‘Ndeso!

Saya paling sebal lihat iklan yang dibintangi Tukul Arwana, apalagi iklan salah satu provider ponsel di Indonesia. Sebal lihat adegan yang jelas-jelas merendahkan orang ‘ndeso alias orang kampung. Orang kampung digambarkan dengan jelas nggak melek teknologi lah, internet lah. Bahkan wajah yang -maaf- ‘hancur’ diarahkan ke orang ‘ndeso’ tadi.

Sebenarnya saya sudah cukup lama gerah dengan ungkapan ‘ndeso’ yang dipopulerkan oleh Tukul. Saya ini asli orang desa, orang kampung, tapi alhamdulillah saya sedikit melek teknologi maupun internet.

15 atau 20 tahun lalu, bolehlah dibilang orang udik macam saya tak mengenal apa itu internet.tapi lihat realita sekarang. Internet bukan lagi barang aneh bagi saudara-saudara saya di kampung sana. Apalagi ketika demam facebook merajalela.

Jadi, buat Mas Tukul, tolonglah anda tak lagi gunakan istilah itu untuk mengolok-olok saudara-saudara anda sendiri. Kecuali kalau itu memang ditujukan buat anda sendiri.

Advertisements

20 thoughts on “‘Ndeso!

  1. klo menurut saya, kata “ndeso” memang bisa mengalami pergesern makna dan relatif bergantung penggunaannya. dan salah satu org yg mempopulerkan kata ndeso khususnya di dunia hiburan tanah air ya om tukul. memang seeh, bisa menimbulkn kesan “mengejek” di iklan itu

  2. setuju … pandangan orang desa adalah kuper dan bodoh, wajah jelek itu hanya dari orang kota yang kuper dan gak berwawasan serta dari orang yang nyari nafkah dengan mengorbankan nilai dan sisi kemanusiaan

  3. Orang desa yang melek teknologi itu sedikit, tapi setidaknya lebih banyak yang bersahaja dan wicaksana, dibandingkan yang mengaku kota belum tentu juga melek teknologi cuma sekadar latah teknologi saja. Coba saja meski pakai ponsel cerdas atau laptop canggih, tapi pas rusak atau ada masalah dikit, pasti kelabakan, apa itu namanya melek teknologi :D.

    Saya setuju dengan Mas Asep :).

    • Hahaha… Bener bli,.. Masa orang ‘kota’ gak punya ponsel canggih.. malu ah, ntar dibilang ‘gaptek’ atau gak gaul, dll.. (saya yakin, banyak dari mereka seperti itu..).
      Kenyataannya, mungkin hanya 10% saja ‘kepintaran’ ponsel itu di-explore…

      Apalagi kalau bermasalah.. kelabakanlah.. 😀

  4. Kalau diterjemahkan, mungkin “ndeso” itu sama dengan “kampungan” kali ya. Lebih kepada penunjukan sifat, bukan dari mana ia berasal.

    Bagaimana pun, istilah “kampungan” sendiri memang terkesan merendahkan mereka yg berasal dari kampung. Jadi, ya…. pada bae, ora enak dirongokaken… 🙂

  5. haha, gitu aj dipermasalahkan, toh si tukul sendiri aslinya wong ndeso jg, ya jd sm2 orang ndeso, gitu aj di permasalahkan. orang ndeso sendiri suka ngecap orang kota dengan kata2 sombong dan tidak bermoral, pdhal tidak sedikit jg orang desa yg sm kaya begitu, toh orang kota sendiri tdak tersinggung dengan kata2 itu………..
    jd ya sm2 aj saling mengerti dan sadar diri

  6. Akhirnya keluar juga uneg-uneg Ndeso di salah satu blog hehehe.

    Setuju dengan pendapatnya.. Mungkin niatnya biar lucu, tapi lama-lama makin garing 😀

    Selamat Tahun Baru, Kang!

  7. Stereotipnya orang kampung emang selalu dianggap ga berwawasan, kuper, atau apalah yg jelek2.
    padahal kan salah besar, contohnya si sayah ini, meski dari kampung, tetep gahol, dan berpikir global :mrgreen:

  8. Pingback: #Kamseupay | Fitnah dibalik Komentar « [SaiBlog]

  9. Pingback: #Kamseupay | Fitnah dibalik Komentar | asepsaiba.web.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s