Halal Bihalal, Social Media Analytics dan Sate Kabayan

Masih dalam suasana idul fitri, kemarin pagi menjelang siang, Minggu 18 September 2011, Komunitas Blogger Bogor bertemu muka untuk memanjangkan tali silaturahim atau lebih ngetren disebut halal-bihalal di kediaman Pak Sjafrie M. Kawan-kawan blogger Bogor yang hadir sebut saja Kang MT (sang pupuhu Blogor), Pak Riri, Kang Achoey, Pak Hartanto, Kang Chandra Iman (founder I Love Bogor), Kang Baban, Pak Adi WKF, Unggul dan banyak lagi kawan-kawan blogger Bogor yang hadir. Kegiatan ini sebenarnya bersamaan juga waktunya dengan event Amprokan Blogger yang diadakan oleh beBlogger, sehingga beberapa kawan terpaksa tidak bisa hadir. Ada juga yang sakit atau berhalangan hadir karena sudah punya jadwa kegiatan lain.

Setiap kopi darat yang kami lakukan sebisa mungkin harus ‘berisi’, karenanya kami mendaulat Pak Riri Satria untuk berbagi ilmu tentang dunia social media yang kebetulan akhir-akhir ini digelutinya sehubungan desertasi yang sedang beliau susun, kebetulan Pak Sjafrie-lah dosen pembimbingnya, jadi seolah klop saja :).

Suasana sharing

Social Media Analytics, tema yang dibawakan oleh beliau menyoroti betapa sepak terjang social media (socmed) dewasa ini sudah sedemikian besar mempengaruhi aspek kehidupan para netters. Menurut beliau, pada mulanya socmed berkembang dari sebuat platform blog yang belakangan sudah ditinggalkan akibat semakin booming-nya socmed yang lebih dinamis seperti facebook dan twitter. Namun, aspek terkuat yang menjadikan socmed sedemikian kuatnya mempengaruhi interaksi sosial sebenarnya adalah social capital, bukan socmed-nya itu sendiri. Fitur-fitur yang ditelurkan oleh socmed boleh saja sedemikian canggih dan memudahkan, namun bukan extended feature itu yang bisa meningkatkan keberhasilan socmed yang kita jalani. Menurut Pak Riri, social capital yang terbentuk itulah yang menjadikan socmed lebih ‘bergigi’.

Dari riset yang dilakukannya, Pak Riri menyebut bahwa ada 3 kunci keberhasilan pemanfaatan social media untuk menumbuhkan social kapital sehingga menumbuhkan nilai ekonomi antara lain:
1. Content (isi)
Blog, twitter, facebook atau apapun bentuk socmednya, jika ingin dijadikan sebagai mesin finansial, maka hal perdana yang wajib diperhatikan adalah isinya. Manfaatkan setiap ruas kapasitas dalam socmed untuk benar-benar dapat memperkenalkan produk yang akan kita tawarkan ke pembaca. Lakukan dengan konsistensi yang teratur, dan tentu saja kita harus benar-benar menguasainya.
2. Contact (jumlah teman/pembaca)
Kuantitas pembaca adalah hal berikutnya. Bagaimana bisa dikenal banyak orang jika ‘pertemanan’ kita minim jumlahnya. Maka, manfaatkan berbagai fitur socmed untuk menjaring lebih banyak pembaca. Sebagus apapun isi materi dalam lembaran blog, jika minim jumlah pembacanya ya percuma saja, bukan?
3. Comment (diskusi)
Nah, terakhir yang paling penting adalah bagaimana menjaga hubungan dengan pengunjung ataupun pembaca blog (atau socmed lainnya). Interaksi sangat diperlukan. Usahakan sebisa mungkin hubungan dua arah terjalin. Balas setiap komentar yang menanggapi tulisan yang kita buat.

Hmm, halal bihalal yang sungguh padat berisi. Bagi saya pribadi, sharing Pak Riri tersebut merupakan hal baru dan sungguh mencerahkan. Jadi, meski saya menuliskannya, jujur saja saya masih jauh dari ketiga hal tersebut.

Sesi akhir ditutup dengan makan siang bersama yang sudah disiapkan oleh sohibul-bait, Pak Sjafrie. Nasi kebuli sudah ‘memanggil-manggil’ sejak pertengahan sharing session tadi. Plus, Sate Kabayan yang diperkenalkan oleh Kang Chandra. Sate ayam, kambing, kelinci, keong, hingga jamur tak satupun kami lewati untuk kami cicipi. Rasanya? Woow, mantap!

Sungguh suasana kekeluargaan yang sangat kental ini makin membuat saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Blogor.

Salam sate! ^_^

— Foto atas dari FB Kang Baban

Advertisements

25 thoughts on “Halal Bihalal, Social Media Analytics dan Sate Kabayan

  1. blogor mantap deh..bangga euy jadi keluarga besarnya, walau belum bisa banyak berkontribusi (berdaya dan berbudaya ala Kang Baban :P)

    walau telat dan ga sempet ngikuti dari awal, tapi materinya menginspirasi..

  2. Saya salut sama Pak Sjafri … (dan ibu Aida)
    Beliau selalu aktif mengayomi kita semua
    Selalu dekat dengan kita semua ….
    demikian juga dulu waktu saya masih kuliah di Bogor

    Salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s