Salah Kaprah Energi di Indonesia

image

Kemarin beruntung saya bisa ikut menyimak bedah buku yang diadakan oleh kantor. Acara ini cukup rutin kami lakukan. Kali ini, buku yang kami diskusikan sangat berhubungan dengan core bisnis perusahaan, buku berjudul “Migas dan Energi di Indonesia – Permasalahan dan Analisis Kebijakan” karya Prof. Widjajono Partowidagdo, Ph.D, wakil menteri  ESDM. Beliau pun hadir dalam acara tersebut.

Saya mengutip ulasan yang cukup menggelitik, yaitu anggapan yang keliru tentang energi di Indonesia:
1) Indonesia adalah negara kaya minyak, padahal tidak;
2) Harga BBM harus murah sekali tanpa berpikir hal ini menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk subsidi dana BBM;
3) Investor akan datang dengan sendirinya tanpa perlu kita bersikap bersahabat dan memberikan iklim yang baik;
4) Peningkatan kemampuan nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa keberpihakan pemerintah.

Saya sendiri belum membaca keseluruhan isi buku ini, tapi dari kata ringkasan pada Cover belakangnya disebutkan bahwa buku ini sangat lengkap dan bisa menjadi referensi yang dapat digunakan oleh para stakeholder serta pemegang wewenang untuk mengatasi permasalahan energi di negeri yang katanya kata ini.

Advertisements

17 thoughts on “Salah Kaprah Energi di Indonesia

  1. pernah pula saya liat wakil mentri ESDM tersebut tampil di sebuah dialog di metroTV, poin2 yg disampaikan kurang lebih serupa dengan 4 hal di atas. khusus mengenai neg ina bukan neg yg kaya minyak, mgkn memang bergantung pembanding nya, klo dibandingkan dgn yg sama sekali ga ada minyak bumi ya tentu sebetulny tetap bisa dibilang kaya minyak 😀 hehehe

  2. Sy juga koleksi buku prof yang satu ini. Belum sempat dibaca semua, hanya spot-spot aja. Isinya gado-gado, spektrumnya luas, tetapi juga beberapa bagian terlalu detai, sehingga hanya orang yg background-nya perminyakan yg bisa mengerti bagian itu.
    Anyway, saya salut dengan tingkat ke-pede-an sang prof ini. Dia konsisten dengan pandangannya dan disampaikan (seputar 4 hal itu saja) ke mana-mana, hehehe…

    • Hahaha….. saya juga baca 4 pemikiran beliau ini di situs berita vivanews…
      Gpp kang, memang beliau menunjukkan konsistensinya.

      Kapan 2 boleh dong pinjam koleksi bukunya… 😉

  3. Sudaaaah, mari pakai Pertamax aja. 🙂

    Kalo gak mau memaksa pakai pertamax, beranikah membatasi penjualan sepeda motor di dalam negeri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s