Safety Contact, Berbagi Pengalaman

Ada Β satu kebiasaan yang bagus di kantor tempat saya bekerja, yaitu ketika akan memulai suatu rapat selalu dimulai dengan kebiasaan berbagi cerita yang berkaitan seputar safety. Jika peserta rapat baru memasuki suatu area atau gedung, malah wajib dilakukan safety induction atau safety briefing terlebih dahulu. Tentang safety briefing nanti saya tulis di edisi selanjutnya.

Safety contact ditujukan untuk berbagi cerita mengenai safety behavior, terkadang juga beberapa kawan bercerita tentang suatu kejadian, dan dari kejadian tersebut bisa dipetik hikmahnya. Sekali lagi, ini seputara safety. Misal, saya pernah bercerita tentang kebiasaan orang-orang Bogor (atau kawasan side-urban lainnya) yang setiap pagi menggunakan jasa KRL.

Di stasiun Bogor, KRL yang akan saya naiki biasanya mangkal di jalur ujung. Akses menuju ke jalur tersebut cukup sulit, harus melewati beberapa KRL yang masih mangkal. Naik turun. Cukup berbahaya, apalagi jika dirasa terlambat atau ingin berburu tempat duduk. Faktor keselamatan kadang diabaikan. Loncat sana, loncat sini, tak memperdulikan jika lantai atau tangganya licin, yang penting saya tidak tertinggal kereta. Itu yang disebut Unsafe act atau bertindak tidak aman. Nah, sharing pengalaman ini terdapat hikmah di dalamnya, bahwa “Tepat waktu memang penting, tapi keselamatan jauh lebih penting dari itu.”

Setelah seseorang melakukan safety contact, maka setiap orang dapat memberi masukan untuk didiskusikan bersama. Topik yang diceritakan bebas, dan beragam, mulai dari kegiatan di kantor, di lapangan, saat berkendara, kejadian di rumah, atau apapun. Selama cerita itu bisa memberikan inspirasi bagi orang lain agar mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap melakukan suatu kegiatan.

Nah, bagaimana dengan anda? Apakaa punya cerita inspiratif tentang safety behavior? Sok atuh, dibagi… Berbagi ‘kan indah… πŸ™‚

Ilustrasi gambar dipinjam dari sini.

Advertisements

18 thoughts on “Safety Contact, Berbagi Pengalaman

  1. Wah, saya ndak begitu kuat kalau mesti baca istilah londo eh english begitu πŸ™‚ – apa kalau ada yang cerita tentang pakai kondom juga termasuk safety act?

  2. …topik menarik ketika kita konon dikenal sebagai bangsa yg mengabaikan keselamatan,keamanan dan kesehatan kerja (3K)…dari diskusi 3 K di kalangan karyawan …akan terjadi proses pembelajaran…disitu ada interaksi aktif positif dan umpan balik dalam konteks pengelolaan mutu terpadu…mungkin lain kali ada topik jadul yg bisa didiskusikan misalnya…”lambat-lambat asal selamat” hehehe

  3. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Waduh, kang. Saya tahunya safety belt. πŸ˜†
    Btw, yang kek gitu terkadang saya lakukan bersama teman2 saat ngumpul2

  4. ngomong2 soal keselamatan, sebagai angkoters (pengguna angkot hehehhe :D) saya juga ngerasa jauh sekali dari yang namannya safety.. banyak kecelakaan yang kalo kita liat g jauh2 pasti ada hub. sama angkot… πŸ™‚

  5. Pingback: Hati-hati Makan Gorengan! « [SaiBlog]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s