City Gas, Upaya Mengurangi Ekspor Gas

Sudah pernah dengar tentang city gas? Kebijakan baru yang memaksimalkan pemanfaatan sumber energi alternatif ini sedang hangat dipromosikan oleh pemerintah. Suatu upaya untuk mengantisipasi defisit elpiji (LPG) yang sudah kadung lebih dikenal masyarakat luas. Hingga saat ini saja masih sering kita jumpai berita tentang kelangkaan elpiji di beberapa daerah di Indonesia.

City gas merupakan program pemerintah (kementrian ESDM) yang memaksimalkan pemanfaatan gas alam untuk kebutuhan rumah tangga. Didistribusikan melalui sistem perpipaan layaknya distibusi air PAM. Beberapa kota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Cirebon, Palembang, Surabaya dan Medan sudah lama ‘menikmati’ bahan bakar gas jenis ini. Berupa gas alam yang didistribusikan melaui pipa-bipa baja maupun pipa polyethylen (PE) yang masuk hingga ke rumah-rumah warga. Diharapkan dengan program city gas ini, pemanfaatan gas bumi bisa tersebar di berbagai kota lain.

Pemerintah mulai menggiatkan pemanfaatan gas alam ini dengan program city gas dengan memperluas area distribusinya di kota-kota lainnya. Undang-undang Migas No.22 tahun 2001 (belakanga, UU ini menjadi perdebatan untuk segera direvisi) yang menyebutkan terbukanya bisnis distribusi gas ini, turut membantu pelaksanaan kebijakan city gas dengan bermunculannya perusahaan-perusahaan daerah maupun swasta untuk terlibat di dalamnya. Selama ini pendistribusan gas alam -khususnya untuk sektor rumah tangga- dilakukan oleh PGN, sebuah BUMN yang memfokuskan pada bidang transmisi dan distribusi gas alam (gas bumi).

Program city gas di luncurkan di saat kita dihadapkan dengan data yang menunjukkan bahwa terjadi defisit pada neraca gas. Kebutuhan pasar akan gas alam lebih tinggi daripada pasokannya. Industri-industri sudah bayak yang terkena imbas negatifnya.

Lantas bagaimana dengan nasib city gas? Apakah akan mandek seperti kebiasaan program-program pemerintah yang lain?

Ini seperti mengurai kembali benang kusut. Sebenarnya, bangsa ini tidak dalam kondisi defisit gas jika saja prosentase jumlah ekspor energi ini lebih kecil dibading untk kebutuhan domestik. Saat ini ekspor gas menempati porsi 60% dari total produksi.

Sebenarnya juga, cadangan gas bumi kita melimpah ruah, hanya saja belum tereksplorasi secara maksimal. Meski sudah tereksplorasi, kendalanya ada di sistem transportasinya. Cadangan gas tersebar di berbagai pulau besar. Untuk itu, dibentuk kerjasama antara pemerintah dengan pelaku industri migas (di ataranya PGN) untuk membangun terminal LNG (Liquified Natural Gas, gas alam yang dicairkan) dan CNG (Compressed Natural Gas). Transportasi gas dlakukan dengan kapal laut, tidak melalui pipa.

Kembali ke soal city gas. Kita berdoa saja agar kebijakan ini menjadi solusi terbaik bagi semua. Ekspor gas ke luar negeri jadi berkurang, sehingga kitalah yang dimanjakan oleh melimpahnya energi yang berasal dari bumi Indonesia. Malaysia, Singapura, Hongkong terang benderang karena mendapat pasokan gasdari kita, kenapa rumah kita sendiri gelap-gelapan? Atau di lingkungan nyata, semoga tidak terjadi lagi antrian panjang ibu-ibu yang menunggu tabung gas elpiji yang terisi penuh datang :).

Oya, pada tulisan selanjutnya saya akan coba menjelaskan tentang perbedaan elpiji (LPG) dengan gas alam yang jadi komoditi city gas tersebut.

Advertisements

22 thoughts on “City Gas, Upaya Mengurangi Ekspor Gas

  1. Semoga kebijakan ini berjalan sebagaimana mestinya seperti yg diharapkan,
    jangan sampai terjadi lagi, kita yg punya listrik melimpah kok, malah sering byar pet. 😦
    Semoga hal seperti itu gak terjadi pada city gas ini .
    maaf, karena seringnya kebijakan yg dibuat, tdk pernah bijak utk masyarakat banyak.
    bukannya pesimis, namun marilah kita lihat dan doakan saja,
    salam

    • Amin.. Kadang, yang patut dikhawatirkan adalah ‘kebijakan’ itu ditunggangi oleh kepentingan2 segelintir orang atau kelompok tertentu.. Semoga tidak terjadi..

  2. Ane stuju dengan pernyataan terakhir, ane juga gak habis pikir kenapa bangsa kita hobby menjual aset2 negara yang notabene nya menjadi kepentingan masyarakat luas…

    ckckccckckckccc…..

  3. Pingback: Sampling Gas Bumi « [SaiBlog]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s