Bola Liar

Apa yang ada dalam benak anda ketika atasan anda mendelegasikan tugas yang sebetulnya sama sekali bukan kewenangan anda, tapi anda ‘dipaksa’ untuk mewalikinya? Menolak dengan alasan bukan jobdesc anda? Atau menyanggupinya dengan terpaksa? Atau melakukannya dengan senang hati karena itu berarti anda dipercaya?

Hal-hal semacam itu kadang terjadi di keseharian berorganisasi di suatu perusahaan. Terkadang, akibat penumpukan pekerjaan di satu hari yang sama, menyebabkan sang pimpinan harus mendelegasikannya ke bawahan. Repotnya, tidak semua personil di bawahnya sesuai dengan materi tugas yang hendak didelegasikan tersebut. Maka, ‘bola liar’ itu pun mau tidak mau harus siap dimainkan oleh si anak buah.

Sebelum benar-benar menyanggupi pekerjaan tersebut, coba yakinkan atasan sekali lagi, bahwa sebaiknya tugas tersebut dikerjakan oleh orang yang tepat. Ini bukanlah sifat yang tidak profesional, justru sebaliknya karena setiap awak sudah punya tanggung jawabnya masing-masing. Jika memang itu tidak sesuai dengan job description kita, kenapa harus dipaksakan? Yang ada, justru tugas tersebut bukannya rampung malah berantakan.

Tapi lain halnya jika memang kebetulan rekan kerja yang seharusnya melakukan tugas itu sama sekali tidak bisa mengerjakannya (tugas ke luar, sakit, atau saat bersamaan mengerjakan yang lain), maka di sinilah dibutuhkan loyalitas kita. Kerjakan saja tugas itu dengan profesional, lakukan sesuai kemampuan, jikapun di tengah jalan menemui kendala, tidak ada salahnya untuk bertanya, bukan? Justru akan menambah pengalaman dan wawasan.

Apakah anda pernah mengalaminya, kawan?

Gambar pinjam dari sini

Advertisements

34 thoughts on “Bola Liar

  1. biasanya pemimpin yg mendelegasikan wewenang, sekaligus memberikan pengarahan untuk melaksanakan tugas tersebut. jadi, tak ada salahnya menerima. aku pernah mengalaminya ketika masih menjadi staff 🙂

  2. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Jika memang itu bukan jobdesc kita sebaiknya memang mencoba menanyakan dulu kepada sang Pimpinan. Jika memang sudah tidak ada alternatif lain yang lebih baik, ya musti kita jalankan kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya.

  3. Aku sering mendapat tugas yang bukan job ku, dan itu sering kali malah yang membuat aku rada negh adalah yang menugaskan malah atasan langsung. Mestinya dia kan tahu jobdisc ku bukan itu, seperti hari kamis besok, aku disuruh memberi presentasi di hadapan mekanik dealer dan ahass 😦
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  4. Kang Asep,
    Saya sering mengalami kondisi ini dan enjoy melakukannya. Kadang berdebat dulu dengan pimpinan, ntar kalau kita tidak bisa yang malu kita sendiri.

  5. bener kang.. 🙂
    saya malah sering dapet kerjaan ‘Bencong’ macem gini
    *bencong = kerjaan yang bukan jobdesk saya

    tapi tetep lakukan dengan senang hati, bila ada kendala, segera bertanya.
    hikmahnya, jadi punya pengalaman baru dan kebisaan baru di bidang lain, hehe…

  6. coba dulu mainkan bolanya, tapi hal yang paling penting adalah tanya juga peraturannya. jangan sampai main sepak bola pake kaki atau main bola basket pake kaki. biar hasilnya ndak amburadul..

  7. Repotnya, kalau jobdesc -nya dari awal memang tidak jelas.. 🙂
    Sy kira, itu pengalaman yang lazim bagi para karyawan, termasuk saya. Hikmahnya, kita jadi lebih tahun banyak hal. Maju terus kang asep!

  8. Kalau di tempat saya pendelegasian tugas sudah disesuaikan dengan bidang atau job masing2. Kecuali memang ada alasan tertentu sehingga pegawai bisa saja menerima tugas yang sebenarnya itu di luar jobnya. Namun sebagai karyawan, semestinya kita siap setiap saat apabila memang dibutuhkan. Toh, itu hanya untuk kondisi tertentu saja.

  9. ngerjain tugas kelompok di kuliah sering kaya gini nih.. saat masing2 orang ngehandle sebuah bagian, lalu tiba2 satu orang sakit, trus bijimane??? gw pernah di posisi itu. bingung mau ngapain..

  10. Ah, waktu kuliah sering… 😦
    Seriiiiiiing sekali….
    Sampe2 mengerjakan sesuatu yang bukan tugas (jobdesc) diri udah biasa dalam sebuah tim..
    Orang yang meninggalkan jobdesc-nya malah senyum2 senang tanpa rasa bersalah…. 😡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s