Cerita Mudik #2

Mari dilanjut berbagi kisah mudiknya…

Total, kami menempuh perjalanan sampai kampung halamn saya selama hampir 10 jam, termasuk untuk beristirahat selama 2 jam-an. Jadi lumayanlah untuk olahraga kaki selama 8 jam 😦

Tiba di kampung halaman saya, Patrol disambut dengan suasana gelap akibat black out listrik alias mati lampu plus hujan rintik-rintik. Aduhai, ini sungguh sambutan yang spesial bagi kami. Malah jadi berkah, karena obrolan santai ditemani cahaya lilin menambah suasana akrab melepas rindu kami.

Untuk tahun ini, giliran di kampung halaman saya, kami melaksanakan sholat ied. Cukup lama juga sejak saya berkeluarga. 4 lebaran saya lewatkan sholat di masjid kampung saya. Cukup ngangeni juga. Tapi, tetap suasananya tidak berbeda dari tahun ke tahun. Hanya, saya lihat makin meluber saja jamaahnya. Sementara luas masjid tetap seperti dulu.

 

Suasana menjelang sholat ied di kampung saya

 

Bahkan halaman kantor kepala desa pun lumayan penuh sesak.

Alhamdulillah saya masih menjumpai sahabat-sahabat lama semasa SD dan SMP saat menjelah ceramah. Di kanan-kiri menyapa. Selepas sholat, hidangan wajib ala lebaran sudah siap untuk disantap. Opor ayam minus ketupat (karena diganti oleh lontong). Lanjut ke silaturahim tetangga terdekat, sanak saudara, dan ziarah ke makam orang tua dan keluarga yang telah mendahului kami.

Puji syukur ke hadirat Allah masih dipertemukan dengan hari nan suci ini, hari dimana seluruh umat mengharapkan agar bisa dilahirkan kembali sebagi pribadi yang mulia di hadapan Allah. Menjadi insan yang lebih bertaqwa, menjadi kembali, dan menang. Menang setelah mengarungi ujian melawan hawa nafsu selama satu bulan. serta mengharapkan agar kembali dipertemukan dengan bulan nan suci ini di tahun-tahun mendatang.

Ini ada sedikit oleh-oleh foto selama mudik saya. Mudah-mudahan berkenan 🙂

 

AKmi menyebutnya, 'Koci' terbuat dari tepung beras isi kacang tanah. Nikmat!

 

 

Pantai Patrol, indah sih.. Tapi makin tergerus akibat abrasi :((

 

 

Penerapan kemajuan teknologi.. Go green euy..

 

Baik, sampai di sini dulu deh. Sampai jumpa tahun depan.. 😀

Advertisements

16 thoughts on “Cerita Mudik #2

  1. setiap mudik saya selalu lewat patrol. dan setiap melewati kota itu, saya selalu ingat film serial tv yg judulnya chips. nama patrol buat saya terdengar keren, dari nama kotanya, masyarakat patrol pasti pada jago bhs inggris 😉

  2. 10 jam wah lumayan jauh juga tuh perjalanannya..
    tapi tetep menyengakan kalo bisa mudik dan ngumpul bareng keluarga, aku sendiri jarang bisa melakukannya…

  3. 10 jam itu dekat,… saya mudik tahun ini 23,5 jam baru nyampe Purwokert. dirumah…
    Tapi, walaupun hampir 24 jam, kumpul bareng keluarga dikampung waktu selama itu seperti hilang disambut senyum manis Ibunda,…

  4. Patrol, nama yg keren ,Mas Asep 🙂
    cukup lama juga ya 4 kali lebaran gak sholat ied di kampung.
    Alhamdulillah, lebaran thn ini akhirnya tercapai juga sholat ied disana .
    terimaksih oleh2 mudiknya ,Mas Asep 🙂
    Semoga Allah swt mengizinkan kita utk kembali menikmati indahnya ramadhan di thn depan,amin
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s