Balada Kulineria Nesya : Kala Cimol Itu Masih Hangat (Bag. 2/5)

Lanjutan dari ‘dongeng’ yang dibuat oleh ‘dik PRISMA GITA, sebagai jawaban atas tantangan di permainan Chain Posting ala Blogor.

– – – – –

“Eh iya.. Ya Allaaah… Itu kan….. Si Aldo…” kata Raina

“Yang bener ah, lu salah kali Rain?”, timpal Nesya terkaget-kaget. “kok Aldo bisa gendut gitu sih?

Sosok yang mereka lihat memang berwujud seorang cowok bertubuh besar, hitam dan kribo ala vokalis Nidji yang abis direndem minyak tanah. Sosok itu sedang berdiri di pinggir jalan, kelihatannya sedang menunggu angkot. Bergegas kedua cewek ini menghabiskan cisa cimol yang sedang nikmat-nikmatnya mereka santap.

“Makasih ya Bang!”, dengan lambaian tangan Raina pamitan pada si Abang Cimol PP, dan si Abang membalasnya dengan senyum ala pecicilan (stop! gak usah diterusin bagian ini..).

Aldo..!”, Raina memanggil cowok di seberang jalan itu.

Sosok cowok itu terlihat celingak-celinguk mencari asal suara. Ia terlihat kesulitan membawa dua bungkus plastik (baca: karung) di kedua tangannya. Dari jauh malah terlihat seperti tiga buah karung yeng berderet rapih di trotoar jalan.

Raina dan Nesya segera menyeberang jalan, takut kalah cepat sama datangnya angkot.

Aldo, lo Aldo ‘kan?”, “Aldo yang dulu di SMPN 4 Bogor ‘kan?”, “Aldo yang selalu juara makan krupuk kalo 17-an ‘kan?” Nesya langsung mencecar pertanyaan pada cowok gendut tadi ketika tepat berada di depan si cowok.

makhluk gemuk itu menaruh dua bungkus karung plastik yang dibawanya, lalu menyeka keringat sebiji-biji jagung yang mengalir deras di keningnya. Kucek-kucek mata sejenak, lalu ia pun mengerenyitkan dahinya (tolong terjemahkan kata ‘mengerenyit’ ini), tanda ia kebingungan.

Setelah memperhatikan dengan saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya lebih dekat, barulah ia sadar, “Raina, Nesya! Ini kalian ya”, “Wah lama juga kita gak pernah ketemu ya?”

Obrolan ala reunian pun mengalir santai, dan mereka bertiga tetap di lokasi pinggir jalan, hingga seorang petugas satpol PP mengusir mereka, “Neng, ngerumpi jangan dipingggir jalan ya.. situ ketabrak, sini yang repot..”.

Kenapa badan lu jadi bengkak gini Do?”, “Subur bener ngeliatnya”, Tanya Raina penasaran.

Aldo pun mulai bercuap-cuap, tentang hobi makannya, tentang makanan favoritnya, tentang pantangannya, semuanya tentang makanan. Terlihat banget ia begitu semangat.

Raina dan Nesya cuma melongo melihat Aldo  bercuap-cuap kayak abang penjual baju di Pasar Anyar.

Lu berdua tau gak, ternyata cimol yang lu makan tadi itu, selain rasanya ajib, juga bergizi banget loh!”, “Didalamnya mengandung karbohidrat, dan zat gizi lainnya yang diperlukan tubuh”, si Aldo ini nyerocos bak seorang ahli gizi yang baru lulussetelah kuliah sampe 20 semester.

Nih, gua tunjukkin ke elo berdua contoh makanan sehat dan bergizi”, sahut Aldo sambil membuka dua karung plastik yang dia bawa.

Hah! Seriusan lo, doyan makanan kayak ginian?!”, Raina dan Nesya terbelalak kaget ketika mereka berdua melihat sesuatu yang ada dalam karung plastic si Cowok gendut-kribo-item itu, ternyata isinya adalah……

 

B E R S A M B U N G

Ke blog-nya kang CHANDRA IMAN


Chain Posting adalah permainan menulis gaya blogger Bogor (blogor). Setiap blogger yang terlibat dalam permainan ini, diharuskan melanjutkan postingan yang dibuat oleh blogger sebelumnya.

Advertisements

32 thoughts on “Balada Kulineria Nesya : Kala Cimol Itu Masih Hangat (Bag. 2/5)

  1. *ngakak parah* :mrgreen:
    eh kang punten hehe sbenernya maksud Pege title utamanya itu yang BKN, trus yg subtitlenya boleh diganti kok biar orientasinya ga ke cimol trus.. Tapi ya terserah 🙂

  2. Gak nyangka kang asep bisa nulis cerita dengan gaya yg “konyol” gini… Mantaabbb kang… Group sy jg bocor juga nih kang, mbak echa bisa bgt bikin awal cerita yg bikin gemes…

  3. Pingback: Saras, Sang Gadis Rumput (Bagian Dua) « Catatan Cinta Sang Sahaja

  4. Pingback: Chain Posting: Bermain Dalam Tulisan | blogor.org

  5. Pingback: Balada Kulineria Nesya : Kala Cimol Itu Masih Hangat « PeGe's HoMe

  6. Pingback: Balada Kulineria Nesya : Kala Cimol itu Masih Hangat – Part 5 (end) « Missjutek’s Weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s