Benar-benar ‘Hadir’

Seorang anak, berapapun usianya pasti sangat membutuhkan ‘kehadiran’ orang tuanya kapan dan dimanapun ia butuhkan. Terkadang, kita sebagai orangtua memang ada di samping secara fisik, tapi hati dan pikiran kita tidak mendampinginya. Pikiran kita sibuk memikirkan hal lain, mengindahkan betapa berharganya waktu bermain bersama dia.

Istri saya pernah mendengarkan curhatan temannya. Sang teman menceritakan betapa sedihnya ia ketika anaknya cuek saat ia menelpon untuk menanyakan kabar si anak. Kira-kira begini:

Ayah : (di telepon) Halo, ini siapa?

Anak : Ini Ade, ini siapa ya?

Ayah : Ini Ayah sayang.. Ade lagi ngapain nak?

Anak : Lagi maen sama bibi

Ayah : Oh, tadi pagi gimana di sekolah?

Anak : Ah ayah, ganggu aja nih! Tadi kan aku sudah bilang, Aku lagi maen sama bibi! Udah dulu ya! (Sambil menutup gagang telepon)

Das! Seketika itu betapa hancur perasaan sang ayah. Saya pun pasti akan merasakan hal yang sama. Bayangkan, anaknya lebih memilih bermain dengan -maaf- pembantu daripada sekedar mengobrol dengan ayahnya.

Hati anak kecil masih polos, ia tidak akan bisa menutupi perasaannya. Obrolan di atas bisa menggambarkan betapa sudah ‘jauh’nya hubungan antara anak dan ayahnya. Si anak lebih merasa nyaman ‘dekat’ dengan orang lain dibanding dengan orangtuanya sendiri.

Kita kadang tidak menyadari hal itu. Kerja keras, banting tulang terus saja kita jadikan alasan dan selalu berargumen “Itu juga untuk anak saya”. Padahal, materi hanya secuil kebutuhan yang dibutuhkan anak kita. Kebutuhan hakiki mereka adalah ‘kehadiran’ kita bukan? Kehadiran yang benar-benar ‘hadir’ untuk dia.

Beruntunglah bagi anda yang selalu memiliki waktu cukup untuk bercengkrama dengan keluarga kecil anda setiap hari, termasuk saya. Meski kadang pulang malam, tapi ketika di rumah, saya harus benar-benar bisa ‘hadir’ di sana. Lupakan rasa capek dan lelah ketika si kecil mengajak bermain. Jangan pernah berucap, “Ayah lelah nak, mainan sendiri saja ya..”.

Tapi, bagi anda yang karena kondisi yang memang tidak memberikan ruang waktu yang cukup untuk anda bercengkrama dengan keluarga kecil anda, jangan berkecil hati. Jangan pernah bosan untuk berkomunikasi, dalam hal sekecil apapun. Media komunikasi sudah semakin canggih. Tak ada alasan untuk tidak bisa menjadi ‘dekat’ dengan mereka.

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang selalu ‘hadir’ untuk buah hati kita, dimanapun dan kapanpun ia butuhkan.

Tulisan ini saya buat sebagai kado kecil ultah istri tercinta. Happy birthday my lovely wife… ^_^

Advertisements

17 thoughts on “Benar-benar ‘Hadir’

  1. Saya setuju mas, komunikasi orang tua dengan anak memang perlu. Kadang memang sulit menyatukan apa keinginan orang tua dan anak. Seperti yang mas bilang, kadang pekerjaan dijadikan alasan untuk tidak bisa berkumpul bersama dengan keluarga. Tapi kondisi ekonomi yang cukup atau mungkin lebih dari cukup itu tidak sebanding dengan menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga 🙂

  2. tulisannya bikin senyum-senyum sendiri nih kang asep huahahaha sekalian tambahin kang,”nak, bapa pegal.. main injek-injek punggung bapak ya nak” #licik

    *padahal boro-boro punya anak* wkwkwk

  3. Pertama :
    Saya ucapkan selamat Ulang Tahun untuk istrinya kang Asep …
    Semoga sehat dan berbahagia

    Kedua :
    Ok kerja keras …
    Tetapi kan ada sabtu … ada minggu … ada malam hari …
    Bagaimana kalau kita beristirahat sambil goler-goler … nemenin anak kita … entah itu nonton TV atau kalau sedang ngerjain PRnya …
    Asik kan …? santai kan ?

    Saya suka heran kalau ada orang yang berkata … aduhh saya nggak punya waktu nih … (pret … giliran maen BB aja .. uuuhhhh lupa sekitar)(giliran nonton bareng aja … wwwwwaaa bisa jam-jaman)

    Ketiga :
    Semoga kita semua bisa senantiasa hadir ditengah anak-anak kita

    Salam saya

    (beuh panjang juga yak …)

    • Pertama : Trims ya om.. ntar disampein.. 🙂

      Kedua : Kalo tentang ini, saya justru harus lebih banyak belajar sm om EnHa yang sdh banyak asam-garem kehidupan.. hihihi..

      Ketiga : Amin YRA….

      Nuhun ya om…

  4. Komunikasi antara anak denganorangtua memang perlu, walau sesibuk apapun harus disempatkan waktunya untuk sekedar mengobrol dengan anak.
    Hubungan yang baik antar anak dan orangtua, walau kedua orangtua sibuk, masih bisa tetap berjalan baik, jika kita bisa mempertahankan kualitas hubungan tsb.

  5. yup selalu ajak buat bercengkrama..

    Kalau ga ada agenda sangat penting ninggalin mereka (istri n anak) usahakan selalu bersama.. kalau sabtu keluar -pekerjaan extended dari kantor biasanya 😦 , biasanya minggu usahakan dirumah saja, beres2 rumah, nyuci2 dan seterusnya hehehe..

    hayuuk kita didik anak, dengan seperti kata kang asep : benar2 hadir!

  6. ya, bro. betapa pentingnya waktu untuk bersama anak. tapi apapun yang dilakukan orang tua, merupakan wujud cinta thd anak. kurasa itu yg perlu didiskusikan bersama anak2.
    wow, selamat ultah ya buat istrimu.

  7. setuju materi itu memang penting tapi bukan segalanya, kehadiran kita sebagai orang tua jauh lebih penting dari materi yang mereka butuhkan, karenanya sangatlah penting menyisihkan sedikit waktu padat kita untuk buah hati kita tersayang….

  8. Kalo bagi saya, keluarga di atas segalanya. Memang kita mencari materi adalah untuk keluarga. Akan tetapi waktu yang berkualitas bagi keluarga adalah sesuatu yang lebih berharga dari emas permata termahal sekalipun. Alasan kurangnya waktu luang bagi keluarga ini juga lah yang menyebabkan saya memutuskan pindah dari tempat kerja saya yang dahulu. :mrgreen:

  9. Pingback: Ayahku Keren! « [SaiBlog]

  10. Pingback: Ayahku Keren! | asepsaiba.web.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s