Tidak di Episode Kehidupan Kali Ini

Kebisuan membenamkanku sesaat dalam lintasan kenangan kehidupan yang telah terlalui dalam wujudan sabar. Aku tidak kalah, bahkan tidak untuk hari ini. Aku tidak akan pernah mengizinkan kerapuhan menghabisi mimpi-mimpi yang telah mengiringi takdirku. Aku pasti akan berteriak lantang pada dunia, “Kau boleh lihat caraku bertahan hidup, dan sedikitpun kau tidak boleh merendahkan keteguhanku”.

Hidup yang memang telah tergerus karena vonis kehidupan yang menyudutkanku pada titik ikhlas. Mengakui semua keterbatasanku, dan berusaha mengalir seperti air. Tenang dan tetap menyejukkan. Aku telah berdamai dengan takdirku jauh sebelum aku bisa menemukan jawaban atas pertanyaan, “Mengapa harus aku?”, dan di sinilah sebuah cerita tentang penghargaan pada kehidupan dimulai. Penghargaan pada mereka semua yang senantiasa peduli dan mengerti. Aku tidak pernah sendirian.

Nafasku hari ini adalah peduli itu. Masih lekat di ingatanku, malam-malam yang harus dilewati dengan kantongan transfusi darah. Orang tua yang tidak pernah lelah menghapus air mataku, dan meyakinkanku bahwa aku akan baik-baik saja. Dokter yang tidak pernah lelah menuliskan resep, dan mengatur dosis pengobatanku. Yang rela dihubungi kapan saja, jika aku merasakan sakit. Dan sekarang, suami yang selalu mengulurkan tangannya, di saat aku berbisik ‘letih’. Yang senantiasa mengingatkanku bahwa Allah itu ada, dan selalu ada di nadi perjuangan ini. Semua sahabat yang menyertai langkahku sampai hari ini. Yang memberiku kekuatan dengan cara yang luar biasa.

Ya, aku memang tidak pernah sendirian. Bahkan ada banyak orang dengan cerita yang serupa, dan mereka justru hidup karena vonis itu. Ya Allah, maafkan jika aku terlalu banyak mengeluh.

Tapi sungguh, aku ingin terus bisa berkarya di bumi indahMu. Menjadi hamba yang bisa memberi manfaat. Jangan biarkan aku menjadi tidak berdaya. Aku percaya, aku dilahirkan bukanlah untuk sebuah kesia-siaan. Izinkan Ya Rabb. Aku tidak ingin kalah, tidak ingin menyerah. Bahkan tidak untuk hari ini, tidak di episode kehidupan kali ini…

Dhanni Rossari, 2012

Tulisan seorang sahabat yang tengah diuji oleh Sang Pemilik Takdir. Seorang wanita yang saya kenal begitu tegar menghadapi vonis penyakit yang ‘menemaninya’ belakangan ini. Allah sayang kamu Dhan, begitu juga kami, saudara dan kerabat yang tiada henti memanjatkan doa untuk kesembuhanmu. Tetap semangat, jangan pernah kalah oleh vonis itu.

Innalillahi wa innailaihi raji’un…

Selamat jalan sahabatku, Allah pasti menyambutmu di surgaNya…  (Selasa, 9 Oktober 2012 Pkl. 14.40 WIB)

Advertisements

5 thoughts on “Tidak di Episode Kehidupan Kali Ini

  1. Saya yakin Allah SWT akan memberi keajaiban padanya, kembali sembuh seperti sedia kala..
    Semoga kesehatan beliau berangsur angsur bisa makin pulih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s