[Novel] Dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas | Novel Andrea Hirata

Pertama kali saya mendengar kabar bahwa Andrea mencipta novel terbarunya dari sebuah surat kabar sore. Saking girangnya, segera setelah itu saya langsung tulis di blog ini, tentang dwilogi Andrea yang berjudul Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas. Informasi awal dari harian itu menjelaskan bahwa novel ini akan terbit medio Juni, tapi ada koreksi dari sahabat kalau ternyata diundur hingga 3 Juli. Terakhir, dari situs resminya, tercantum tanggal 25 Juni, novel ini sudah tersebar di seluruh Indonesia, grand launching tanggal 18 Juli di Jakarta (baru-baru malah berubah jadi tanggal 17 Juli di Kemang Village). Hingga akhirnya, tak sengaja saya temui di tumpukan buku di Gunung Agung Ekalokasari Bogor dan baru sempat saya beli tepat hari Jum’at, 2 Juli 2010 di Gramedia Botani Square Bogor. Bahagianya… 🙂

Penampakan yang Unik

Kok unik, kenapa? Ya iya lah masa ya iya dong.. 🙂 Ternyata yang dimaksud dwilogi itu benar-benar diartikan oleh Ikal secara harfiah, dwilogi yaitu rangkaian buku (atau novel) yang ceritanya berkesinambungan yang terdiri atas dua seri. benar-benar dua seri. Dua seri itu diterbitkan secara bersamaan. Tadinya saya pikir, seperti dwilogi umumnya, novel dwilogi diterpibtkan dalam jeda waktu tertentu. Ternyata tidakberlaku bagi dwilogi ini. Dengan kemasan unik (liat penampakannya di atas), dua novel digabung jadi satu dengan posisi saling terbalik. Entah, hal ini atas kreasi Ikal sendiri, atau merupakan ide sang penerbit. Yang pasti, tampilannya sudah cukup menjadi magnet kuat untuk membacanya (selain, tentu saja daya pikat Andrea sendiri yang fenomenal).

Awalnya, saat saya menulis tentang kabar karya terbaru Andrea ini, saya sempat berpikir bahwa dwilogi ini merupakan karya terbaru dari Andrea. Baru dalam arti cerita dan lakonnya pun baru. Namun ketika mambaca ‘pengantar’ dari Andrea di sini, jelas bahwa dwilogi ini merupakan lanjutan dari novel terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi. Ternyata Maryamah Karpov bukan akhir dari petualangan Ikal mencari cinta sejatinya. Dwilogi Padang Bulan menjawab berbagai pertanyaan (bahkan kritikan) terhadap isi cerita di Maryamah Karpov. Saya pun pernah mencurahkan sedikit kesan saya tentang Maryamah Karpov di sini. Ternyat memang diakui Andrea, kalau Maryamah Karpov memang cukup membuat para pembaca setianya garuk-garuk kepala.

Aku tahu, novel terakhirku sebelum Dwilogi Padang Bulan ini: Maryamah Karpov, telah membuatmu sedikit garuk-garuk kepala. Sudah tebal, khayalannya melantur sana-sini, kisahnya tak selesai pula. Judulnya Maryamah Karpov, tapi tak ada kisah Maryamah Karpov. Dan aku maklum. Bahkan sebelum novel itu dulu selesai kutulis, aku sudah bisa memperkirakan reaksi pembaca. (Andrea).

Namun bagaimanapun,  karya Andrea menjadi buruan wajib bagi diri saya pribadi, karena Tetralogi Laskar Pelangi benar-benar mampu menyihir saya untuk terpesona akan rangkaian kata-kata indah dalam setiap karyanya. Apalagi, menurut kabar, tiga novel terakhir Andre (termasuk Maryamah Karpov) diciptakan melalui riset yang cukup panjang (3 tahun) dan serius yang dilakukan sendiri oleh Andrea. Riset budaya tentang masyarakat di kampung halamannya di Belitong. Riset yang menghasilkan tumpukan data yang diterjemahkan dalam sebuah karya sastra oleh Andrea. Maka, cukuplah 5 hari bagi saya untuk mengkhatamkan membaca dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas, itupun saya baca di sela perjalanan pergi-pulang ke kantor dengan KRL.

