Penyesalan Tiada Akhir

Sahabat, kali ini saya ingin berkeluh kesah tentang penyesalan yang saya rasakan hampir satu bulan ini. Meski saya tahu benar, mengeluh itu adalah kebiasaan orang yang mudah menyerah dan tidak bersyukur. Tapi mungkin saj dengan menuliskannya, perasaan gundah ini bisa hilang ;).

Jadi begini, medio April lalu, kantor saya membuka kesempatan bagi karyawannya untuk mengikuti tes masuk pendidikan spesialis bidang LNG selama satu tahun di Cepu. Saya mengetahuinya di saat akhir penutupan pendaftaran. Tapi entah -sampai saat ini saya tidak habis pikir- kenapa saya tidak berminat mendaftar. Minimal hanya mendaftar, meski tidak ada jaminan bisa lolos. Tapi apa saahnya untuk mencoba? Hingga satu minggu setelah batas akhir pendaftaran, baru saya berpikir lebih mendalam, teryata pilihan saya salah besar. Sampai-sampai saya menyebutnya sebagai ‘kesalahan terburuk di tahun 2010’ :(.

Kenapa kesempatan untuk menimba ilmu baru saya tolak? Sekali saya bilang, saya pun tak habis pikir. Padahal LNG kemungkinan besar akan menjadi primadona sumber enargi di masa mendatang. Dan sudah pasti, ilmu baru itu dapat menambah wawasan saya dalam dunia bisnis minyak dan gas. Imbasnya, menjadi tambahan kompetensi bagi saya. Yang terahir, saya bisa santai sejenak selama 1 tahun ‘libur’ dari rutinitas kantor yang monoton :).

Jujur saja, sampai detik ini, sampai saat saya mengetikan huruf-huruf untuk membuat tulisan ini, penyesalan itu tidak kunjung reda. Meskipun seringkali saya berusaha menghibur diri bahwa mungkin itu bukan rizki saya, atau mungkin saja nanti ada kesempatan lain, sehingga saya bisa mencobanya lagi. Bahkan istri tercinta pun selalu berusaha menenangkan pikiran saya ketika saya tiba-tiba uring-uringan membahas hal ini lagi.

Pernahkan sahabat berada pada posisi semacam itu? Menyesali sesuatu yang telah lalu. Penyesalan tiada akhir :). Atau, bila sahabat berada pada posisi saya seperti itu, apa yang akan sahabat lakukan? Please give me your opinions…

Advertisements

29 thoughts on “Penyesalan Tiada Akhir

  1. manusiawi sih nyesel, tapi lebih baik jadikan motivasi aja kang, untuk mencari peluang lain untuk bisa menambah ilmu 😀 tetep semangat ya 🙂

  2. Apa yang akan saya tulis ini mungkin terkesan klise dan klasik …
    Tapi saya merasa harus menuliskannya ..

    Please jangan menyesali apa yang sudah kita lakukan …
    Berdoa saja kesempatan ini (juga kesempatan-kesempatan lain ) akan datang lagi …
    Dan mungkin saja akan lebih baik … dimasa yang akan datang …

    So …
    Be Cool

    Salam saya Kang Asep

    • Wait …
      satu lagi …
      Pertanyaan Kang Asep di bagian akhir ??
      mmm … ini stimulus juga nih …

      Saya coba fikirkan peristiwa itu …dan mudah-mudahan bisa saya postingkan nanti …

      Thanks Kang …

  3. jngan trlalu mndalam mnyesali sesuatu kang asep, Alloh psti akan merencanakan yg lebih baik lgi untuk hambanya, percaya saja dg Alloh… mga Alloh mengabulkan cita2 dan harapan kang asep.. amin.

  4. saya cm ingin mengutip kata pak mario teguh kang asep….mengeluh atas penyesalan bagi seseorang hanya utk menunjukkan bahwa ini loh, saya lemah, manusia lemah. karena percayalah, menyesal tidak akan mengembalikan apapun. itu hanya untuk melegakan hati manusia. tp mengeluh itu ada manfaatnya. ya itu td, biar lega dan untuk menunjukkan bahwa ini loh saya lemah. tp jgn terlalu lama nungkin yag…lebih baik konsentrasi ke hal lain….:D

  5. saya pun juga punya penyesalan dan sampai hari ini rasa sesal itu masih ada, tidak bisa mendampingi ibu di saat detik terakhir kehidupannya. demi keluarga dan orang tersayang akan saya lakukan apa saja asal mereka bisa bahagia
    belajar dari pengalaman untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama

    • Pengalaman mbak itu mirip juga dgn saya mbak.. tidak dampingi almarhumah saat detik terakhir.. tapi jika teringat saya pasti mendoakan beliau…

  6. Menyesal nggak ada artinya bang, kecuali kalau kita barusan melakukan dosa. Yang udah ya udahlah, ikhlaskan aja. Untuk bisa bilang ikhlas, perlu ikhlas.

  7. 😥 Saya mengerti perasaan Mas Asep…. 😦
    Saya dulu juga pernah merasakannya… ketika menyesal mengapa tidak segera mengambil suatu mata kuliah, padahal teman2 yang lain mengambilnya. Apalagi, waktu mereka bilang dosennya baik dan murah nilai… malah mupeng dan menyesal… 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s