Surat untuk Dahlan Iskan : “Tetap Fokus ya Pak!”

Jujur saja, saya baru mengenal bapak ketika diangkat menjadi direktur utama PLN, waktu itu media gencar memberitakan terpilihnya bapak dari sisi negatif. Selain lebih dikenal sebagai pimpinan media Jawa Pos Grup, bapak juga dikenal sebagai pemilik sebuah perusahaan penyedia tenaga lisrik di luar pulau Jawa sana. Katanya sih, karena hal itu banyak yang meragukan kepemimpinan bapak di perusahaan setrum listrik tersebut. Tapi dengan gaya bapak yang khas, belum genap setahun bapak berhasil menepis anggapan-anggapan miring tersebut. salah satunya adalah masalah byar-pet akibat pemadaman bergilir yang menjadi ‘teman’ setia PLN selama ini berhasil bapak usir.

Hingga sampailah bapak terpilih untuk mengisi kursi menteri BUMN yang kosong karena Pak Mustafa Abubakar yang uzur karena sakitnya. Karena kebetulan saya mencari nafkah di salah satu perusahaan milik pemerintah, secara tak langsung saya pun merasa ‘terhubung’ dengan bapak 🙂

Kisah dramatis tentang detik-detik penunjukkan bapak menjadi menteri yang terjadi di bandara Soetta sungguh sangat menarik, apalagi setelah itu dengan gaya bapak yang ‘membumi’ dan khas dengan berpakaian sederhana, tidak lupa sepatu kets, dan pernah menyetir mobil sendiri saat akan menghadiri sidang kabinet sungguh memberikan kesan mendalam tersendiri akan hadirnya sosok yang sedang dibutuhkan bangsa ini.

Atau ketika bapak lebih memilih berjalan kaki dibanding pakai mobil saat menghadiri rapat di gedung ESDM yang berseberangan dengan kementrian BUMN di Jl. Thamrin, sungguh sebuah hal ‘sepele’ namun begitu menohok di saat banyak orang beramai-ramai berkoar tentang Go Green, peduli lingkungan, bla bla bla. Bapak lebih memilih membuktikannya langsung.

Dan tentu saja, yang paling ‘menghebohkan’ adalah saat bapak naik KRL untuk melakukan semacam ‘sidak’ melihat kondisi sebenarnya, di saat para penumpang KRL (termasuk saya) ‘berontak’ atas pola loop-line yang terkesan dipaksakan penerapannnya oleh PT KAI. Bapak memilih melihatnya secara langsung sebelum berkomentar untuk memberikan masukan kepada PT KAI untuk memperbaiki pelayanannya.

Terakhir, ketika dengan santainya bapak memilih naik ojek motor untuk menghindari keterlambatan menghadiri sidang kabinet di Istana Bogor setelah sebelumnya bapak juga lebih memilih naik KRL dari Jakarta ke Bogor, termasuk ketika pulangnya juga.

“Menteri Naik KRL”, memang pantas menjadi berita utama saat itu. Apalagi bagi para roker KRL macam saya. Wow… Bagus banget tuh! Dia mau turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Tidak mau hanya mendapat laporan-laporan bernada surga yang biasanya disampaikan jajaran di bawah untuk tujuan ABS (Asal Bapak Senang).

Dan ujung-ujungnya, seperti yang saya duga sebelumnya.. Bapak pun ditaksir oleh partai-partai politik itu. Ditaksir untuk ikut berperan dalam panggung sandiwara politi edisi 2014. Ya, beberapa partai besar malah terang-terangan menyebut nama anda dalam bursa pencalonan Capres-Cawapres. Ternyata, pencitraan masih menjadi senjata ampuh yang menggiurkan. Banyak tokoh-tokoh politik menyebut bapak sebagai sosok yang cocok untuk memimpin Indonesia pada periode 2014-2019 mendatang. Malahan terakhir, bapak juga digadang-gadang tepat untuk mengisi kursi ketua umum PSSI yang sedang kacau-balau.

Tapi, bapak tidak melakukan itu semua hanya untuk sekadar pencitraan, kan? Plis deh… Rakyat sudah bosan dengan citra-cipta palsu itu.. Jangan lebay.

Padahal, belum juga 1 semester bapak genap mengemban amanah sebagai menteri BUMN, bukan? Namun, jawaban melegakan keluar dari mulut bapak yang mengatakan bahwa bapak akan tetap fokus pada amanah yang diemban sekarang ini.

