Berbagi Darah

Muka pucat, keringat dingin, dan sudah pasti jantung berdegup kencang. Itulah suasana yang terjadi pada diri saya menjelang giliran untuk diambil seperempat darah pada acara donor darah dalam rangkaian peringatan HUT PGN ke-45 hari Sabtu (07/05) kemarin.

Maklumlah, ini pengalaman pertama saya mendonorkan darah :). Sempat ragu juga apakah saya bisa melakukannya. Karena saya ingat, beberapa bulan lalu ketika MCU, pada sesi pengambilan sekitar 10 cc darah, kondisi serupa saya alami. Efeknya, kepala langsung pusing dan mata berkunang-kunang. Itu hanya 10 cc. Sedangkan pada kegiatan donor ini diharapkan bisa menyumbangkan minimal 250 cc darah. Apa jadinya nanti?

Tapi rasa ‘tak karuan’ itu hilang ketika melihat antusias rekan-rekan sekantor untuk turut mendonorkan darah. Setelah dilakukan pengecekan tahap awal, alhamdulillah kondisi saya cukup baik untuk diambil darahnya.

Kegiatan donor darah rutin kami laksanakan setiap tahun, terutama dalam rangkaian peringatan ultah perusahaan. Setiap tahun, jumlah selalu bertambah. Tahun ini saja diikuti 183 pendonor, namun hanya 135 orang saja yang lolos tes untuk diambil darahnya. Sisanya, karena berbagi alasan medis tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darah.

Jika dihitung rata-rata darah yang diambil 250 cc (250 ml), lalu dikalikan 135 pendonor, berarti kami sudah menyumbang sekitar 33 Liter darah (dengan berbagai golongan darah). Alhamdulillah, semoga ini bisa dimanfaatkan oleh PMI untuk program-program kemanusiaan yang mereka jalankan. Menurut info, kebutuhan darah di berbagai rumah sakit di Indonesia sangat tinggi dan terkadang stok dar mengalami defisit. Hmm, bisa dibayangkan jika terjadi pada diri kita, suatu ketika membutuhkan darah sedangkan pada saat yang sama stok darah habis…

Dengan menjadi pendonor darah, kita medapat dua keuntungan sekaligus. Pertama, -jika kita ikhlas- Allah pasti akan mencurahkan pahala karena mendonorkan darah hakikatnya sama dengan bersedekah. Kedua, tubuh aka merasakan manfaatnya karena sel-sel darah akan diganti dengan yang baru menggantikan darah yang kita donorkan.

Semoga saya masih bisa untuk berpartisipasi setiap ada kegiatan donor darah ini. Saya batu memulainya, bagaimana dengan anda?

Advertisements

31 thoughts on “Berbagi Darah

  1. selamat deh… donor darah, sederhana namun menjadi amal ibadah dan sedekah yang terus memberi kebaikan… salam sukses Bung…

    sedj

    • @sedjatee: Iya deh… 🙂
      @julie: iya, kalo BB < 50kg katanya mesti ada cek khusus
      @antok: cobain deh, gak krasa apa2 ternyata… 🙂

  2. Aku jarang ikut aksi donor darah soalnya darahku sulit dicari…sesuai namaku Akhmad Budi golongan darahku berjenis AB. Jadi pas orang butuh saja aku donorkan. Dan rasanya menyenangkan ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain dan membuatnya tersenyum. iya kan Mas?

  3. Subhanallah… kegiatan ini membantu banget 🙂
    Saya pernah beberapa kali donor darah pada setiap dies natalis kampus, kalo pas kebetulan lagi diluar ‘jadual’ bulanan 🙂
    Hayo… yang bodinya kekar… pada ikutan dong… 🙂

  4. belum pernah donor darah,waktu kuliah dulu mau donor untuk seorang bayi anak tetangga dikos2an tapi gak jadi karna berat badan gak memenuhi syarat 😦 nasib orang mungil, padahal keinginan untuk mendonorkan darahku besar banget 🙂
    salam kenal mas

  5. Alhamdulillah, akhirnya bunda bisa juga bertamu kesini,
    gak tau kenapa , dr kemarin kok ,setiap kali kesini, selalu ada rambu2 error .
    Kenapa ya Mas?

    bunda blm pernah ikut jadi donor darah Mas Asep.
    kebayang ngilunya sewaktu ditusuk jarum utk beberapa lama 😦
    salam

  6. huufph.. meski rose suka warna merah..secara mawar merah gtu… kok blom pernah donor darah yuaah?? 😕
    pinnya bagus tuh mas… 😉

  7. @nanang : alhamdulillah gak terasa apa2 mas.. malah bawaannya lebih suwegerr.. 🙂
    @ismi: jangan dipaksain, ntar malah mbak is lagi yang butuh darah… 🙂
    @hellga: cobain dong.. darah muda gityu lochh…
    @arif : berarti prnah dong.. ayo lagi..
    @wiwin: iya, ktnya ada batasan berat badan minimal.. ya udah, yg pentingkan niatnya ada.. Salam kenal juga ya.. trms dah berkunjung..
    @bunda: iya bun, awal2 juga sempet deg2an.. tp ketika tiba saatnya, kok ga krasa sakit ya.. kalo sakit ps ditusuk jarum sih wajar.. itu pun dikit kok…
    @rose: cobain deh.. pasti bagus juga bt tubuh.. doh, perhatian ama pin-nya… 🙂

    @semua: mohon maap bales komennya ala pesbuk gini.. soalnya ni onlen lewat ponsel sih… 😉

  8. insomnia jd blogwalking dini hari gini, salam kenal dulu mz,
    hiiiyy, baca tulisan di atass jdi serem, g berani ngebayangin. secara lihat jarum suntik j serem, hehehe.. sampai usia saya kepala dua gini, belum pernah cek golongan darah gimana mau donor darah, heheheh..

    ditunggu kunjungan baliknya y..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s