Ternyata Pak Beye Tidak Begitu Populer

Ternyata, panggung politik di negeri ini tidak begitu populer bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Mau bukti? Coba lihat saja acara Kuis “1 Lawan 100” yang dibawakan artis Anjasmara di Indosiar.

Semalam, saya menemukan sesuatu yang lucu dari kuis ini. Yang membuktikan betapa dunia politik tampaknya ‘diacuhkan’ oleh masyarakat. Pada sebuah pertanyaan, “Siapakah nama berikut ini yang sebelum menjadi presiden, TIDAK menjadi wakil presiden terlebih dahulu?”. Jawaban yang tersedia yaitu: a) BJ Habibie; b) Megawati; c) SBY. Ternyata 13 dari 84 peserta menjawab salah sodara-sodara! Ada yang menjawab BJ Habibie, ada pula yang memilih Megawati.

Lucunya, setelah pertanyaa itu Anjas mengajukan pertanyaan, “Siapa nama ibu kandung dari artis Marcela Zalianty dan Olivia Zalianty?”, untuk pertanyaan ini hanya 2 dari 71 peserta tersisa yang menjawab salah. Bandingkan dengan pertanyaan soal ‘presiden’ tadi.

Ternyata Pak Beye tidak begitu populer, kok.

Ah, itu ‘kan hanya 100 orang? Latar belakangmya macam-macam lagi. Masa mencerminkan keseluruhan rakyat Indonesia sih? Memang benar, itu hanya sebagian kecil saja dari 200 juta-an penduduk. Tapi setidaknya, itu jadi gambaran kecil saja, betapa tidak populernya dunia politik di negeri Garuda ini.

Mungkin ini indikasi sudah ‘bosan’-nya masyarakat dengan panggung politik. Apalagi, banyak janji-janji palsu yang digelontorkan para poli-tikus saat kampanye, yang akhirnya hanya masuk laci saja ketika sudah merasa nyaman duduk di kursi ’empuk’.

Jika anda tidak merasa bagian dari mereka yang acuh akan dunia politik, ayo sama-sama kita kawal panggung perpolitikan kita, jangan pernah terlepas dari pantauan kita. Tegur dan kritik bila mereka salah, beri masukan untuk perbaikan, dan ingatkan bisa nmereka sudah keluar dari jalurnya.

*lebaydipagihari

Selamat Ied Al-Adha bagi kawan-kawan yang merayakan hari ini ya… Semoga hakikat ber-qurban bisa kita hayati dan kita terapkan dalam kehidupan.. Amin…

Advertisements

18 thoughts on “Ternyata Pak Beye Tidak Begitu Populer

        • Heheh.. saya termasuk anu ngahuleung pertama baca pertanyaan itu yang dihubungkan dengan judul postingnya. Kalo yang menjawab salah ada 13 dari 84, dan yang salah itu adalah karena mereka menjawab BJ Habibie dan Megawati, berarti yang 71 orang itu benar dengan menjawab SBY dong hehhe.. jadinya (menurut saya) rada kontradiksi dengan judul postingan. Sakitu. BTW, tapi ini hanya sudut pandang saya aja kali ya?
          Noehoen.

  1. Saya termasuk yang masih peduli dengan situasi politik… malah sebaliknya, males dengerin gosip artis. Jadi, kalau saya ikut dalam kuisnya Anjas, mungkin kebalik, pertanyaan ke dua justeru yang tidak bisa saya jawab.. 🙂

  2. saya melihat pak beye bakal populis
    paling tidak dari sikap beliau menangani bencana merapi
    semoga beliau benar-benar pemimpin yang responsif
    salam sukses..

    sedj

  3. Assalaamu’alaikum Asepsaiba…

    Salam kenal dan berkunjung balas untuk sama-sama meraikan kebaikan hari yang mulia ini.

    Sahabat…. Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
    Di bulan Zulhijjah, Iedul Adha kembali menyapa hari
    Kemaafan dipohon untuk khilaf dan salah jika mengkhianati
    Sebuah pengorbanan tulus jadi iktibar membaiki diri

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam keindahan Iedul Adha 1431 H dari saya di Sarikei, Sarawak.

  4. Memang Kuis 1 lawan 100 gak jelas juga.. pertanyaannya 90% dunia artis, selebritis, televisi, sinetron, lagu, entertainment. Tak berkualitas. Demi rating dan agar para “mob” gampang jawab hehe.. kalau ngga langsung dapat banyak tuh duit

    Saya ngga merasa perlu untuk mengetahui hal2 tersebut. betul kan?

  5. engga pernah nonton 1 lawan 100, kang.. ga suka sama Anjasmara-nya.. 😛
    idem ama A Achoey ah.. Rakyat memang butuh tau siapa pemimpinnya.. 🙂

  6. Panggung Politik dan Panggung Sandiwara itu sama gak ya? Jadi inget Lagu jadul Akhmad Albar… Terlalu banyak keletihan hati melihat tingkah polah para Poli-tikus kita… Entahlah.. 🙂

  7. Selamat Idul Adha, mohon maaf lahir dan batin…
    Biarpun belum pernah menyaksikan kuis dimaksud, tapi saya tetap takjub kok bisa ya ada yang begitu tidak peduli dengan Presiden atau Wakil Presiden Indonesia…hehe, rupanya mereka kalah ngetop dengan artis sinetron 😀

  8. Sori, OOT.
    Kalau aku malah tertarik untuk sedikit memberikan koreksi atas kata “acuh” dan “diacuhkan” dalam postingan ini. “Acuh” justru bermakna “perhatian”, jadi “diacuhkan” berarti “diperhatikan”. Padahal, yang dimaksudkan Kang Asep di sini kan “tidak diperhatikan”, jadi ganti saja kedua kata tadi dengan “abai” (cuek) dan “diabaikan” (dicueki).
    Maaf banget, sebenarnya juga koreksi ini tidak hanya untuk dirimu karena kesalahkaprahan ini telah umum di masyarakat.
    Semoga berkenan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s