Berharap Pada yang Muda

Euforia kemenangan Timnas U-19 pada Piala AFF U-19 lalu, lalu mampu lolos pada Piala Asia U-19 2014 masih terus bergema. Bahkan hingga pertandingan Timas Senior versus China di prakualifikasi Piala Asia kemarin, yang mau tidak mau kita membandingkan keduanya. Wajar, karena kita ingin agar kesuksesan Garuda Jaya menular juga ke yang lainnya.

Ngomong-ngomong soal anak muda, beberapa pekan lalu Bogor juga akhirnya ‘kedatangan’ generasi muda dalam pucuk kepemimpinannya. Adalah Bima Arya yang berhasil merebut sebagian besar minat warga kota Bogor untuk memilihnya jadi walikota Bogor periode 2014-2019. Anak muda itu mampu mengalahkan pasangan lain yang notabene lebih ‘senior’ darinya. Menggantikan walikota sebelumnya yang ‘lebih senior’ yang menjabat hingga dua periode.

Anak-anak muda sepertinya memang sedang naik daun. Telah mampu berbicara banyak, tanpa merasa segan lagi dengan tradisi senioritas. Rasanya hal ini memang tidak terlepas dari kemajuan teknologi yang sangat pesat. Informasi bisa dalam hitungan detik ter-update. Pengetahuan tentang hal apapun dapat diakses dengan cepat bahkan gratis. Dan di sinilah anak-anak muda itu mengambil kesempatan. Berbekal pengetahuan yang mumpuni, mereka berani muncul ke permukaan dengan optimisme -boleh dibilang ambisi- yang cukup tinggi.

Ketika anak-anak muda ini diredam, maka yang terjadi adalah perlawanan yang solid. Tidak heran begitu mudahnya para mahasiswa turun ke jalan mendemo segala hal yang tidak sesuai dengan nurani mereka.

Anak muda, seperti Bima Arya diharapkan dapat memberikan perubahan bagi kota Bogor. Merubah kembali kota Bogor menjadi layak disebut Kota Hujan, bukan Kota Sejuta Angkot yang hampir satu dekade ini cukup akrab untuk sekedar mendeskripsikan semrawutnya Bogor.

Bogor seolah-olah kehilangan identitasnya. Bingung mau disebut apa kota ini. Kota yang dahulu dibangun oleh Raffles menjadi taman peristirahatan kaum priyayi di tatar Sunda, hingga tercetuslah ide membangun Kebun Raya Bogor. Tak heran pula, ketika di awal tahun 90-an bermunculan komplek-komplek perumahan di Bogor. Para pengembang ‘menjual’ kesegaran dan rindang pepohonan kota Bogor sebagai strategi pemasarannya.

Sekarang, semrawut Bogor dengan mudah dapat dijumpai di banyak titik. Sebut saja Jl. Suryakencana, Stasiun Bogir sampai Jembatan Merah, Jl. Soleh Iskandar (Jl. Baru), macet nggak karuan. Warna hijau angkot ccukip dominan memenuhi jalan.

Yang lebih bikin dongkol adalah kabar begitu mudahnya perijinan membangun sarana komersial, mall,hypermarket, hotel dan sejenisnya di Bogor tanpa memperhatikan tata kota yang benar. Coba tengok Hotel Amarossa yang nongkrong dengan sombongnya menutupi pembandangan gunung Salak nan indah sebagai latar belakang Tugu Kujang ciri khas Bogor. Atau tengok saja Jl. Baru, dalam tempo enam bulan saja sudah berdiri banyak bangunan komersial, apartemen, atau hotel. Tampaknya, pembangunan fly over memang cukup menarik minat para pengembang.

Masih banyak PR lain yang harus dibenahi. Kesemrawutan tata kota Bogor hanyalah sebagian kecil saja di antara seabrek permasalahan penting lainnya.

Kehawatiran banyak orang bahwa Bima Arya hanya jago di teori semoga bisa dijawab dengan bukti nantinya. Itu adalah tantangan. Anak muda itu suka dengan tantangan. Selalu terpacu untuk menyelesaikan setiap tantangan.

Kang Bima, bisa ‘kan menjawab tantangan itu?

Advertisements

9 thoughts on “Berharap Pada yang Muda

  1. Pasar patrol semrawut,,,becek,,,lapangan sepak bolanya banjir klo musim hujan,,,perempuannya tinggal sedikit pada jadi TKW,,,lakinya pada 3M,,Mabok,Maen,Madon,,,99% perceraian, diakibatkan pisah ditinggal istri ke luar negri jd TKW,,,,mumetttt….,,belum ada tokoh anak muda patrol yang peduliii…..siapa cobaa,,,,???,,,,Jay Kreshna Adipandawa aja apa ya,,,,hahahahahahhaahaaaa…

  2. hari minggu ini pada kemana semua??
    bos-bos yang pada di rumah santai-santai sambil ngopi segera merapat di MentariPoker
    jangan lupa mengajak teman-teman anda ya bergabung
    untuk mendapatkan bonus referral sebesar 20%

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s