Intermezzo si Ujang

Ujang, pemuda asli Sunda ini memiliki berbagai pengalaman unik dalam pergaulannya. Akibat ke-bhineka-an yang menjadi ciri negeri ini.

Akibat lama menganggur, Ujang terpaksa bekerja serabutan, salah satunya menjadi penggali sumur. Bersama sahabat karibnya, Jiun yang asli Betawi, mereka  mendapat job untuk menggali sumur di rumah seorang warga. Setelah setengah perjalanan ‘proyek’ mereka kerjakan, Jiun berniat  melakukan rehat sejenak, “Jang, aye mau ke warung dulu ye.. ngupi-ngupi  dulu bentaran.. Mo nitip kagak?”, Jiun berucap sambil  ijin pada sahabatnya. “Nggak ah, lagi nanggung nih galiannya“, ucap Ujang. Baru saja Jiun berjalan meninggalkan lokasi pekerjaan, tiba-tiba Ujang terpeleset masuk ke dalam galian sumur yang sudah cukup dalam dan belum memilki pijakan.  Spontan dia berteriak, “Taraje.. Taraje..!”. Jiun yang sedang bersantai mendengarkan teriakan Ujang, malah tersenyum. Ah, baik benar si Ujang, memperbolehkan gue untuk beristirahat lebih lama, buktinya dia bilang “Ntar aje..Ntar aje..”, Jiun berkata dalam hati… (Taraje dalam bahasa Sunda berarti tangga)…

Lain waktu, Ujang terlibat cekcok dengan Amri dari Padang. Hingga berlanjut ke area fisik, saling baku hantam. Ujang yang berbadan lebih besar lebih menguasai arena. Tantu saja Amri menjadi bulan-bulanan pukulan Ujang. Setiap kalu Ujang melepaskan pukulan,Amri yang kesakitan berteriak, “Sakiit.. Sakiit..!!“, namun karena logat khas Padang Amri, suara yang terdengar oleh Ujang adalah, “sakieu.. Sakieuu!” . Makin marahlah si ujang karena menganggap Amri meremehkan pukulannya. Dalam pikiran Ujang, Amri seolah berkata, “Ah! Cuma segini kemampuanmu!?” (Sakieu dalam bahasa sunda berarti segini)…

Dulu, semasa SD, Ujang diajar oleh guru Matematika galak asal Batak. Jika terjadi keributan di kelas, tak jarang properti kelas beterbangan hingga ke jidat para pembuat keributan. Tak beda dengan Ujang. Ketika sang guru serius mememberikan sebuah pelajaran. Ujang malah asyik mencorat-coret meja dengan kapur tulis yang ia miliki. Karena merasa diacuhkan, sang guru spontan berteriak ke arah Ujang, “Letakkan kapur itu!“. Dengan lugunya, Ujang malah menjilat kapur tulis itu dengan gemetaran… (Letak -pengucapannya seperti kita mengatakan kata ‘kecap’- dalam bahasa sunda berarti menjilat)…

Ujang, ujang.. Malang benar nasibmu.. 😀

Tapi kisah si Ujang berhasil mengajak saya tersenyum dan membuat saya berani untuk ikut nyemplung dalam Liga Tertawa di BlogCamp 🙂 .

Catatan: Nama-nama yang terlibat hanya fiktif semata, dan ditujukan untuk menghibur semata.. dan mengingatkan betapa kayanya ke-bhinneka-an Indonesia.. Perbedaan ternyata bisa menumbuhkan keceriaan.. 😉

Sumber gambar: neofirman

Advertisements

59 thoughts on “Intermezzo si Ujang

  1. hahahahahahaha…… mungkin dulu waktu SDnya, pas pelajaran b. Indonesia, si Ujang kabur mulu y kang?? 😀

    yang paling bikin saya ngakak adalah pertarungan si ujang dengan orang padang itu. haha..

    sae pisan kang caritana. keren.

  2. 🙂 🙂 🙂
    Pasti makhrorijul huruf dari si Amri kurang tepat
    Seharusnya ia bilang:

    Sakik woi

    Tapi karena sedang berkelahi jadi kurang bersih pelafalannya. Jadinya nggak dikasih spasi dan seolah2 kedengaran seperti sakieuu.

  3. itulah hebatnya indonesia, bermacam-macam suku budaya
    jangankan bahasa suku lain kadang-kadang bahasa suku saya sendiri yaitu sunda, kadang-kadang tidak tahu

  4. Kenyataannya beda logat bahasa bikin suasana jadi ceria.
    Salam Kenal, saya berkunjung setelah membaca review blognya dari Mas Aldy.

    • @arkasala: Salam hangat juga kang.. Tadi siang sudah berkunjung balik kang.. Semoga terus terjalin ya..

      @ismi: Amin.. sama-sama ya..

      @Andy: Ujang tidak sama dengan asep.. 😀

      @MT: ati2 jangan sampe ngerusak keyboard.. 🙂

    • @zaiful: Sip.. Makasih udah nengok ya kang….

      @kang dira: nice cream.. 🙂

      @julie : pasrtisipasi juga pastinya.. 🙂 Hayuks… Dimana kapan? sama siapa aja?

    • @k’iman: kalo ujang.. pake payun dong kang… 🙂

      @bun sun: ati2 di negeri sana kan ketawa gak boleh ngakak… Apaan tuh.. penasaran.. 😉

  5. hahaha………selalu saja terjadi salah faham krn bahasa daerah 😀 😀 😀
    lucu tapi kasihan 🙂
    Semoga Asep sukses dlm acara nya PakDhe ini
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s