Toilet VVVVVVVIP

Tadinya pagi ini saya berniat mau tulis tentang “Friday the 13th” setelah membaca status facebook seorang kawan. Tapi akhirnya saya urungkan saja dulu setelah mendengarkan cuapan Arie Dagink dan Miund di radio Motion 97,5 FM. Kedua orang itu memang selalu bisa menghadirkan pagi yang penuh senyum dan inspirasi dengan pembawaannya yang fresh, khas dan kocak. Pagi ini mereka ngebahas tentang toilet. Ya, toilet saudara-saudari… Toilet di gedung wakil rakyat itu….

Saya jadi pengen menyanyikan lagunya Sherina, “Geregetan.. O..o..o.. Geregetan..”. Gimana nggak? Mereka punya rencana mau renovasi 240 toilet yang ada di gedung itu dengan anggaran dana 2 Miliar! Pernah dengar ata lihat tolit VIP? Saya pernah melihanya di sebuah rest area  jalan tol Cikampek. Meski saya belum pernah memasukinya. Nah, ini adalah kisah tentang toliet VVVVVIP. Tak cukup satau atau dua saja embel-embel huruf “V” (very) untuk toilet-toilet yang dibangun dengan dana 2 miliar.

Lebih geregetan lagi setelah melihat gambar-gambar kondisi toiletnya yang menurut saya (mesti ini relatif) masih bisa dibilang wah.. Lantas apanya yang harus direnovasi jika masalahnya hanya seputaran kebersihan toilet, air yang mampat, dan semacamnya. Walau saya memang tidak pernah melihatnya secara langsung.

Tapi yang bikin ‘nyinyir’ ya itu tadi, mengapa sampai harus keluar dana banyak sih ‘hanya’ untuk masalah toilet itu. Kalau masalahnya kebersihan, saya kira tidak sampai harus ada yang direnovasi. Kalau toiletnya jadi kotor atau mampat ya berarti itu masalahnya ada di para penggunanya toh. Jorok tuh. Dana yang besar itu mungkin cocoknya untuk mengadakan diklat kepribadian tentang menggunakan toilet yang baik dan benar. Tapi gak perlu sampai harus studi banding lagi ke Eropa ya…

Belum beres urusan toilet, kembali kita dihebohkan tentang sebuah ruangan yang ‘tiba-tiba’ muncul dan katanya habis 20 M buat membangunnya. Katanya itu ruangan Badan Anggaran alias Banggar. Apalagi nih? Yang lebih bikin heboh lagi, ternyata tidak semua anggota Badan Urusan Rumah Tangga mengetahui pembangunan (atau pemugaran) ruangan itu. Kok bisa begitu ya? Seberapa luas sih area gedung itu, sampai-sampai ada ketak-ketok pemugaran tanpa diketahui. Atau kenapa tidak ada kordinasi ya?

20 miliar untuk pemugaran sebuah ruangan yang masih layak tentu saja jadi tanda tanya besar. Apalagi ada kabar, mereka mengganti kursi-kursi yang lama dengan kursi yang satu buahnya seharga 20 juta. Woww..! Kursi apa tuh? Kursi yang kabarnya khusus didatangkan dari Jerman untuk membuat nyaman siapapun yang duduk di atasnya. Memang kenapa dengan kursi yang lama? Sudah bolong-bolong? Kaki-kakinya patah? Nggak juga kan? Atau mungkin diganti karena sudah terlihat bulukan? Lah, bagaimana nggak bulukan, orang jarang didudukin… Saat rapat banyak yang bolos, atau sekedar absen. Kalau memang ‘maksa’ juga harus ganti, kenapa juga nggak pakai produk dalam negeri, produk ukiran Jepara misalnya.

Sekarang mereka sedang sibuk saling menyalahkan mengenai ‘koordinasi’. Siapa salah.. Siapa benar.. Tapi pak-bu.. Kami nggak butuh retorika kalian yang saling membenarkan diri sendiri. Kami hanya butuh kalian untuk jujur. Jujur pada diri sendiri, dan jujur pada rakyat yang telah begitu menggebunya percaya dengan janji-janji kalian.