Saya sangat berharap juga demikian pak. Please, be focus! Biarkanlah saja mereka-mereka itu saling dukung-mendukung, jago-menjagokan bapak untuk urusan pencalonan Capres-Cawapres. Semoga bapak tidak terganggu dengan hiruk-pikuk itu semua, karena masih banyak PR yang harus dituntaskan oleh kementrian BUMN terkait dengan kinerja BUMN-BUMN yang akhir-akhir ini cukup disorot karena tidak terlalu signifikan memberikan dampak positif bagi pembangunan Indonesia.

Saya kok merasa yakin, dengan model kepemimpinan bapak yang -meski hanyasetahun lebih- diterapkan di PLN, bapak bisa mengawal sinergi BUMN-BUMN di Indonesia sehingga menjadi kebanggaan bangsa.

Oya, kemarin baru saja saya membeli buku “Dia Tangis dan Ribuan Tawa” karya bapak yang ternyata sudah masuk edisi cetakan ke-5. Wow! Fantastis! untuk ukuran sebuah buku karya pak menteri :D. Sebuah buku tentang catatan perjalanan selama bapak menjadi CEO PLN. Berupa CEO Notes. Tidak aneh sebenarnya, karena darah bapak sebenarnya adalah jurnalis/penulis/wartawan.

Mengutip prolog dari buku tersebut,

“Nasihat tapi bukan khotbah – Mau tapi bukan menuruti – Curhat tapi bukan berkeluh kesah – Jangkel tapi bukan marah – Ingin tapi bukan perintah – Pandangan tapi bukan pengarahan”

Tetap fokus ya pak! 🙂

Advertisements

11 thoughts on “Surat untuk Dahlan Iskan : “Tetap Fokus ya Pak!”

  1. salam kenal gan

    saya juga sering mengikuti sepak terjang pak dahlan iskan

    semoga beliau tidak terpengaruh sama politik (ada bebarap parpol yang mengaku dekat dengan Pak DI

    oh ya gan. usul aja kalo mau ngasih link pake yang di panel add new saja. itu nanti langsung

  2. Dan seperti biasa …
    bagi mereka yang “hobi kecewa” pasti akan melihat beliau dari sisi yang negatifnya …

    misalnya …
    “aaahhh itu hanya ingin menarik simpati publik saja ”
    “aaaahhh … itu hanya untuk sensasi sesaat saja … ”

    hehehe

    Tetapi yang jelas …
    Beliau memang layak !

    Salam saya Kang

  3. mending langsung aksi daripada memberi teori terus ya, berbicara sampai berbuih buih tapi tak ada buktinya

  4. Saya udah kagum dengan tulisan2 beliau sejak saya SMP di Surabaya. Lha saya mbaca koran Jawa Pos setiap hari. :mrgreen: *Jawa Pos koran utama di jawa timur*

    Di Jawa Pos, waktu Pak Iskan masih jadi CEO-nya, beliau punya kolom sendiri halaman depan Jawa Pos, isinya tentang opini2nya (terhadap keadaan politik dalam dan luar negeri) dan cerita pengalaman beliau bertandang ke Tiongkok.

    Hingga akhirnya saya membeli buku kumpulan artikel Pak Iskan, kumpulan artikel di Jawa Pos itu. Saya semakin kagum dengan beliau. 🙂

    Pak Iskan jadi presiden? Tidak tidak tidak. Saya nggak mau beliau jadi presiden. Saya nggak akan mendukungnya. Saya kasihan dengan beliau. Sudah tua, sudah pernah ganti hati, masa’ mau diberi beban 200-an juta warga negara Indonesia? 😦

    Cukuplah di Kementrian BUMN aja. 🙂

  5. Pak, saya baca saham bumi bakal diambil alih oleh perusahaan luar negeri, berarti tambangnya di indonesia milik orang asing. Saya bingung apa tdk semestinya perusahaan tambang dikuasai oleh pemerintah melalui bumn. Di uud 1945 disebut bumi air dan kekayaan alam yang ada didlamnya dikuasai oleh negara dan dimanfaatkan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat.
    Jangan-jangan nanti hasil tambang diutamakan untuk ekspor, indonesia hanya akan jadi sapi perahan dan akan dijajah lagi secara ekonomi.
    Saya hanya doakan semoga tambang yang ada di indonesia selalu dalam dalam penguasaan pemerintah indonesia, pemilikan asing mesti dibatasi.
    Saya harapkan gerakan bapak supaya bumn bisa memiliki saham saham perusahaan tambang untuk kejayaan indonesia. Indonesia harus berkuasa di negaranya sendiri, jangan lembek. Jangan sampai emas, barubara, minyak selalu dikuasai asing. Terima kasih atas perhatiannya.

  6. Korupsi di tubuh perhutani gresik dengan pengadaan mesin bekerja sama antara oknum bgn industri dengan salah satu rekanan perusahaan swasta (note : SA) sebesar 11% kenapa tidak pernah ditelusuri ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s