Padang Bulan

Sampul depan menggambarkan dua merpati putih yang sedang bertengger pada sebuah pohon rindang. Dikemas dalam lukisan cat air. Jujur saja, saya tertipu dengan sampul itu. Judulnya kan Padang Bulan, kenapa bukan gambar bulan yang ditampilkan? Mungkin hanya yang mengerti seni sastra lah yang mampu memahaminya, dan itu tidak berlaku bagi saya. Ah, sudahlah usah kau pikirkan masalah sampul itu, nanti juga kalian akan tahu sendiri maknanya setelah membaca novel ini :).

Setelah saya membaca Padang Bulan, saya menarik kesimpulan bahwa judul pertama dwilogi ini bercerita tentang perjuangan dan kecemburuan. Dua hal yang tidak berhubungan, bukan?

Jadi begini, kiasan perjuangan ditampilkan oleh Andrea lewat sosok Enong, gadis kecil berusia 14 tahun yang harus berjuang bagi keluarganya setelah ditinggal wafat oleh ayahnya, karena ia merupakan anak sulung. Dalam tata masyarakat Melayu, menurut Andrea, anak sulung harus menjadi tulang punggung yang harus bertanggung jawab memikul beban hidup keluarga. Maka, Enong harus merelakan masa kecil dan remajanya demi kebahgiaan Ibunda serta adik-adiknya. Maka dimulailah kisah-kisah perjuangan Enong yang penuh inspirasi. Andrea mampu menyajikan bahwa dalam diri setiap manusia terdapat kekuatan yang bahkan tidak disadari seseorang. Lewat Enong (yang selanjutnya dikenal sebagai Maryamah), kita akan diajak untuk merasakan pahit getir perjuangan hidup seorang gadis kecil yatim. Ia rela melakukan pekerjaan apapun demi kebahagiaan keluarganya, dan demi cita-cita agungnya, menjadi guru bahasa Inggris. Ya, Enong sangat senang pelajaran ini sejak ia mengenalnya. Mimpi memang dapat menjadi stimulan bagi kita dalam mengarungi hidup.

Lalu, tentang kecemburuan? Nah, di sinilah jawaban atas pertanyaan pembaca tentang akhir kisah cinta Ikal dan A Ling yang agak ‘kabur’ pada ending Maryamah Karpov. Pada edisi ini, kisah cinta mereka semakin tumbuh dan berkembang layaknya sebatang pohon bunga melati. Semakin merekah, namun bunga itu menarik perhatian kumabng untuk menghisap sarinya. Di sinilah Ikal mengenal apa itu ‘cemburu’. Parodi cinta yang menyegarkan. Simak definisi Ikal akan kata ‘cemburu’ :

Cemburu adalah perasaan yang baru kukenal, baru pertama kali kualami. Ia adalah pendatang baru dalam register perasaanku. Sungguh ganjil rasa cemburu, sungguh berbeda rasa sakitnya. Di kepala, rasanya seperti disiram seember air es. Di mulut, rasanya seperti tergigit semut rambutan. Di dada, rasanya menggeletar.

Dijamin, pasti seperti itu yang anda rasakan ketika cemburu :). Maka, tak salah jika sampul depan menggambarkan dua burung merpati bertengger pada pohon rindang. Silahkan anda terjemahkan sendiri.

Cinta di Dalam Gelas

Seperti Padang Bulan, sampul Cinta di Dalam Gelas pun cukup memberi teka-teki. Ada empat tokoh manusia dalam gambar itu, dengan penampilan yang berbeda cukup mencolok. Gelasnya mana? Nanti anda pun akan dapat memahaminya setelah melahap isi novel kedua ini.