Saya tetap merasa yakin, masih banyak wakil-wakil rakyat yang jujur dan amanah. Semoga mereka diberi kekuatan untuk menjalankan amanahnya, dan menebar kebaikan di lingkungan kerjanya tersebut. Amin.

Ah… Gedung itu memang VVVVVVIP ya… Atau kurang cukup ya huruf “V”-nya.. Silahkan ditambahkan sendiri saja deh.

Advertisements

18 thoughts on “Toilet VVVVVVVIP

  1. mengadakan diklat kepribadian tentang menggunakan toilet yang baik dan benar …

    Hahaha … saya tersenyum …

    Plus ditambah lagi … ruang meeting itu katanya 10 x 10 m luasnya …
    so … kalo 20 milyar permeter perseginya berapa hayooooo …

    (dan yang besar adalah biaya konsultannya …)
    (konsultan opoooooo !!!)

    Mari kang … kita “gumun” sama-sama … (gumun = geleng-geleng kepala tak habis pikir)
    hahahaha

    salam saya Kang

  2. kalo hasil kerjanya bisa berguna bagi rakyat sekelas toilet VVVVVVVIP (maksudnya berguna sekali buat masyarakat luas) sih ga pa pa….tapi kalo hasil kerjanya cuman sekelas toilet terminal umum…yah mending ruang kerjanya juga dibikin seperti terminal umum aja.

  3. kalau membahas tentang akan direnovasi toilet VVVVVVVVVVVVIP atau toilet pa’an tuch,
    haduuuuh capek dech!!!!!!!!!!!
    mikirin soal itu mah bisa2 tambah pusing gan!
    mending mikirin yang lain ja..hhhhhhh

  4. Saya baca di harian KOMPAS, itu kursi buatan jerman satunya berharga 24 juta… ck ck ck… kursi yang dibuat oleh mesin apa dirakit manual oleh manusia??

  5. Minggu lalu ane nonton provocaticve proactive nya Panji di metro TV

    gw demen banget dengan acara ini krn mereka mencoba mencari fakta dengan langsung mendatangi sumbernya. CMIIW disitu dibilang 2 M itu untuk semua toilet di gedung wakil rakyat itu dan kondisinya disitu emg cukup mengenaskan lengkap dengan bau dan tanaman yang ditarok di botol aqua sebagai penghijauan di toilet itu (Panji sendiri yg bilang).

    Whateverlah, krn gw sendiri belom pernah ke sana juga tp intinya segala pemberitaan terkadang memang simpang siur. gw kadang pusing lihat talkshow yang ga da juntrungannya. Mending mereka (acar talk show) :
    1. undang orang yg kompeten di bidang dana (yang punya RAB dan gambar rencana serta spesifikasinya)
    2. Minta klarifikasi sejelas2nya mengenai harga satuan masing-masing item sehingga setiap orang di indo ini bisa lihat bahwa dana toilet 2M atau dana Banggar 20sekian M itu terdiri dari a,b,c,d,e,dst, dan bisa dilihat sendiri kewajarannya.
    3. Dari situ jika ada penyimpangan maka dibetulin jika tidak maka diberi apresiasi

    thats only my opinion 🙂

    • Opini yang berimbang nih… Memang benar ketika kita menyikapi segala sesuatunya lebih baik dilengkapi dengan bukti dan fakta aktual…

      Tapi, untuk masalah toilet dan Banggar ini.. No no no.. saya tetap eneg.. Dari berbagai gambar dan liputan, (meski saya juga blm pernah melihat langsung), produk renovasi Banggar sangat melukai hati rakyat, jika dibandingkan dengan banyak realita nyata di masyarakat yang mulai terkuak mengenai seretnnya dana unntuk kemaslahatan rakyat… Contoh satu saja, sulitnya dana cair untuk memperbaik jembatan yang subuh di daerah Banten sehingga anak-anak seusia SD harus mempertaruhkan nyawanya… Atau puluhan sekolah yang nyaris rubuh, karena dana perbaikan yang tak kunjung cair…

      Thanks bro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s