramai. Dan itu bukan klenik, tapi namanya rejeki yang diatur Allah. Dengan kesungguhan, komitmen dan keramahtamahan semua krunya, especially kang achoey.

    Istri saya sangat terkesan dengan mie janda ini, apalagi saya yang kalau pulang dari kantor baru separuh jalan sampai cibinong. Perlu setengah jam lagi nyampe rumah di bogor kota. Jadinya, sepertinya bakalan sering mampir nih hehe.. apalagi kalau sedang suntuk daripada ngantuk..

    hidup mie janda!

    • Bener kang unggul… Allah menganugerahi kenikmatan pada MJ tidak terlepas dari amalan yang telah diperbuatnya.. yaitu 2,5% itu..

      Kapan2 kita kopdaran disana ya…

  19. Pingback: Pilih Duda atau Jejaka | SAHAJA CINTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s