Nasi Bancakan Abah (Mang Barna) @Bandung | Selera Khas Kampung

Jika anda ke Bandung dan ingin merasakan suasana tempat makan yang benar-benar ala kampung, ada satu tempat makan yang menyajikan suasana itu. datang saja ke RM Nasi Bancakan Abah (Mang Barna) di Jl. Trunojoyo No. 62 Bandung. Ini bukan tempat makan khas sunda yang banyak kita jumpai. RM Nasi Bancakan benar-benar menyajikan suasana makan yang khas orang kampung macam saya ini. Ya, ketika memasuki tempat ini, saya diajak mengenang kampung halaman saya.

Dalam bahasa Indonesia, bancakan diartikan sebagai beramai-ramai. Bancakan, jika di kampung saya biasanya diadakan ketika seseorang melakukan syukuran, nasi dan plauk dijadikan dalam satu nampan besar, lalu kami -anak-anak kecil- dengan tangan bersama-sama menyantap sajian itu, keroyokan.

Ini adalah suasana yang akan anda temui.

Di tembok ruang utama anda akan menemui spanduk besar berikan doa dalam bahasa Sunda. Nih, saya coba terjemahkan ya, “Doa dari Abah: Semoga Allah Yang Maha Penyayang memberikan kesehatan dan rizki, serta lahap makannya untuk para tamu kami, amin…” (koreksi ya kalau saya salah 🙂 . Duh, sungguh sambutan yang sangat hangat.

Lantas, dimana suasana kampungnya? Saya masih ingat sewaktu kecil, setiap makan selalu menggunakan piring dari kaleng. Di sini, anda akan temui piring itu. Gelasnya pun demikian. Anda bisa memilih menggunakannya jika ingin.

Menu makan ala prasmanan, alias melayani sendiri. Tersaji makanan khas Sunda yang bisa anda comot sendiri, terserah. Ada Ayam goreng, ikan mas, pepes ayam, abon sapi, paru, tempe, tahu, kangkung, sayur asem, dan berbagai makanan khas asli kampung :).

Mengenai rasa makanan, seperti yang sudah-sudah jika saya menulis tentang tema kuliner, saya sangat tidak ahli dalam mengisahkannya. Hanya ada dua kata tentang makanan bagi saya, yaitu enak dan enak sekali :D. Apalagi yang bernuansa kampung halam seperti ini. Ajib deh pokoknya…

Selain makanan berat khas kampung itu, berbagai minuman khas pun ada seperti Bajugur dan Es Goyobod.

Cemilan hangat pun tersaji, ada kue balok (saya biasa menyebutnya kue pukis).

Suasana khas kampung atau lebih tepatnya suasana layaknya di hajatan, semakin lengkap dengan kehadiran organ tunggal plus penyanyinya… 😀

Sesuai suasana yang ditawarkan, harganya pun tidak terlalu mahal. Saya tidak sempat meminta nota kosong dari kasir, tapi setelah saya tanyakan pada rekan kerja, ternyata total biaya yang dikeluarkan untuk makan 12 orang hanya sekitar Rp 350.000,-; jadi per orang berkisar Rp 30.000-an saja.

Saat masuk tadi disambut dengan doa, pun demikian saat anda akan keluar akan ditemui spanduk besar.

"Mohon maaf setulusnya jika pelayanan kami kurang memuaskan"

Alhamdulillah… Wareg!

Advertisements

14 thoughts on “Nasi Bancakan Abah (Mang Barna) @Bandung | Selera Khas Kampung

    • Iya nih kang Willy.. Sama, saya juga jarang mampir ya..

      Doh, sebelah mana ya.. KAlo gak salah deket Jl. Riau situ deh.. (jangan tanya Jl. Riau dimana… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s