Pemimpin Tak Bernurani

Ini lagi, ada cerita politikus busuk. Malah lebih parah. Di hari-hari awal musibah Merapi, kita dibuat tersentak oleh berita kepergian diam-diam para anggota parlemen ke Itali untuk urusan klasik, studi banding. Sekarang malah berita muncul bahwa Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pergi ke Jerman untuk menghadiri Indonesian Bussiness Day di kota Muenchen.

Aduh… Busuk nian kabar ‘ni.. Padahal penanganan bencana sunami Mentawai masih carut-marut, eh malah ditinggal pemimpinnya. Pemimpin macam apa itu? Yang lebih parahnya lagi, ternyata kepergian Irwan tidak atas izin (tertulis) presiden atau pejabat berwenang lainnnya, alias perjalanan yang ilegal.

Lucunya, bagian protokoler menyebut bahwa hal semacam ini sudah biasa dimana surat resmi izin keluarnya lama. Jadi biasanya mereka berangkat dulu, surat izin baru belakangan setelah kembali. Halah, halah… Mendagri pun setali tiga uang. Di koran MI edisi 4/11 menyebut bahwa kepergian Irwan tidak ada izin, tapi hari ini di koran yang sama, dia mengatakan bahwa Irwan sudah meminta izin lisan padanya dan diteruskan ke presiden. Rancu dan inkonsisten!

Mendagri sendiri enggan berkomentar apakah kepergian Irwan etis atau tidak di saat rakyat Mentawai sedang menderita akibat musibah. Bahkan sang gubernur menanggapi dingin kritikan yang masuk.

Mau jadi apa bangsa ini ketika nurani para pemimpin tidak terusik sedikitpun ketika rakyatnya sedang tertimpa musibah.dikemanakan amanah yang rakyat titipkan padanya? Entahlah, mungkin hanya jargon semata saat pilkada tempo hari.

Bapak-bapak pemimpin, coba anda bayangkan saja jika anda berada pada posisi mereka yang kena musibah itu? Pasti sakit, ketika ditinggal pergi pemimpinnya, hanya untuk sebuah ‘tugas’ negara yang lebih kerdil dibanding kedahsyadat penderitaan akibat bencana itu.

Semoga kita semua mendapat hidayah-Nya.

Advertisements

13 thoughts on “Pemimpin Tak Bernurani

  1. rakyat kita harus belajar dari realitas. politikus banyak yg merusak kepercayaan pemilihnya. karena itu, jangan salah pilih untuk kesekiankalinya

  2. dan kabar terbarunya , bahwa anggota parlemen wakil rakyat komisi 8 yg pergi ke tanah suci bersama istri utk ”nebeng” berhaji, ternyata adalah mereka yang seharusnya bertugas menangani bencana di tanah air……….. 😦 😦

    Meninggalkan tugas yang telah diamanahkan oleh rakyat ini, apakah tindakan yang terpuji ?
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s