Ayahku Keren!

Tulisan berikut bukan hanya khusus buat para orang tua, tapi juga bagi ente-ente para calon orang tua, mudah-mudahan bermanfaat.

Sebagai orangtua, seringnya kita hanya selalu menuntut agar mereka menjadi anak yang bisa dibanggakan.

Ketika masih kecil, si anak dituntut untuk bisa melakukan sesuatu. Bisa menggambar, menulis, membaca, berhitung. Berbagai les pun nggak lagi dipedulikan berapa harganya. Yang penting, anak kita menjadi ‘bisa’ dan tentu orangtua menjadi bangga.

Menginjak usia sekolah, tuntutan kebanggaan makin meningkat. Menjadi juara kelas biasanya menjadi target untuk sebuah ‘rasa bangga’.

Tapi ente tahu nggak? Ternyata hak untuk mendapat kebanggan itu bukan cuma punya orangtua loh. Anak-anak itu pun punya hak yang sama. Mereka ingin memiliki kebanggaan, bangga menjadi anak-anak kita. Ya, mereka juga ingin orangtuanya dapat dibanggakan.

Seorang kawan pernah bercerita. Suatu waktu, ia diminta untuk mengisi sesi ‘mendongeng’ di kelas anaknya. Sesi rutin yang mengundang tiap orang tua untuk ‘perform’ membawakan sebuah dongengan.

Awalnya kawan saya ini grogi. Apalagi ketika di depan kelas, ia melihat muka anaknya cemberut. Tapi dengan tekad agar anaknya tidak malu, ia pun membuang semua perasaan kagoknya. Mendongeng dengan sepenuh hati ditimpali ekspresi-ekspresi seru.

Teman-teman anaknya menyukai penampilan kawan saya ini. Mereka riuh bertepuktangan, berebut menyalami tangannya. Tapi, ia melihat anaknya masih terdiam di bangkunya, tapi raut mukanya berubah cerah. Senyuman kecil tersungging di bibirnya menyaksikan ayahnya dikerubutin teman-teman sekelasnya.

Kawan saya itu pun mendekati anaknya, duduk di samping anaknya. Kemudian, dengan gerakan cepat anaknya mencium pipinya dan berkata,

“Ayah keren!”

Seketika itu juga, kata kawan saya ini, ia seolah melayang… Sebuah ungkapan yang tulus dari anaknya yang menggambarkan betapa bangganya ia memiliki ayah seperti dirinya.

Nah, terkadang hal-hal kecilpun bisa membuat mereka membanggakan orangtuanya.

Memberikan teladan yang baik adalah hal terpenting yang bisa menumbuhkan rasa kebanggaan akan orangtua mereka. Tak perlulah dengan memaksakan keinginan kita, berikan teladan yang baik, otomatis mereka akan bangga dan mengikutinya.

Manfaatkan waktu sebaik-baiknya demi kebaikan mereka, generasi masa depan…

Advertisements

24 thoughts on “Ayahku Keren!

  1. diminta untuk mengisi sesi ‘mendongeng’ di kelas anaknya. …

    Waw … Ini tantangan yang sangat menarik sekali …
    Dan yes indeed …
    Si anak pasti akan sangat bangga pada Ayahnya …

    Salam saya Kang Asep

  2. Menjadi seorang ayah itu akan menjadi contoh untuk anaknya,kayak iklan gula yg di tipi,,jadi pada intinya belajar lah untuk mencontohkan dengan sikap yg baik dan bijak agar anak pun bisa termotivasi untuk melkukan hal yg sama.
    Kunjugin Web flash saya juga yah, Tiger Flash

  3. Puncak kebanggaan itu dicapai ketika sang anak berkata: “Cita-citaku ingin seperti ayah…” gubrraaakkkk….!! sang ayah langsung pingsan, saking bangganya.. 🙂

  4. membahas ayah yang baik biasanya ayah itu penyayang dan selalu perhatian kepada anaknya .
    melakukan yang terbaik untuk anaknya .
    jadi , kita jadi anak harusnya menyayangi mereka dan menjaga mereka dengan baik jika kita sudah besar nanti 🙂

    salam kenal http://www.hajarabis.com

  5. Betul…
    Kita suka punya idola, orang yang kita anggap keren. Pernahkah terpikir apakah anak-anak mengidolakan kita ? Sebagai ayah atau ibu yang keren, yang bisa jadi panutan, yang menenangkan, serta membahagiakan?
    Pertanyaan simple yang harus diperjuangkan terus menerus.

  6. Pingback: NINE FROM THE GENTLEMEN 2011 (#1) « The Ordinary Trainer writes …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s