Proporsional

Suatu ketika seorang kawan melakukan broadcasting pesan melalui grup Blackberry Messenger. Niatnya awalnya adalah berbagi cerita lucu agar orang lain bisa turut tertawa. Tapi apa dinyana, salah seorang anggota group menganggap anekdot lucu itu tidak tepat dan tidak proporsional (Maaf, saya tidak menceritakan anekdot tersebut). Malah berpotensi menyinggung perasaan orang lain.

Ada satu hikmah bagus dari kejadian itu, di mana ketika ketika melontarkan sebuah joke, guyonan, anekdot, atau cerita lucu sebaiknya lebih dahulu mengetahui latar belakang orang atau kelompok tersebut. Salah-salah, malah kita akan disemprot habis-habisan karena menyinggung perasaan. Apalagi jika ankedot itu beringgungan dengan hal paling sensitif, seperti SARA misalnya. Just be wise before you broadcasting!

Ini juga mungkin harus jadi perhatian media, terutama media televisi yang kadang memberitakan hal-hal yang tidak sesuai fakta di lapangan dan membuat kepanikan pemirsa. Seperti kasus pemberitaan bencana Merapi di program Silet. Hingga KPI mesti turun tangan, dan RCTI pun segera mengklarifikasinya.

Bahkan gabungan relawan di Yogyakarta sampai harus meluncurkan surat protes terkait pemberitaan yang terlalu didramatisir, yang membuat mereka kelabakan menenangkan pengungsi.

Yuk, dalam setiap tulisan kita selalu berisi hal positif saja, yang berssifat membangun, dan usahakan agar selalu sesuai fakta yang ada di lapangan.

Salam blogging!

Advertisements

21 thoughts on “Proporsional

  1. emm, kayak fenomena jejaring sosial macam fb,twitter,dll. perumpamaany, kita itu ngumpat d tengah jalan, maka akan byk respon akibat dr ungkapan kt tsb. mau dibikin regulasi/aturanny kayak apapun tetep aja susah. khusus kasus ttg si fenny rose, saya sih jujur, mengumpat banget. ha wong saya org asli jogja

  2. …saya pernah juga mengingatkan seseorang di group bb…isinya bernada sara…dan ada yg sangat pribadi (ejekan)…bisa meresahkan khalayak…so hati-hatilah berbicara termasuk di dunia maya ini…lebih banyak mudharatnya…ketimbang kebaikannya…

  3. Betul sekali, kadang orang tak menyadari ia berceloteh di dunia online, yang semua orang bisa mengaksesnya.

    Kalau soal Silet, emang parah banget..

  4. salam kenal.. blogger bogor. saya juga merasa miris kang awalnya. ketika melihat tayangan di silet yang menyangkan berita yang gak ada manfaanya (menurut saya) malah jauh dari unsur ‘mengingatkan’ secara ayat kauniyah tentang peristiwa yang terjadi di Yogjakarta. semoga tayangan-tayangan berikutnya bisa memberikan pencerahan. bukan mengejar rating tinggi ataupun keuntungan komersil. salam blogger bogor. zico

  5. setuju itulah fungsinya editing atau mengedit ulang sebelum tayang…

    apalagi untuk sebuah media TV ini akan sangat menyakitkan, setidaknya kita yang tidak ikut terjun langsung cukup membantu dengan doa jangan membuat keruh suasana

  6. Setuju Kang Asep …
    Setuju sekali …

    Dan kalaupun ada suatu hal yang perlu kita beri masukan … sesuai dengan fakta yang kita yakin kebenaranya …
    tentunya bisa disampaikan dengan cara yang baik dan eiylekhan kan Kang ?

    Mari tebar semangat positif
    Semangat membangun

    Salam saya Kang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s