Kultur budaya masyarakat Melayu dipaparkan secara jujur pada Cinta di Dalam Gelas. Lewat secangkir kopi, Andrea menuturkan berbagai kebiasaan, sifat, gaya hidup hidup orang Melayu di sekitarnya. Tentu saja, ini merupakan hasil riset budaya yang ia lakukan itu. Hingga dikisahkan, Ikal memiliki Buku Besar Peminum Kopi.

Seperti pada tetralogi Laskar Pelangi, dengan tokoh utama Lintang, tokoh utama yang diceritakan pada Cinta di Dalam Gelas adalah Enong alias Maryamah Karpov. Perjuangannya untuk dihargai sebagai perempuan. Hingga perkenalannya pada olahraga catur karena keinginannya yang kuat untuk belajar

Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar. (Maryamah)

Bagaimana dengan A Ling? Apa kabarnya gadis Tionghoa nan cantik itu? Ini mungkin dapat -terus terang- saya katakan bahwa kisah cita Ikal dan A Ling menyisakan -lagi-lagi- pertanyaan yang belum terjawab. Sama seperti pada Maryamah Karpov. Kisa cinta mereka dikisahkan dengan tanggung pada dwilogi ini. Meski sesekali bumbu kisah percintaan mereka turut menyemarakan isi novel ini, tapi tetap saja, pada ending-nya kita tidak akan menemukan akhir yang jelas. Apakah akan ada kisah selanjutnya? Kita lihat saja nanti.

Oya, hampir lupa. Bagi anda yang rindu akan sosok Lintang, tenang saja. Andrea menyisipkan sedikit kisah Lintang pada dwilogi ini. Ketika Ikal buntu dalam mencari bantuan, seperti biasa, Lintang dengan otak cemerlangnya mampu mengatasi kebuntuan itu. Persis seperti ketika keinginan Ikal membuat perahu yang tercipta berkat bantuan Lintang.

Jadi, tunggu apa lagi, selamat menikmati karya Andrea ini. Semoga kitadapat menyerap hikmah dari berbagai inspirasi yang hadir di dalamnya.

Advertisements

84 thoughts on “[Novel] Dwilogi Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas | Novel Andrea Hirata

    • Secara nafas sifat dari karya Andrea, keseluruhan sangat bagus kang.. Apalagi pembelajaran dari berbagai ragam sosiologis masyarakat Melayu seperti yang diceritakan dalam dwilogi ini.. Mungkin kekecewaan saya satu saja, yaitu kesan untuk menjawab masukan atas ending Maryamah Karpov -yang diakui oleh Andrea- yang ‘ngambang’, tidak secara tuntas diselesaikan, itu masih tetap ‘ngambang’.. Sekali lagi, itu dari pendapat pribadi saya.

  1. Ooh..jadi Enong=Maryamah, memang dijelaskan di novelnya, mas? Karena saya bingung pas bacanya, kirain Andrea keliru karena tiba2 mengganti nama tokoh Enong dgn Maryamah dengan tiba2 tanpa penjelasan kalau Enong=Maryamah.

  2. Wah buku Andrea Hirata yang terbaru yaa… ini karena belum launching atau gimana ya, antusiasme masyarakat agak begitu kurang, dibandingkan dengan buku sebelumnya yang pada heboh

    • Iya mas.. Sepertinya karena belum launching.. Info2 sekilas hanya di koran2 aja.. Ntar launching tgl 17 besok di Kemang.. kalo saya bisa mah pasti saya datang… 🙂

  3. widih detail amat penjelasannya bang
    gue belom baca semua karya andrea hirata
    hehehe

    gue juga masih bingung gimana kelanjutan cinta si ikal dengan si aling
    ckck

  4. hay kang asep, piye kabare kang heheheh
    hmm… kemaren ke gramed sempet pegang2, liat harganya jadi nyiut…. gak cukup beli lom gajian hahahahah, jadinya balik ke komik karena lagi addict banget balik ke masa2 SMP baca komik lagi hahahyyy…..

