Antara Saya dan Aku

Sewaktu di awal-awal mulai aktif ngeblog (lagi), terus terang saya sempat bingung mau menggunakan kata ganti ‘saya’ atau ‘aku’ pada setiap tulisan di blog ini. Pada mulanya saya menggunakan kata ‘aku’ untuk menyebut kata ganti orang pertama tunggal untuk diri saya sendiri. Namun akhir-akhir ini saya merasa lebih nyaman jika menggunaan kata ‘saya’.

Baik, ini adalah alasan saya ketika memutuskan mengganti penggunaan kata ‘aku’ dengan ‘saya’. Kata ganti ‘aku’ menurut saya menjadikan tulisan yang dibuat lebih berasa personal, satu arah, dan mungkin berasa puitis :). Cocok untuk tulisan berisi curhat-curhatan, renungan, atau hal-hal yang bercorak mellow… ;). Nah, karena kesimpulan (yang mengada-ada) itu, dan setelah saya pikir-pikir saya tidak cocok untuk hal yang berbau puitis (memang tak jago puitis), saya putuskan untuk kembali menggunakan kata ganti ‘saya’ untuk setiap tulisan saya.

Menulis dengan kata ganti saya’ memberikan rasa nyaman da keleluasaan dalam mengembangkan isi tulisan. Ini versi saya, karena pasti setiap blogger memiliki ciri khasnya masing-masing. Dengan ‘saya’, saya merasa mudah dan nyaman untuk berkomunikasi dengan siapapun tanpa memandang usia. Sudah lumrah di negeri ini, bahasa pun merupakn ukuran kesopanan dalam bekomunikasi, termasuk penggunaan kata ganti orang.

Oya, jangan salah. Di dunia nyata, nyaris semua kata ganti yang lazim dipakai saya gunakan untuk setiap sahabat yang berbeda. ‘Saya’, ‘aku’, atau ‘gue’/’gua’ saya tempatkan sesuai lawan bicara yang saya hadapi. Sejauh ini sih tak ada masalah dengan itu.

Tapi, terkadang jika ke-mellow-an menghampiri, saya pun tidak menampik untuk menggunakan kata ganti ‘aku’ pada tulisan saya. Misal, jika ada niatan untuk membuat puisi, atau renungan sejenisnya, mau tak mau saya pakai ‘aku’. Saya pikir, tak bagus saja kalau puisi menggunakan ‘saya’…

Tapi tergantung apa isi tulisan itu juga ya? Duh.. Jadi bingung sendiri.. Akh… Terserahlah mau pakai kata ganti apapun. Selama itu dirasa nyaman dan tidak mengaburkan esensi tulisan yang kita buat. Blog Aing Kumaha Aing. Bukan begitu?

Nah, bagaimana dengan anda, sahabat? Anda memilih ‘saya’ atau ‘aku’? Atau memilih keduanya tergantung isi tulisan? Tuliskan alasannya ya…

Gambar dipinjam dari sini.

Advertisements

43 thoughts on “Antara Saya dan Aku

  1. karena menurutku lebih enak kalau disambung dengan kata-kata seperti, ini menjadi barang ‘favoritku’, ayam goreng adalah makanan ‘kesukaanku’, dll

    kalau ini menjadi barang favorit saya atau ayam goreng adalah makanan kesukaan saya rasanya terlalu kaku…

  2. saya pernah diketawain teman2 muda sya ketika dengan sengaja sy menggunakan kata aku untuk satu dua kalimat saat bercakap dg mrk. rupanya mereka menganggap sy aneh dan lucu serta tidak cocok lagi menggunakan kata ganti itu. begitu tuakah aku? halah…

  3. Sama persis Kang …
    Saya … di postingan-postingan awal …
    menggunakan Aku untuk kata ganti orang pertama tunggalnya …
    kemudian setelah beberapa bulan … saya lebih comfortable untuk menggunakan kata Saya.

    alasannya …
    Kalau Aku itu kesannya imut-imut …
    kalau Saya kesannya lebih dewasa …
    (yup … ini juga kesimpulan yang mengada-ada … )(hahaha)

    Salam saya Kang

  4. “Saya” menempatkan kita untuk berada di bawah, menerima inputan orang lain dengan tangan terbuka.. karena itu saya pun lebih suka menggunakan kata ganti ini. Dan yap, “saya” cenderung agak basi kalau digunakan untuk puisi hehe..

      • Coba cek atuh, sudah dari akhir tahun lalu saya gak pernah gunain kata “saia”. Alasan saya sih dulu biar beda aja, eehh tau-taunya malah diikutin banyak temen di socmed. Jadina weh merasa bersalah. Kembali lagi deh ke saya 😛

  5. setubuh bro..

    aku juga awalnya pake kata ganti ‘aku’.
    tapi lebih enak pake ‘saya’.

    so, akhirnya saya pake kata ganti ‘saya’..

    salut euy konsistennya nulis terus. eksis banget. hehe..

    ane gak bisa euy..

    • Tapi kalo ngobrol ma gw gak mungkin kan pake saya-saya an.. wekekek..

      Ah elu Yu.. Tau gak? Elu termasuk salah satu inspirasi gw rajin ngeblog loh…
      Ni juga gw sempetin nulis pake hape kok…

  6. karena aku dulu dijogja jadi pake aku. tapi ne ngobrol neng kampung jadi kita. Lain lagi diblog biasane kanggo saya…h.e….2

  7. menurut saya lebih enakkan pakai kata ganti “Saya”. kalau ‘aku’ cenderung untuk ngobrol dengan teman sebaya, sedangkan ‘saya’ terkesan lebih sopan dan relevan digunakan untuk berbincang dengan semua tingkatan usia.. (menurut saya/aku lho mas….. 🙂 )

  8. iya sih, kadang aku juga bingung mau pakai kata yang mana.
    buat aku, ada baiknya juga kita sesuaikan dengan konsteks. tapi kalo untuk tulisan yang sifatnya agak menyentuh sisi-sisi pribadi, aku cenderung pakai kata “aku” dan “kamu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s