    • Iya nih.. Tary kemana aja.. eh, sama deng saya juga jarang nengok ya…
      Huuu.. dasar emang lagi gandrung komik aja… Coba kalo komik kan 15rban tuh.. dikali 5 udah dapet tuh dwiloginya.. 🙂

    • Karena awalnya prihatin akan fenomena gempuran karya tulis (novel) impor mas.. macam Harry Potter, Da Vinci Code, terakhir ETwilight, dll.. Padahal di negri sendiri banyak juga karya yang bagus maca dari Boi Andrea ini…

  5. imcrew : kolom paypal id, di isi dengan email yg dipake login ke paypal, sementara itu dulu, yang perlu di lakuin sekarang dapetin referal sebanyak banyaknya tuk dapetin 2 dolar ampe 1 agustus nanti

  6. Sebenernya saya kurang suka baca novel, tapi kebetulan istri saya yang suka baca novel. Dulu kenal sama tulisannya Andrea Hirata juga dari iseng2 baca koleksi Istri, menarik juga melihat fenomena penulis lokal yang kembali bangkit dan menyeruak ditengah2 serbuan novel2 impor…semoga penulis lokal akan semakin eksis di negeri sendiri, amiinn….salam hangat selalu

    • Benar mas.. Kita sudah kadung diserbu banyak produk asing.. termasuk karya sastra macam novel ini.. Makanya, novel Andrea ini seolah jadi oase di padang gurun.. (ciye..), selain karya dari Kang Abik, Dewi Lestari, dll..

  7. Aku sudah lama tak lagi koleksi buku Novel. Hehe padahal asyik juga lho mbacanya. Se olah2 kita sedang menyaksikan suatu peristiwa. Hmm tapi kalau Novel di atas kok sepertinya aku baru dengar ya? Apa dasar diriku yang ketinggalan. Hmm 😀

  8. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  9. saya juga salut dengan ide packing dwilogi ini. waktu nemu di gramedia pajajaran sempat nyengir aja kirain dua buku yg berjejer terdiri dari dua jilid. eh ternyata cuma bolak-balik. hebat! benar-benar membuat penggila andrea hirata tak sabar menunggu

  10. Halo, Kang Asep… 🙂
    Terus terang, saya baru tahu tentang novel ini dari sini, Kang. Dari ulasan ini, saya sangat tertarik banget dengan buku ini. Paling tidak, kerinduan yang sudah lama kepada gaya khas novelnya Andrea Hirata sejak Tetralogi LP itu segera akan terobati…

  11. Terus terang maryamah karpov telah menghancurkan kekaguman saya terhadap tiga buku sebelumnya yang dia tulis. Saya kecewa berat, sampai2 waktu itu saya tulis kekecewaan saya itu di http://wongkamfung.boogoor.com/kecewa.html. Buku terbaru dia ini juga sudah saya pegang2 dan hampir saya beli. Namun ketika ingatan saya tentang maryamah karpov muncul, ketakutan saya datang kembali. Apalagi dia katakan dwilogi itu terusan dari maryamah karpov, mendingan enggak deh. Cukup baca tulisan dari kang Asep ini saja. Mendingan uangnya buat beli es cendol atau buku penulis yang saya kenal seperti mas Koen dengan Giganto atau Kemamang nya. Namun, bagaimanapun juga, Andrea memang penulis hebat, terutama laskar pelangi (dan saat dia menulis di sang pemimpi dan endensor).
    Maaf bila komen ini menyakitkan bagi pecinta Andrea. Saya juga penggemar Andrea tetapi hanya untuk tiga bukunya sebelum maryamah karpov.
    Eh, kepanjangan ya?
    Salam persahablogan

    • Jujur saja, dari sisi yang lain.. Mungkin saya setali tiga uang dengan WKF… Tapi, tetap saja tak mengurangi rasa kagum saya atas karya anak Belitong ini… Pasti akan selalu saya tunggu karya-kara dia selanjutnya….

  12. oalah.. dwilogi itu dibikin langsung sekali cetak tho? unik siy, jadi inget sampul majalah tahun jadul yg pernah nerbitin versi kayak gini.. taon depan beli deh kalo dah balik ke bogor, mudah2an masih ada, hehe

    Jangan lupa kopdaran juga ya sama Blogor.. :), oya nyontek nih cara jawab komennya… Di Korea ada kai mbak.. cari di gramed cabag korea.. hehe..

  13. sedang dibicarakan dimana mana ini,,,
    jadi tertarik untuk beli bukunya,,
    tapi nglirik ke rak buku, masih ada utang baca buku banyakkk

    ~~
    Wow.. penyuka buku ternyata…, kapan2 share dong resensi bukunya…

  14. Aku dari Malaysia, suka sangat dengan Andrea Hirata. Buku ini belum ada di Malaysia, tapi aku kepingin bangat mau baca buku ini kang..macam mana? aku baca semua empat novel sebelum ini.

    ~~
    Mungkin bisa beli secara online.. Banyak toko buku online yang menjualnya..

  15. mo cerita nech bolehkan,saya tau novel ini sewaktu ada book fair disenayan, beruntungnya lagi sorenya itu ada bedah buku dan ternyata novel ini.wah, ada andrea hirata juga hadir loh malah sempet ditanda tanganin tuh buku para penggemarnya,sayangnya saya dah beli bukunya kang abik yang baru jd belum sempet beli buku ini,yang anda katakan memang benar dari para penggemar andrea mengeluhkan tentang buku maryamah karpov dan tentang riset itu yang 3 tahun memang bener,yang saya sesalkan padahal itu da diskon 20% hiks hiks ga bisa beli

    ~~
    hehe… Ya udah, nanti kalau ada diskon lagi langsung deh disambar.. hehe…
    Jujur saja, dwilogi inipun bagi saya pribadi menyisakan sedikit kekecewaan.. Tapi semua tertutupi oleh banyaknya inspirasi yang bisa kita gali dari situ…

  16. Pingback: Tunjukkan dengan Prestasi! « Blog Asepsaiba

  17. wah lumayan lengkap ceritanya…
    kalau gini nanti ga da yang beli bukunya andrea coz udah pada puas dengan cerita disini..

  18. ‘makasih bang ya? melalui blog ini sy mohon izinnya utk sy gunakan sebagai bagian dari penelitian DISERTASI sy yang berjudul “Realitas Sosial dalam Dwilogi PADANG BULAN Karya Andrea Hirata (Berdasarkan Pendekatan Sosiologi Sastra)”. karena pembaca adalah bagian dari pendekatan sosiologi sastra maka blog ini sy libatkan sebagai sarana utk mengumpulkan data yg berasal dari pembaca. sy mohon konfirmasinya ya? thks.

  19. Mohon yang kpingin share, ataupun punya komentarnya terkait novel Dwilogi PADANG BULAN, tolong di e-mailkan saja ke jemy_polii@yahoo.co.id
    Bantuan teman2 sangat sy harapkan demi berhasilnya penelitian sy. tq ya, tmn2.

  20. 6.

    Mohon yang kpingin share, ataupun punya komentarnya terkait novel Dwilogi PADANG BULAN, tolong di e-mailkan saja ke jemy_polii@yahoo.co.id
    Bantuan teman2 sangat sy harapkan demi berhasilnya penelitian sy. tq ya, tmn2.

  21. Mohon yang kpingin share, ataupun punya komentarnya terkait novel Dwilogi PADANG BULAN, tolong di e-mailkan saja ke jemy_polii@yahoo.co.id
    Bantuan teman2 sangat sy harapkan demi berhasilnya penelitian sy. tq ya, tmn2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s